Update Terakhir: Dec 12th, 2005 - 11:34:37
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Freeport MacMoRan
LNG BP Bintuni
Kegiatan Logging
Pembangunan
Alam Berbicara
Ekologi/ Ekosistem
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
LNG BP Bintuni

UNJUK RASA DIDEPAN KANTOR PUSAT BP LONDON
By WPNews Europe
Dec 12, 2005, 11:28

 
FREE WEST PAPUA CAMPAIGN
www.freewestpapua.org
PO Box 656, Oxford, OX3 3AP, E-mail: info@freewestpapua.org

Kelompok Free West Papua Campaign sedang demo di depan Kantor Pusat BP London
Lord Browne of Madingley
Group Chief Executive
BP p.l.c
1 St James’s Square
London SW1Y 4PD

HARI KEMERDEKAAN PAPUA BARAT TAHUN 2005

1 Desember 2005

Yth. Lord Browne

Kami berada didepan Kantor Pusat BP di London sore hari ini untuk memperingati 44 tahun hari ulang tahun Proklamasi Kemerdekaan Rakyat Papua Barat pada tanggal 1 Desember 1961.

Kami berada disini saudara-saudari kami di Papua tidak bebas untuk merayakan hari Nasional mereka diatas tanah mereka sendiri.

Kami disini untuk menaikkan bendera Papua Barat Bintang Kejora karenda saudara-saudari Papua kami tidak bebas untuk menaikkannya diatas tanah mereka sendiri.

Kami menyebut nama-nama Filep Karma dan Yusak Pakage, dua orang Papua Barat yanag ditahana dan dianiaya tepatnya hari ini pada tahun yang lalu (1 Desember 2004) karena menaikkan bendera Bintang Pagi secara damai. Seperti yang anda ketahui, pada bulan Mei tahun ini mereka telah dijatuhi hukuman 15 tahun dan 10 tahun untuk karena mengibarkan sebuah bendera.

Kami berada disini karena perusahaan anda, BP secara memalukan bekerja sama dengan pendudukan secara illegal dan brutal di Papua Barat.

Gas yang akana anda ambil dari Papua Barat bukan milik BP atau pemerintah di Jakarta, gas itu adalah milik Rakyat Asli Papua Barat. Jenderal Suharto dan penerusnya tidak memiliki hak yang lebih untuk menjual sumber daya alam Papua kepada anda daripada Hitler memiliki hak untuk menjual emas dari gigi-gigi para korbannya untuk Switzerland.

Setiap kapal penuh berisi gas yang meninggalkan Papua akan diisi dengan darah Papua.

Setiap hari ketika BP tinggal diam terhadap pembunuhan di Papua Barat, banyak laki-laki dan perempuan serta anak-anak Papua Barat tak bersalah dibunuh,diperkosa, dan dihancurkan oleh rejim yang mana anda siap untuk berbisnis dengannya.

Apakah ini yang anda maksudkan dengan “tanggung jawab perusahaan”? Kami menyebutkannya sebagai kolusi secara diam-diam.

Salam hormat,

ttd
Richard Samuelson
Co-Director, Free West Papua Campaign, Oxford, U.K.

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece