Update Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Kekejaman Negara
Operasi Militer
Ancaman/ Terror
Militerisme
Kerjasama Militer
Terorisme Dunia
Mati Misterius
Kejahatan Milisi
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Operasi Militer

Tentang OPM, Kodam Kedepankan Teritorial. Pangdam : Berjuang Lewat Jalur Diplomasi Lebih Berbahaya dari Pada yang Bersenjata
By SKH Cepos - Selasa, 13 Des 2005
Dec 13, 2005, 06:30

 
JAYAPURA-Menyusul pernyataan dari Kapuspen TNI Mayjen TNI Kohirin Suganda bahwa kekuatan Organisasi Papua Merdeka (OPM) pasca tewasnya 55 orang di Kabupaten Yahukimo, kembali menguat, menjadi perhatian Pangdam XVII/Trikora, Mayjen TNI George Toisutta.

Menurut Pangdam, informasi tentang kembali menguatnya OPM di Papua, barulah sebatas sinyalemen (Wacana). Namun, hal itu juga harus diwaspadai. Dan untuk mempersempit gerak langkah OPM, Kodam akan mengedepankan operasi teritorial.

"TNI selaku alat penjaga kedaulatan negara, tentunya setiap saat siap selalu waspada terhadap kemungkinan-kemungkinan munculnya kekuatan kelompok-kelompok yang berupaya mengganggu dan mengancam integrasi bangsa. Sebab menjaga kedaulatan dan keutuhan bangsa adalah tugas pokok TNI yang harus melekat pada setiap prajurit," ujar Pangdam kepada Cenderawasih Pos, kemarin.

Dijelaskan, terkait dengan keberadaan gerakan separatis itu, maka upaya yang harus dilakukan adalah menggelar operasi militer secara terbatas. Sebagai contoh, jajaran Kodam XVII/Trikora dalam menjalankan tugas-tugasnya tetap mengedepankan operasi-operasi teritorial.

"Meski operasi militer itu tetap dilakukan, namun Kodam XVII/Trikora dalam melaksanakan tugas-tugas pokoknya akan tetap mengedepankan operasi-operasi teritorial. Sebab kita yakini dengan operasi teritorial ini merupakan salah satu pendekatan yang tepat untuk membantu masyarakat dalam mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapinya," ujarnya di sela-sela melihat langsung kegiatan kurve di Makodam.

Disinggung tingkat kerawanan keamanan dan kekuatan OPM di Papua, menurut Pangdam, daerah-daerah yang perlu diwaspadai terkait munculnya kekuatan OPM itu adalah di daerah perbatasan. Sebab, daerah perbatasan itu merupakan tempat yang sangat rawan untuk memasukkan senjata-senjata ilegal ke wilayah Papua.

Begitu pula, ketika OPM itu berhadapan dengan TNI, maka mereka cenderung lari ke daerah perbatasan. "Nah, cara yang harus kita lakukan untuk mencegah upaya penyelundupan senjata-senjata ilegal itu adalah dengan memperbanyak pos-pos keamanan,''ujarnya.

Namun diakuinya, karena keterbatasan sarana dan anggaran yang ada, sehingga tidak mungkin wilayah perbatasan yang begitu luas itu mampu didirikan pos-pos keamanan secara keseluruhan.

Menurut Pangdam, gerak langkah OPM ada dua. Yang pertama dengan senjata dan yang kedua dengan cara diplomasi ke luar negeri. Dan menurut Pangdam, kelompok yang seharusnya perlu diwaspadai adalah kelompok-kelompok yang berjuang lewat jalur diplomatis, dari pada OPM yang sangat minim persenjataanya. ''Sebab, kelompok separatis politik itu memiliki jaringan yang sangat luas, dibandingkan mereka-mereka yang berjuang di hutan,''katanya.

Pangdam juga menjelaskan bahwa akar permasalahan munculnya gerakan-gerakan itu karena faktor kesejahteraan. Karena itu, pendekatan yang paling tepat untuk mengatasi permasalahan itu adalah lewat pembangunan yang bisa menyentuh rakyat secara langsung.

Menurutnya, kalau rakyat hidupnya makmur dan kebutuhan pokoknya terpenuhi dengan baik, maka mereka tidak ada lagi pemikiran-pemikiran untuk merdeka. " Sehingga bisa disimpulkan juga bahwa akar masalah yang mereka hadapi itu adalah soal kesenjangan hidup. Lewat kebijakan Otonomi Khusus ini peran pemerintah daerah untuk mereduksi permasalahan-permasalahan yang dihadapi rakyat sangat tinggi. Sekarang persoalannya adalah bagaimana dana Otsus yang ada itu mampu dimanej dengan baik, agar tingkat kesejahteraan rakyat ikut terangkat," paparnya. (mud)

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
LAPORKAN HASIL KONGRES NASIONAL I TPN-PB CREW SPMNews DIPECAT
SANGKUR YIKWA BUKAN ANGGOTA TPN/OPM
Polisi Usut Perusakan Monumen Mandala
Press Release Front Pepera PB : Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan James Bob Moffet Segera Tutup PT Freeport Indonesia!
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
Perang Terorisme
Senator AS Pertanyakan Keamanan Warga Papua
Terdakwa Kasus Wagete Dituntut 5 Bulan Penjara
Demo FRPAM ke DPRP Nyaris Ricuh
KUTUKAN KP- AMP ATAS INSIDEN FREEPORT DI TIMIKA PAPUA BARAT
Ruben Edoway Bantah Pernyataan GT Situmorang
Eko Terorisme
Desak, Renegosiasi Kontrak Kerja Freeport
AKSI TUJUH ELEMEN PERGERAKAN MHS DAN PRODEM TUNTUT TOLAK TDL DAN TUTUP FREEPORT
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
MRP Turunkan Tim untuk Temui Tujuh Suku
SERUAN AKSI DI TIMIKA PAPUA BARAT
Politik Indonesia
Pro-Kontra Irjabar: MRP Menyimpang dari Komitmen
Penyelesaian Politik Papua Harus Sesuai UU Otsus
Empat Kabupaten Tetap Tolak Pilkada Irjabar
Menhan: Masalah Papua Persoalan Multidimensional
MRP Sesalkan Jakarta Dorong Pilkada Irjabar
Editorial & Opini
KAPAN PAPUA MERDEKA?
PAPUA DIANTARA KONFLIK KEPENTINGAN DAN GENOCIDE
PT Freeport-Rio Tinto: Lambang Kejahatan Kemanusiaan atas Papua Barat
PESAN BURUK DARI PAPUA
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
Fokus Isu
ALLAH PAPUA BUKAN BERAGAMA TETAPI KOMUNIS
Green Piece: Di Papua tak Perlu Ada HPH
Islam, Otonomi dan Papua Merdeka
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece