Update Terakhir: Dec 14th, 2005 - 00:03:22
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Gerilya
Dukungan Dunia
Usaha Diplomasi
Dialog Politik
Demo/ Protes
Petisi/ Surat
Gugat Pepera 69
Penegakan Hukum
Kisah Perjuangan
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Kisah Perjuangan

BENDERA BINTANG KEJORA BERKIBAR SEHARI PENUH DI KANTOR WALI KOTA OXFORD INGGRIS
By WPNews Europe
Dec 13, 2005, 23:28

 
Keterangan Gambar: Nampak Bendera Bintang Kejora berkibar di Kantor Wali Kota Oxford




















01 Desember 2005
Oxford WPNews - Hujan turun rintik-rintik dipagi hari saat penduduk kota Oxford mulai beraktifitas seperti biasanya. Tetapi tidak sangka bahwa pada tanggal 1 Desember 2005 hari Kamis itu merupakan sebuah hari istimewa yang lain daripada biasanya khususnya bagi rakyat Papua yang sedang merindukan kemerdekaannya karena pada hari itu (Kamis 1 Desember 2005) untuk pertama kalinya dalam Sejarah Kerajaan Inggris, Bendera Bintang Kejora boleh mendapat kehormatan untuk berkibar selama 1 hari penuh diatas tiang bendera Gedung Kantor Walikota Oxford (Oxford Town Hall).

Berkibarnya bendera Bintang Kejora diatas gedung Town Hall tentu saja bukan sesuatu hal yang terjadi secara kebetulan atau tiba-tiba saja. Sembilan bulan yang lalu tepatnya tanggal 18 Maret 2005, di Gedung yang sama telah dilakukan peluncuran dan peresmian Oxford Free West Papua Campaign, sebuah organisasi yang mendukung kemerdekaan penuh bagi rakyat bangsa Papua Barat melalui lobi-lobi dan kampanye-kampanye didalam wilayah Kerajaan Inggris dengan tujuan meningkatkan kepedulian dan dukungan masyarakat Inggris terhadap perjuangan rakyat Papua untuk memperoleh kemerdekaannya. Acara peluncuran Kampanye Papua Merdeka tersebut dihadiri oleh Wali Kota Oxford (Mr. Bob Price), Anggota Parlemen Partai Buruh (Mr. Andrew Smith,MP), Anggota Partai Hijau (Dr. Caroline Lucas yang diwakili oleh stafnya), Uskup Oxford (Rev. Richard Harries) dan beberapa pejabat penting di kota Oxford. Tampak dalam Foto Benny Wenda diapit oleh Walikota Oxford Mr Bob Price dan Andrew Smith MP berpose bersama Uskup Oxford, Rev Richard Harries dan Richard Samuelson Co-director Oxford Free West Papua Campaign dan teman-teman lainnya.

Benny Wenda saat dimintai komentarnya menyatakan kebanggaannya bahwa isu Papua Merdeka dan penderitaan rakyat Papua sudah didengar oleh penduduk kota Oxford sehingga dukungan masyarakatpun terus meningkat. Buktinya hari ini kita bisa saksikan sendiri bendera Bintang Kejora boleh berkibar di atas Town Hall di jantung pusat kota Oxford, kota Pusat Ilmu Pegetahuan yang telah melahirkan tokoh-tokoh ilmuan dan pemimpin-pemimpin terkenal dunia diatas Planet Bumi ini. Ketika ditanya tentang apa saja kegiatan Free West Papua Campaign pada tanggal 1 Desember 2005, Benny Wenda menyampaikan bahwa selain pengibaran bendera Bintang Kejora sehari penuh di Town Hall kota Oxford, kegiatan lainnya yang akan diadakan adalah pengibaran bendera Bintang Kejora dan unjuk rasa didepan Kedutaan Besar Indonesia di London dan unjuk rasa di depan Gedung Kantor BP dan Kantor Freeport (Rio Tinto) di London. Menurut Benny, demonstrasi ini diorganisir oleh Oxford Free West Papua Campaign dan didukung oleh berbagai organisasi mahasiswa dan pemuda di Oxford dan di London seperti Oxford University Free West Papua Campaign (OUFWPC), Oxford Students Activist Network (OSAN), Oxford Green Students, dan didukung pula oleh beberapa Artis kota London dan para aktivis yang merupakan saudara-saudara kita yang berasal dari Timor Leste dan Papua New Guinea.***
_________________




© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece