Update Terakhir: Dec 20th, 2005 - 07:38:59
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Isu Kesehatan
Isu Perempuan
Isu Kesukuan
Isu Terkait
Duka/ Belasungkawa
Isu Umum
Isu Melanesia
Isu Keagamaan
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Duka/ Belasungkawa

Gubernur Papua Wafat, Bantuan untuk Yahukimo Sementara Terhenti
By Kornelis Kewa Ama (Kompas)
Dec 20, 2005, 07:36

 

Selasa, 20 Desember 2005
Jayapura, Kompas - Gubernur Papua Jacobus Perviddya Solossa meninggal, Senin (19/12) malam. Ia meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah Dok II Jayapura beberapa saat setelah membuka peringatan HUT Ke-25 dan Reuni SMA Negeri II Jayapura. Almarhum diduga terkena serangan jantung.

Asisten III Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Abdul Kadir Djabar di RSUD Dok II Jayapura semalam mengatakan, doktor ilmu sosial lulusan Universitas Padjadjaran itu pada pukul 19.00 WIT membuka kegiatan SMA Negeri II di Gedung Olahraga Cenderawasih, Jayapura. Setelah itu, sekitar pukul 19.30 almarhum dengan mobil dinas bersama ajudannya menuju Gedung Sasana Karya.

”Namun, dalam perjalanan, sekitar 500 meter dari Gedung Olahraga, almarhum memerintahkan sopir pribadinya, Ngadin, menuju Rumah Sakit Dok II Jayapura, yang terletak sekitar 500 meter dari lokasi saat itu,” kata Abdul Kadir.

Almarhum langsung masuk ruang unit perawatan intensif (ICU). Para dokter dan perawat di rumah sakit itu berusaha membantu almarhum dengan pertolongan medis. Namun, sekitar pukul 21.30 almarhum mengembuskan napas terakhir. Istrinya, Ny Emma Solossa, adik kandungnya, para ajudan, dan sopir berada di sisinya ketika Solossa mengembuskan napas terakhir.

Pihak rumah sakit mengatakan, Solossa diduga wafat akibat serangan jantung. Meski demikian, pihak Polresta Jayapura berupaya melakukan otopsi terhadap jenazah almarhum. Solossa meninggal dunia beberapa saat setelah mencicipi makanan di peringatan HUT SMAN II.

Kegiatan Gubernur Solossa kemarin sangat padat. Pukul 08.00 ia menerima tamu di kediamannya. Tamu ini sebagian besar adalah masyarakat Papua dari beberapa kabupaten/kota yang hampir setiap hari bertemu gubernur, meminta berbagai bantuan.

Pukul 11.00 Solossa membuka seminar perempuan di Gereja Pniel Kota Raja. Pukul 13.00 merayakan Natal bersama di Gereja Elim Abepura. Pukul 19.00 merayakan HUT dan Reuni SMAN II Jayapura.

Sedianya pukul 20.00 almarhum akan hadir pada peringatan Hari Trikora di Sasana Karya, Kantor Gubernur, dan pukul 21.00 membuka rapat kerja Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan.

Pengawalan terhadap jenazah almarhum sangat ketat. Pers dilarang mengambil gambar di rumah sakit, dan di rumah duka aparat melarang masyarakat masuk. Sempat terjadi keributan di depan jenazah almarhum antara masyarakat pelayat dan ajudan pribadi.

Massa langsung mendobrak pintu masuk dan menerobos masuk melihat jenazah. Bahkan ada di antara massa yang memukul ajudan gubernur di depan pintu karena emosi. Mereka menyatakan kurang puas atas sikap ajudan gubernur yang menghalangi massa melayat.

Hampir setiap hari Solossa membuka atau memimpin 3-8 acara/kegiatan menyusul pengunduran diri Wakil Gubernur Drh Constant Karma tanggal 2 Desember 2005. Panitia kegiatan selalu menginginkan acaranya dibuka atau dipimpin gubernur.

Ribuan pelayat, termasuk para pejabat, memenuhi rumah sakit, tempat Solossa disemayamkan.

Almarhum meninggalkan seorang istri dan dua putra, yakni Ekatherma Solossa dan Aquino LR Solossa.

Solossa adalah salah satu calon Gubernur Papua periode 2005-2010, berpasangan dengan Paskalis Kosy. Pasangan ini dinilai sebagai calon kuat karena sebagian besar masyarakat Papua masih mendukung Solossa.

Program utamanya adalah pengembangan ruas jalan strategis di Papua. Program ini mendapat dukungan dari sebagian besar masyarakat.

Solossa meninggal di tengah demikian peliknya persoalan di Papua. Ia sekaligus menangani masalah perbatasan dan Organisasi Papua Merdeka, pemekaran wilayah, otonomi daerah, keterbelakangan sebagian warga Papua, bahkan terakhir masalah kelaparan di Yahukimo.

Berbelasungkawa

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya Gubernur Papua JP Solossa semalam. ”Kita berduka, Gubernur Papua Saudara JP Solossa meninggal dunia karena sakit Senin malam di Jayapura. Atas nama negara dan pemerintah, saya mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga keluarga diberi ketabahan dan tawakal menghadapi ujian ini,” ujar Presiden di Kantor Presiden, Jakarta.

Karena pada saat almarhum akan dimakamkan Presiden akan melantik para perwira TNI dan kepolisian, Presiden menugaskan Wakil Presiden Jusuf Kalla atas nama pemerintah untuk memimpin upacara pemakaman almarhum di Jayapura.

Berkaitan dengan masalah kelaparan, penyaluran bantuan makanan dan obat-obatan kepada warga di sejumlah distrik di Kabupaten Yahukimo dihentikan sementara, 23 Desember 2005 hingga 1 Januari 2006.

Hal itu terjadi karena sejumlah pesawat yang digunakan untuk menyalurkan bantuan digunakan untuk melayani jalur lain. Pilot-pilot pesawat libur Natal dan Tahun Baru.

Dihentikannya pengiriman bantuan selama 10 hari itu diperkirakan akan memperburuk kondisi warga di Yahukimo karena berarti mereka tidak memperoleh suplai bahan makanan selama waktu itu.

”Penghentian pengiriman hanya sementara karena pesawat-pesawat kecil yang biasa menyalurkan bantuan pangan ke lokasi-lokasi kelaparan akan digunakan untuk melayani rute lain,” kata Kepala Staf Komando Distrik Militer Wamena Mayor IN Sumitra, yang juga koordinator lapangan bantuan posko terpadu bagi masyarakat Yahukimo, Senin kemarin.

”Tanggal 2 Januari 2006 pengiriman akan kembali dilakukan,” ujar Sumitra.(KOR/SSD/INU/MUL/RAY/GSA)


© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece