Update Terakhir: Dec 22nd, 2005 - 04:27:02
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Otonomi Khusus
Kebijakan Penjajah
Hubungan LN
Hukum & Demokrasi
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Kebijakan Penjajah

SABAM SIRAIT: JANGAN MEMAKSA ORANG PAPUA DAN ACHEH MENCINTAI REPUBLIK INDONESIA
By SP Daily
Dec 22, 2005, 04:19

 
Jakarta, Kasus kelaparan di Kabupaten Yahukimo, merupakan bukti dari belum adanya keseriusan pemerintah pusat terhadap kondisi di daerah. Karena itu, jangan memaksa orang Papua maupun Aceh mencintai Republik Indonesia, kalau pemerintah sendiri tidak memerhatikan mereka dengan serius.

Hal itu dikemukakan politisi senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Sabam Sirait dalam percakapan dengan Pembaruan di Jakarta, Selasa (20/12) berkaitan dengan kematian 80 warga Yahukimo akibat kelaparan. Anggota Komisi I DPR itu menilai, kasus Yahukimo itu mungkin baru salah satu contoh yang mencuat ke permukaan, karena bisa saja di beberapa tempat lainnya di Papua atau wilayah Indonesia lain terjadi hal serupa.

Berkaitan dengan itu kata Sabam yang pernah menjadi anggota DPR dari daerah pemilihan Papua tersebut mengharapkan pemerintah benar-benar melakukan pemetaan wilayah. Pemerintah pusat sampai daerah kata Sabam, seharusnya mempunyai peta kemiskinan secara lebih rinci dan akurat kemudian dilakukan pembenahan dengan serius.

Dikatakan, kasus Yahukimo adalah sebuah pelajaran besar dan tidak pada tempatnya untuk saling menyalahkan.

Yang diharapkan adalah jajaran pemerintah harus benar-benar melakukan koordinasi yang baik, antara Menteri Dalam Negeri, Menteri Pertanian, Menteri Kesehatan, Menteri Sosial berikut pemerintah daerah masing-masing.

Menurut Sabam, secara umum Papua tertinggal dalam tiga hal, yakni pembangunan bidang kesehatan, pendidikan dan infrastruktur. Karena itu, ketiga hal tersebut harus menjadi prioritas pemerintah pusat membangun daerah paling Timur Indonesia ini. (M-15)


© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece