|
||||||
Update
Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
|
|
Isu Umum
Menurut spiritualis Ki Iman Ponco Waskito, salah seorang dari dwi-tunggal pengemban amanat Ngesti Manunggal Yogyakarta, sosok Satrio Peningit yang digadhang-gadhang dan diprediksi muncul dari pojok. Benteng Wetan itu bukanlah dari kalangan tentara atau partai politik manapun. Dia justru berasal dari kalangan rakyat jelata yang punya basis pengetahuan tentang pertanian. “ kalau darah biru, itu betul. Ya dari tra Mataram,”ujar Ki Iman di padepokannya, Babadan, gedongkuning, Yogyakart. Menurutnya, sosok tersebut berasal dari tra Ndalem Pujokusuman atau Ndalem Puspodiningratan. Posisi kedua Ndalem itu memang searah dengan Pojok Benteng Wetan jika dilihat dari dua ringan kambar Alun-alun Utara Yogyakarta. Imam juga kembali menegaskan, Satrio Piningit bukan sebatas diproyeksikan sebagai pemimpin Negara. Dia mustikaning jati yang posisi dan keberadaannya nanti tidak sekadar mengenakan baju kepangkatan atau jabatan. Sebab Sang Satrio tetap amemposisikan dirinya diluar system dan struktur pemerintahan, tetapi tetap memegang kendali structural yang dijalankan pemerintah. “Dia satu tetapi ada dimana-mana dan mengendalikan kerja permerintahan demi kemaslahatan umat yang pluralis,” kata spiritualis kelahiran 1970 di Yogyakarta dan pernah laku tapa ditempat Mbah Ahmad Natagiri Kusumo, Lampung. Menurut anak didik Eyang Syar’I tokoh paranormal asal Banten yang dibagian punggungnya ditumbuhi bulu membentuk kalimat Allah (bahasa Arab) inilah hasil wisik yang diterimanya di Makam Raja-raja Imogiri beberapa bulan lalu. Ditegaskannya, hal itu klop dengan wisik yang dialami Eyang Syar’i. Dikatakannya jika Ki Ageng Selo muncul sebagai Satrio Piningit pada zamannya dengan kemampuannya memegang petir, maka Satrio Piningit di tahun 2006 akan ditandai dengan kemapuannya memeggang cumloroting lintang saka wetan yang bias disaksikan oleh banyak orang. Dia akan memunculkan ilmu hikmah yang esensinya pada penegakan keadilan dan kebenaran. Siapapun yang berlaku zalim akan dipengkap oleh “jarring” yang ditebarkannya sendiri. Pada saat itu diprediksi akan lebih banyak lagi pengeruk harta rakyat alias koruptor kelas kakap akan dijebloskan kedalan penjara. Disisi lain akan banyak oknum aparatur oenegak hokum yang menjadi pesakitan karena perbuatannya memperjual belikan undang-undang. Senyum keikhlasan dan pancaran mata batin Sang Satrio akan sanggup menembus nurani anak bangsa, terutama yang memiliki kedudukan strategis mengmbil kebijakan. Sehingga bencana alam, kelaparan dan guncangan kemanusiaan bisa teratasi lantaran para “pembuat bencana” dibelenggu. Tahun 2006 merupakan awal kesadaran dan keberanian rakyat menjemput kemkmuran. Meski demikian, jelas Ki imam, muncul tidaknya Satrio Piningit sangat bergantung pada tingkat kesiapan rakyat jelata. Sekarang inilah sebenarnya sedang terjadi tawar-menawar soal itu. “ Tapi untuk kongkritnya saya akan memunculkan sketsa wajah Satrio Pinigit hasil wisik itu pada akhir Desember ini,” janji Ki Imam menutup perbincangan. Sumber: Koran Merapi Edisi 22/12/2005 © Copyright 2003-2005 by watchPAPUA
|
|