Update Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Freeport MacMoRan
LNG BP Bintuni
Kegiatan Logging
Pembangunan
Alam Berbicara
Banjir/ Longsor
Gempa
Kecelakaan
Hama / Penyakit
Badai/ Gelombang
Petir/ Hujan
Ekologi/ Ekosistem
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Banjir/ Longsor

Banjir di Brebes, Rumah dan Jalan Terendam
By SP Daily
Dec 26, 2005, 03:59

 
BREBES - Hujan deras yang turun sejak Sabtu hingga Minggu (25/12) mengakibatkan sejumlah wilayah di Kabupaten Brebes, Jateng terendam banjir. Diantaranya kecamatan kota Brebes,dengan ketinggian air antara 35 sampai 50 centimeter.

Selain menggenangi sejumlah jalan dan permukiman di dalam kota, banjir menyebabkan meluapnya ratusan hektare tambak udang di Desa Randusanga Kulon dan Randusanga Wetan, Kecamatan Kota, Kabupaten Brebes.

"Ini musibah tahunan yang selalu kami alami setiap musim hujan," kata Kepala Urusan Ekonomi dan Pembangunan (Kaur Ekbang) Desa Randusanga Kulon, Ahmad Rohadi, kepada Pembaruan, Senin (26/12) pagi.

Menurut Rohadi, genangan air yang melebihi batas ketinggian tanggul tambak masih berlangsung sampai Senin (26/12) pagi. Dengan adanya banjir tersebut, petani tambak terpaksa memanen udangnya lebih awal. Dengan risiko kualitas udang rendah karena belum usia panen dan harga pun jatuh di pasaran. Selain itu, banyak pula petani yang kehilangan benur (bibit udang) yang baru ditebar, karena hanyut terbawa banjir.

Rohadi yang juga pengurus paguyuban petani tambak udang, mengharapkan Pemkab segera mengeruk Sungai Sigedeng yang sudah dangkal akibat pelumpuran. Pendangkalan inilah yang menjadi penyebab terjadi banjir yang merugikan petani tambak di saat musim hujan seperti sekarang. (WMO/W-8).
-------------------------------------------------------
Last modified: 27/12/05

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
LAPORKAN HASIL KONGRES NASIONAL I TPN-PB CREW SPMNews DIPECAT
SANGKUR YIKWA BUKAN ANGGOTA TPN/OPM
Polisi Usut Perusakan Monumen Mandala
Press Release Front Pepera PB : Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan James Bob Moffet Segera Tutup PT Freeport Indonesia!
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
Perang Terorisme
Senator AS Pertanyakan Keamanan Warga Papua
Terdakwa Kasus Wagete Dituntut 5 Bulan Penjara
Demo FRPAM ke DPRP Nyaris Ricuh
KUTUKAN KP- AMP ATAS INSIDEN FREEPORT DI TIMIKA PAPUA BARAT
Ruben Edoway Bantah Pernyataan GT Situmorang
Eko Terorisme
Desak, Renegosiasi Kontrak Kerja Freeport
AKSI TUJUH ELEMEN PERGERAKAN MHS DAN PRODEM TUNTUT TOLAK TDL DAN TUTUP FREEPORT
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
MRP Turunkan Tim untuk Temui Tujuh Suku
SERUAN AKSI DI TIMIKA PAPUA BARAT
Politik Indonesia
Pro-Kontra Irjabar: MRP Menyimpang dari Komitmen
Penyelesaian Politik Papua Harus Sesuai UU Otsus
Empat Kabupaten Tetap Tolak Pilkada Irjabar
Menhan: Masalah Papua Persoalan Multidimensional
MRP Sesalkan Jakarta Dorong Pilkada Irjabar
Editorial & Opini
KAPAN PAPUA MERDEKA?
PAPUA DIANTARA KONFLIK KEPENTINGAN DAN GENOCIDE
PT Freeport-Rio Tinto: Lambang Kejahatan Kemanusiaan atas Papua Barat
PESAN BURUK DARI PAPUA
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
Fokus Isu
ALLAH PAPUA BUKAN BERAGAMA TETAPI KOMUNIS
Green Piece: Di Papua tak Perlu Ada HPH
Islam, Otonomi dan Papua Merdeka
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece