Update Terakhir: Dec 29th, 2005 - 07:10:38
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Kekejaman Negara
Terorisme Dunia
Mati Misterius
Kejahatan Milisi
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Kejahatan Milisi

Nama-Nama Provokator Indonesia Di Kabupaten Puncak Jaya, Papua Barat – Wilayah Sinak, Mulia, Jamo, Kuyawagi, Ilaga, Beoga,Tugapa dan Ilu
By Gen. TPN/PB Goliath Naaman Tabuny
Dec 29, 2005, 06:53

 

Nama-nama Provokator Indonesia yang kami sebutkan dibawah ini adalah mereka yang selalu memata-matai Perjuagan Gerilyawan TPN/OPM dan DeMMak (Dewan Musyawarah Masyarakat Adat Koteka), memprovokasi Rakyat Papua supaya tetap setia kepada Indonesia, memberikan bantuan studi untuk menjinakkan Mahasiswa/I Puncak Jaya di Jayapura dan kota-kota studi lainnya, dan seterusnya. Kegiatan mereka dipusatkan di seluruh wilayah Kab. Puncak Jaya, Jayapura, Manokwari, Jogjakarta dan Jakarta Raya.

Diharapkan kepada Rakyat Papua dari Sorong sampai Merauke untuk memperbanyak edaran ini dan menyebarluaskannya di kalangan Rakyat Papua supaya kejahatan mereka bisa diketahui oleh semua yang berjuang untuk kemerdekaan Papua Barat.

Berikut nama-nama mereka dilengkapi dengan pekerjaan dan posisi (tempat tinggal) :

1. Jason Wonerengga (Ketua Klasis Jamo), 2. Jusak Wonerengga (Ketua Klasis Mulia), 3. Andarias Wenda (Petani – Jamo), 4. Mika Allom (Petani/Swasta – Mulia), 5. Mia Allom (Petani/Swasta – Mulia), 6. Wetinus Wenda (Satpam – Mulia), 7. Elvis Tabuni (Ketua DPRD Kab. Puncak Jaya), 8. Jonatan Tabuni (Kepala Kampung Tinggin), 9. Kukuk Telenggen (Kepala Kampung Ndogopaga), 10. Leki Wem Telenggen (PNS Kab. P.Jaya-Mulia), 11. Es. Tamori Telenggen (Ketua RT Wujuki), 12. Lemas Wenda (Petani – Ndogopaga), 13. Luta Wanimbo (Petani – Ndogopaga), 14. Darius Enumbi (Anggota DPRD Kab. P. Jaya, Komisi C), 15. Barnabas Tabuni (Anggota DPRD Kab. P. Jaya), 16. Tery Telenggen (Petani-Mulia), 17. Iskandar Tabuni (Anggota DPRD Kab. P. Jaya), 18. Wendiman Wonda (Petani – Mulia), 19. Aberogi Gire (Petani – Mulia), 20. Kikup Tabuni (Petani – Mulia), 21. Jogeleh Kiwo (Petani – Mulia), 22. Kiluriaban Kiwo (Kepala Suku), 23. Wagariakban Telenggen (Kepala Suku), 24. Rahel Elby (Kepala Distik Mulia), 25. Arnoldus Tabuni (Petani – Jurumugum), 26. Josep Wanimbo (Mantri – Mulia), 27. Jorara Wenda (Kampung Jamo), 28. Iluktugi Morib (Kampung Jamo), 29. Nombongge Gire (Anggota DPRD Kab. P.Jaya – Mulia, Ilu, Nalu), 30. Malondi Karopa (Petani), 31. Luter Wonda (Nioga), 32. Elisa Wakerkwa (Tingginambut), 33. Pontius Enumbi (Kepala Kampung Jamonery), 34. Luther Kogoya (Mbina), 35. Dainus Morib (Kepala Kampung Kelebut), 36. Julianus Murib (Kepala Kampung Jaguria), 37. Alez Wanimbo (Anggota DPRD Kab. P.Jaya), 38. Wakugak Murib (Jaguria), 39. Sakius Matuan (Kepala Kampung Ageinggen0, 40. Enus Murib (Aparat Kampung Agandugume), 41. Gerejamage Murib (Kepala Kampung Pameput), 42. Terianus Kulua (Anggota DPRD Kab. P. Jaya), 43. Josia Magay (Ilaga), 44. Pagame Magay (Petani – Ilaga), 45. Mogojilukwe Magay ( Petani – Tepenggi), 46. Willem Labene (Kepala Kampung Majuperi), 47. Beny Murib (Kepala Kampung Kimak), 46. Daud Magay (Kepala Kampung Misimaga), 47. Wil Murib (Pemuda Kampung Tobanggi), 48. Tanggome Murib (Kampung Kimak), 49. Mekome Murib (Beoga, Wambe), 50. Jagura Magay (Kepala Suku), 51. Berewak Murib (Kepala Suku), 52. Ruben Wamang (Anggota DPRD Kab. P. Jaya), 53. David Wamang (Anggota DPRD Kab. P. Jaya), 54. Jori Murib (Kepala Kampung Kuyawagi), 55. Mumo Tumo (Ketua Klasis Kuyawagi), 56. Perias Murib (Kuyawagi), 57. Jemas Telenggen (Guru SD Kuyawagi), 58. Esin Kogoya (Kepala Kampung Wanuga), 59. Mesak Kogoya (Anggota DPRD Kab. P. Jaya), 60. Barundin Wakerkwa (Bag. Kepegawaian kab. P. Jaya), 61. Kaleb Murib (Anggota DPRD Kab. P. Jaya, Mantan Ketua Klasis Ilaga), 62. Alur Murib (Anggota DPRD Kab. P.Jaya), 63. Obaja Wakerkwa (Bag. Kepegawaian Kab. P. Jaya), 64. Lukas Enembe (Wakil Bupati Kab. P. Jaya, sekarang Calon Gubernur Papua).

Dikeluarkan di : Markas Pertahanan Pusat Komando Tiga Raja
Pada Tanggal : 16 Desember 2005

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece