Update Terakhir: Jan 3rd, 2006 - 07:39:13
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Gerilya
Dukungan Dunia
Usaha Diplomasi
Dialog Politik
Demo/ Protes
Petisi/ Surat
Gugat Pepera 69
Penegakan Hukum
Kisah Perjuangan
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Usaha Diplomasi

PDP dan DAP Akan Suarakan Papua Baru
By Kompas
Jan 3, 2006, 07:36

 
Sentani, Presidium Dewan Papua dan Dewan Adat Papua bersama seluruh elemen Papua akan melakukan rekonsiliasi, Januari-Mei 2006. Rekonsiliasi itu merupakan amanat Kongres Papua II, Mei-Juni 2000. Namun, di Jakarta Majelis Rakyat Papua justru tengah menjaring aspirasi soal pemekaran wilayah tetap dalam konteks otonomi khusus.

Sekretaris PDP Thaha Alhamid dalam pidato akhir tahun di makam Theys Hiyo Eluay di Sentani, Jumat (30/12), mengatakan, seluruh kekuatan dan potensi masyarakat akan disatukan untuk memperjuangkan amanat Kongres Papua II. Semua orang Papua, termasuk pejabat daerah, harus bersatu membangun Papua baru yang aman, damai, dan sejahtera.

Belanda dan Indonesia tidak mampu membangun Papua. Kemiskinan dan penderitaan tetap dipelihara karena mereka tak ingin kitorang Papua maju. Karena itu, sudah saatnya kita membangun diri sendiri, kata Thaha.

Banyak pejabat Jakarta tak tahu persoalan Papua, tetapi bertindak tahu dan membuat pernyataan mengenai Papua. Di Jakarta semua departemen ada desk Papua, tetapi mereka hanya meraba-raba Papua seperti orang buta meraba kerbau, kemudian membuat kesimpulan sendiri, yang lalu dipakai untuk mengatasi masalah Papua. Saya sesalkan pernyataan seorang menteri, orang Yahukimo kurus-kurus tetapi babinya gemuk-gemuk, mengapa ia membandingkan babi dengan manusia, kata Thaha.

Syukuran dihadiri pengurus PDP dan DAP serta 400 warga, termasuk mantan anggota Organisasi Papua Merdeka. Kelompok OPM, Satgas Papua, dan polisi adat memang dilibatkan PDP dan DAP untuk menyuarakan aspirasi Papua baru. Mereka tak lagi bicara UU Otonomi Khusus.

Tom Beanal, Ketua Dewan Adat Papua, menjelaskan, Kamis silam berlangsung pertemuan di Washington DC antara delegasi PDP dan anggota Kongres AS, Eni Faleomavaega dan Donald Payne. Ada sembilan delegasi PDP, di antaranya Tom Beanal, Thaha Alhamid, Willy Mandowen, dan Herman Awom. Pada pertemuan itu, Faleomavaega memberi dukungan terhadap PDP dan DAP.

Otonomi Khusus Papua

Di Jakarta Ketua Majelis Rakyat Papua Agus Alua menyatakan, pada 20-25 Januari 2006 MRP akan mengunjungi sejumlah wilayah di kawasan âepala Burung Papua, seperti Fakfak, Manokwari, dan Sorong, untuk menjaring masukan dari masyarakat terkait isu pemekaran.

Ini dilakukan karena dalam perkembangan terakhir, masyarakat di ketiga daerah itu menginginkan daerahnya dimekarkan seperti Irian Jaya Barat. Masalahnya, pengganti Gubernur Papua belum ada. Kami ingin semua pihak kumpul bersama dulu membahas soal pemekaran dan mengembalikannya sesuai UU No 21/2001 tentang Otonomi Khusus Papua, ujar Agus.

Hal itu disampaikan Agus seusai rapat koordinasi soal Papua di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. Turut hadir Panglima Kodam XVII Trikora Mayjen TNI George Toisutta dan Dirjen Kesbang dan Politik Depdagri Soedarsono H serta DPR Papua.

Sesuai mekanisme UU No 21/ 2001, usulan pemekaran itu akan dibahas dan dikaji DPR Papua, kemudian Setelah itu, Gubernur dan DPR Papua minta pertimbangan MRP, termasuk penjaringan aspirasi masyarakat Jika masyarakat ingin pemekaran, oke. Jika tidak, ya kami bilang tidak, ujar Agus. (KOR/DWA)



© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece