Update Terakhir: Jan 3rd, 2006 - 07:41:10
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Pesan Khusus
Opini Umum
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Opini Umum

2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
By Cepos
Jan 3, 2006, 07:39

 
*Bambang: Salah Satu Pemicunya karena Implementasi Otsus yang Tak Menyeruh

JAYAPURA-Dinamika politik yang terjadi di Papua pada tahun 2005 lalu diprediksi bakal berlanjut pada tahun 2006. Bahkan diperkirakan suhu politik ini makin tinggi lagi bila saja pemerintah daerah dan pusat tidak serius menyelesaikan persoalan penyebab terjadinya konflik-konflik politik itu.

Pendapat itu antara lain dilontarkan Pengamat Politik dan Hukum dari Universitas Cenderawasih, Bambang Sugiyono, SH, MH dan Drs Tambaip, MA yang ditemui terpisah.

Menurut Bambang, dinamika politik yang akan terjadi tahun 2006 di Papua tidak terlepas dari implementasi Otonomi Khusus (Otsus) yang belum dilakukan secara menyeluruh sesuai dengan amat yang ada di dalamnya.

"Yang pasti tahun ini dinamika politik tetap terjadi, dan kalau tidak diselesaikan secara baik dan menyeluruh dikhawatirkan terjadi gejolak. Tapi pada dasarnya gejolak poltik ini terjadi akibat implementasi Otsus yang dinilai belum maksimal sesuai dengan isi dan semangatnya," katanya kepada Cenderawasih Pos saat dihubungi, Senin (2/1) kemarin.

Dikatakan, untuk mengantisipasi gejolak itu, maka pemerintah pusat dan daerah harus serius mengimplementasikan Undang-Undang Otsus. Sebab, sepanjang Otsus ini tidak diimplementasikan secara baik, maka gejolak politik di Papua akan terus terjadi.

Lalu bagaimana dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)? Bambang mengakui, kalau gejolak politik yang disebabkan oleh Pilkada risikonya cukup besar. Hanya saja gejolak politik akibat Pilkada ini bisa dicegah sedini mungkin apabilah semua pasangan calon dan tim suksesnya secara dewasa menyikapi persoalan yang terjadi.

Senada dengan Bambang Sugiyono, Drs Beatus Tambaip, MA Dosen FISIP Universitas Cenderawasih mengatakan, kalau situasi politik di Papua tahun ini bakal masih memanas, meskipun itu bisa diantisipasi sebelumnya. Gejolak itu kemungkinan besar akan dipicu oleh implementasi Otsus yang belum menyeluruh.

"Suhu politik di Papua tahun 2006 ini sebenarnya tidak akan jauh beda dengan tahun 2005 lalu. Lebih banyak akan dipicu oleh implementasi Otsus dan kepentingan elite-elite politik di Papua maupun pusat," katanya kepada Cenderawasih Pos ditemui di kediamannya, Senin (2/1) kemarin.

Menurutnya, dinamika politik yang terjadi di Papua lebih banyak diperankan oleh para elite politik yang mempunyai kepentingan masing-masing. Oleh karena itu, ia meminta supaya masyarakat menyikapinya secara bijak dan dewasa tanpa cepat terpancing dengan segala isu yang segaja memperkeruh situasi.

Yang paling berbahaya, kata Beatus, adalah penyelesaian masalah Irian Jaya Barat (IJB) yang hingga saat ini statusnya belum jelas. "Disini antara masyarakat sendiri bisa baku hantam. Oleh karena itu, masalah IJB ini harus diselesaikan sebaik-baiknya karena itu menyangkut masalah kenpentingan elite politik," ujarnya.(ito)

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece