Update Terakhir: Jan 8th, 2006 - 21:59:23
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Freeport MacMoRan
LNG BP Bintuni
Kegiatan Logging
Pembangunan
Alam Berbicara
Ekologi/ Ekosistem
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Freeport MacMoRan

AMIEN RAIS MINTA DPR SERIUS SOROTI FREEPORT DAN NEWMONT
By Tempo
Jan 8, 2006, 21:57

 
TEMPO Interaktif, Semarang:Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasioanl Amien Rais, Jumat, 6 Desember, mengingatkan seluruh seluruh fraksi di DPR untuk serius menyoroti tiga penambang asing yang diduga merugikan negara dan merusak lingkungan. Tiga perusahaan penambang asing yang disebut oleh Amien adalah Newmont Minahasa, Freeport, serta satu perusahaan di Papua yang tak disebutkan oleh Amin.

Hal merigukan negara yang telah dilakukan oleh perusahaan asing tersebut, menurut Amien, adalah soal bagi hasil, di mana penambang mendapat 85 persen, sedangkan negara hanya mendapat 15 persen. Kerugian materi yang dialami negara yang lain adalah, perusahaan tersebut membayar pajak jauh lebih kecil dibanding seharusnya.

Hal lain adalah dampak lingkungan yang ditimbulkan. Menurut Amien, berdasarkan sebuah laporan, akibat penambangan yang dilakukan Freeport, lahan seluas 200 kilometer di Timika, Papua, menjadi tandus gara-gara pembuangan limbah. "Jadi, fraksi-fraksi di DPR harus lebih responsif terhadap masalah-masalah tersebut. Masalah pertambangan adalah skandal raksasa. Kalangan DPR harus harus membidiknya," kata Amien di Semarang, Jumat (6/1).

Selama ini, lanjutnya, hanya Fraksi PAN dan Fraksi PDIP saja yang bersuara nyaring soal ketiga perusahaan tersebut. "Jangan mengutak-utik masalah biaya telekonferensi presiden saja. Itu masalah kecil. Masalah pertambangan ini jauh lebih penting, lebih besar dibanding kasus BLBI," kata Amien.

Baik Freeport maupun Newmont telah membantah tuduhan adanya perusakan lingkungan. Mereka mengatakan bahwa pembuangan limbah mereka aman dan sesuai dengan standar internasional.

Bohirin-Tempo

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece