|
||||||
Update
Terakhir: Jan 12th, 2006 - 05:11:51
|
|
Kejahatan Milisi
Penipuan Massal secara terbuka ini sedang dikampanyekan oleh Para Penjilat Pantat Penjajah yang saat ini sedang mengorganisir diri dalam sebuah Organisasi bernama Forum Pemuda Peduli Pembangunan Boven Digoel. Tanpa malu-malu, mereka berkampanye secara terbuka sambil menghasut Orang Tua mereka untuk melupakan Perjuangan Papua Merdeka, dan sebaliknya, harus membantu Penguasa Indonesia dalam kegiatan-kegiatan Pembangunan. Saat ini penipuan mereka terbukti berhasil, ditandai dengan terbentuknya pemahaman keliru di kalangan Rakyat Papua Boven Digoel bahwa masa depan kehidupan mereka akan cerah kalau mereka mendukung berbagai kebijakan Indonesia seperti Pemekaran Distrik, Pemekaran Kabupaten, Pemekaran Provinsi dan segala sesuatu yang berkaitan dengan Pembangunan. Keberhasilan lainnya adalah hilangnya kewaspadaan Rakyat Papua Boven Digoel terhadap pencaplokan Tanah Ulayat mereka oleh Orang-Orang Pendatang. Saat ini, Orang-Orang Key, Jawa dan Toraja sudah membanjiri Kota Tanahmerah Digoel dan menguasai Pusat Kota sepanjang Ruas Jalan Utama, sementara Rakyat Pribumi yang suaranya pernah dimanipulasi untuk minta Pemekaran Kabupaten Boven Digoel mulai "Lipat Ekor" dan secara pelan tapi pasti, mulai mengungsi ke bekas pemukiman-pemukiman lama (Kampung Lama/Tua) di pinggiran Kota. Untuk diketahui, Forum Pemuda Peduli Pembangunan Boven Digoel dibentuk akhir tahun 2005 lalu oleh para pemuda setempat yang baru menyelesaikan studi di berbagai Kota Studi di Indonesia, terutama Jayapura. Forum ini dikendalikan langsung oleh Abdul Hakim Ahmad Aituarauw, Kepala BIN Wilayah Merauke yang tinggal di Jayapura dan saat ini sedang menjadikan Partai Sarikat Indonesia Provinsi Papua sebagai Alat Penunjang kerja-kerja BIN di Tanah Papua. Forum Pemuda Peduli Pembangunan Boven Digoel mempunyai banyak agenda terselubung yang bertujuan untuk memupuk karier para anggotanya dalam Birokrasi Kolonial di Pemkab Boven Digoel sambil menghancurkan Suku-Suku Pribumi setempat. Beberapa tujuan mereka yang telah terdeteksi antara lain : Membuat Tanah Ulayat Suku-Suku Wambon, Muyu, Awyu, Kombay dan Koroway berpindah kedalam genggaman tangan Orang-Orang Pendatang melalui Pemekaran Distrik-Distrik, Pemekaran Kabupaten Muyu dan Pemekaran Provinsi Papua Selatan. Akan tetapi, sepak terjang Forum yang Anti Rakyat ini dan segala penipuan mereka mulai mendapat sorotan dari para Orang Tua, sekalipun secara sembunyi-sembunyi mengingat kedekatan beberapa Orang Kunci Forum tersebut dengan Tentara Nasional Indonesia dan kekuatan-kekuatan Orang-Orang Pendatang yang Anti Suku-Suku Pribumi. "Mereka kira kita Orang Bodoh jadi bilang UNAMET akan turum ke Papua. UNAMET itu singkatan dari United Nation Transitional Mission in East Timor dan tugasnya urus transisi Timor Leste sewaktu mereka mau merdeka sendiri. Dasar, Sarjana-Sarjana suka jilat pantat pejabat sampai otak tidak berfungsi dengan baik", Ungkap seorang tokoh Masyarakat Boven Digoel sambil menertawai sepak terjang Para Penjilat Pantat Penjajah yang semuanya berasal dari keluarga miskin itu.*** © Copyright 2003-2005 by watchPAPUA
|
|