Update Terakhir: Jan 12th, 2006 - 05:11:51
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Kekejaman Negara
Terorisme Dunia
Mati Misterius
Kejahatan Milisi
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Kejahatan Milisi

Tentang Papua Merdeka, Para Penjilat Pantat Penajajah Tipu Rakyat Papua Boven Digoel
By SPMNews Maro
Jan 12, 2006, 04:40

 
Tanahmerah Digoel - (SPMNews) -- SEJAK Beberapa bulan terakhir ini Rakyat Papua di Kabupaten Boven Digoel - Papua Selatan - sedang disuguhi berbagai informasi yang menyesatkan tentang perkembangan perjuangan Papua Merdeka. Mereka diberitahu bahwa tidak lama lagi, UNAMET akan turun ke Papua untuk menyelesaikan persoalan kemerdekaan Papua. Oleh karenanya, Rakyat Papua Boven Digoel tidak perlu terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan Perjuangan Papua Merdeka.

Penipuan Massal secara terbuka ini sedang dikampanyekan oleh Para Penjilat Pantat Penjajah yang saat ini sedang mengorganisir diri dalam sebuah Organisasi bernama Forum Pemuda Peduli Pembangunan Boven Digoel. Tanpa malu-malu, mereka berkampanye secara terbuka sambil menghasut Orang Tua mereka untuk melupakan Perjuangan Papua Merdeka, dan sebaliknya, harus membantu Penguasa Indonesia dalam kegiatan-kegiatan Pembangunan.

Saat ini penipuan mereka terbukti berhasil, ditandai dengan terbentuknya pemahaman keliru di kalangan Rakyat Papua Boven Digoel bahwa masa depan kehidupan mereka akan cerah kalau mereka mendukung berbagai kebijakan Indonesia seperti Pemekaran Distrik, Pemekaran Kabupaten, Pemekaran Provinsi dan segala sesuatu yang berkaitan dengan Pembangunan. Keberhasilan lainnya adalah hilangnya kewaspadaan Rakyat Papua Boven Digoel terhadap pencaplokan Tanah Ulayat mereka oleh Orang-Orang Pendatang.

Saat ini, Orang-Orang Key, Jawa dan Toraja sudah membanjiri Kota Tanahmerah Digoel dan menguasai Pusat Kota sepanjang Ruas Jalan Utama, sementara Rakyat Pribumi yang suaranya pernah dimanipulasi untuk minta Pemekaran Kabupaten Boven Digoel mulai "Lipat Ekor" dan secara pelan tapi pasti, mulai mengungsi ke bekas pemukiman-pemukiman lama (Kampung Lama/Tua) di pinggiran Kota.

Untuk diketahui, Forum Pemuda Peduli Pembangunan Boven Digoel dibentuk akhir tahun 2005 lalu oleh para pemuda setempat yang baru menyelesaikan studi di berbagai Kota Studi di Indonesia, terutama Jayapura. Forum ini dikendalikan langsung oleh Abdul Hakim Ahmad Aituarauw, Kepala BIN Wilayah Merauke yang tinggal di Jayapura dan saat ini sedang menjadikan Partai Sarikat Indonesia Provinsi Papua sebagai Alat Penunjang kerja-kerja BIN di Tanah Papua.

Forum Pemuda Peduli Pembangunan Boven Digoel mempunyai banyak agenda terselubung yang bertujuan untuk memupuk karier para anggotanya dalam Birokrasi Kolonial di Pemkab Boven Digoel sambil menghancurkan Suku-Suku Pribumi setempat. Beberapa tujuan mereka yang telah terdeteksi antara lain : Membuat Tanah Ulayat Suku-Suku Wambon, Muyu, Awyu, Kombay dan Koroway berpindah kedalam genggaman tangan Orang-Orang Pendatang melalui Pemekaran Distrik-Distrik, Pemekaran Kabupaten Muyu dan Pemekaran Provinsi Papua Selatan.

Akan tetapi, sepak terjang Forum yang Anti Rakyat ini dan segala penipuan mereka mulai mendapat sorotan dari para Orang Tua, sekalipun secara sembunyi-sembunyi mengingat kedekatan beberapa Orang Kunci Forum tersebut dengan Tentara Nasional Indonesia dan kekuatan-kekuatan Orang-Orang Pendatang yang Anti Suku-Suku Pribumi.

"Mereka kira kita Orang Bodoh jadi bilang UNAMET akan turum ke Papua. UNAMET itu singkatan dari United Nation Transitional Mission in East Timor dan tugasnya urus transisi Timor Leste sewaktu mereka mau merdeka sendiri. Dasar, Sarjana-Sarjana suka jilat pantat pejabat sampai otak tidak berfungsi dengan baik", Ungkap seorang tokoh Masyarakat Boven Digoel sambil menertawai sepak terjang Para Penjilat Pantat Penjajah yang semuanya berasal dari keluarga miskin itu.***

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece