Update Terakhir: Jan 14th, 2006 - 19:46:03
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Freeport MacMoRan
LNG BP Bintuni
Kegiatan Logging
Pembangunan
Alam Berbicara
Ekologi/ Ekosistem
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Freeport MacMoRan

FREEPORT BANTAH SOAL PENCEMARAN LINGKUNGAN PAPUA
By Kantor Berita ANTARA
Jan 14, 2006, 19:36

 
New York, (ANTARA News) - Pihak Freeport Mc-MoRan Copper & Gold Inc. yang berkantor pusat di New Orleans, AS, mengaku cukup terganggu dengan pemberitaan pers di negara tersebut mengenai kerusakan lingkungan akibat operasional perusahaan pertambangan emas itu di Provinsi Papua, Indonesia.

"Manajemen lingkungan kami sesuai dengan standar Indonesia dan internasional," kata Wakil Presiden bidang komunikasi Freeport-McMoRan, William Collier ketika dihubungi dari New York, Kamis (12/1).

Collier mengatakan bahwa tulisan di The New York Times baru-baru ini mengenai Freeport-McMoRan di Papua tersebut tidak seimbang dan tidak akurat, "Masalah-masalah yang tertulis dalam artikel itu semuanya adalah berita lama, yang pernah ditulis media lainnya pada 3-10 tahun lalu dan umumnya berfokus pada saat pemerintahan Presiden Soeharto yang sudah mundur tahun 1998," katanya.

"Sistem manajemen lingkungan kami telah mendapat sertifikat ISO 14001 untuk empat tahun terakhir," tambahnya..

Cara kerja Freeport dalam mengelola limbah tersebut juga pernah menjadi subjek evalusi dari auditor lingkungan independen pada 1996, 1999, 2002 dan 2005 yang hasilnya sudah dipublikasikan.

Collier juga mengutip sumber dari dari pejabat Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia baru-baru ini bahwa evaluasi pelaksanaan PT Freeport tidak ada masalah.

Sorotan pers AS mengenai pencemaran lingkungan di Papua ditulis sebagai hasil investigasi The New York Times 27 Desember lalu, yang kemudian juga tindak lanjuti dengan pemberitaan oleh beberapa media di negara tersebut.

Times juga menulis dalam editorialnya bahwa kerusakan lingkungan yang ditimbulkan akibat kegiatan penambangan oleh Freeport cukup memprihatinkan.

Pertambangan yang dilakukan Freeport di Papua telah memproduksi satu miliar ton sampah tambang, dan akan ada lima miliar ton lagi, tulis koran itu..

Sebagian limbah tersebut ditumpuk di gunung-gunung sekitar arial pertambangann, dan sebagian lain dialirkan ke sungai-sungai yang kemudian menuju kawasan rendah dan pantai, sehingga menganggu kelangsungan kehidupan berbasis air.(*)

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece