Update Terakhir: Jan 18th, 2006 - 12:13:07
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Isu Kesehatan
Isu Perempuan
Isu Kesukuan
Isu Terkait
Acheh
Maluku
Timor Timur
Riau
Palu
Duka/ Belasungkawa
Isu Umum
Isu Melanesia
Isu Keagamaan
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Timor Timur

Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
By Penulis: Teguh Rachmanto
Jan 18, 2006, 12:07

 
DILI--MIOL: Presiden Timor Timur Xanana Gusmao, Rabu (18/1) meninggalkan negerinya menuju New York untuk menyampaikan laporan rinci kepada PBB mengenai kekejaman Indonesia selama 24 tahun mengelola negerinya.

Xanana mengatakan dirinya akan menyerahkan laporan setebal lebih dari 2.000 halaman kepada Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan. Laporan tersebut disusun oleh Komisi Kebenaran dan Persahabatan (KKP).

Langkah yang dilakukan Xanana itu seperti menelan ludah sendiri, karana dia pernah mengatakan kepada parlemen Timtim agar menyimpan rapat-rapat laporan itu, di mana saat itu ia mendapat kritik dari sejumlah kalangan di negaranya bahwa ia sudah terlalu "akrab" dengan pemerintah Indonesia.

"Laporan itu telah memicu perdebatan hangat baik di dalam maupun luar negeri. Dengan mengumumkannya kepada publik, Saya harap semua pihak memiliki pemahaman yang jelas mengenai isinya," kata Xanana dalam sebuah keterangan tertulis, Selasa (17/1).

Selama Indonesia mengelola Timtim, muncul perlawanan dari kelompok Fretilin yang menyebabkan konflik bersenjata panjang yang menelan sekitar 183.000 jiwa dari kedua belah pihak, begitu salah satu isi dalam laporan yang diperoleh kantor berita Portugal Lusa.

Menurut Lusa, sekitar 70 persen dari korban yang tewas itu akibat kekerasan aparat keamanan Indonesia dan milisi yang dilatih oleh Indonesia.

KKP dibentuk sebagai otoritas independen pada 2002, yang bertugas untuk menyelidiki kekerasan terhadap hak asasi manusia di Timtim selama Indonesia menduduki bekas koloni Portugal tersebut.

Indonesia menduduki Timtim pada 1975 dan menjadikan Timtim sebagai provinsi ke-27. Namun pada masa pemerintah Presiden BJ Habibie, Timtim lepas dari Indonesia setelah melalui jajak pendapat pada Agustus 1999. Timtim mendapatkan kemerdekaan penuh pada Mei 2002.

Kelompok milisi, yang disebut PBB dilatih dan direkrut langsung oleh militer Indonesia, melakukan banyak aksi kekerasan dan pembunuhan baik sebelum maupun setelah referendum, yang menewaskan sekitar 1.400 pendukung kemerdekaan Timtim.

Sebelumnya Xanana menggambarkan rekomendasi dari KKP itu sebagai "secara realistis sangat ambisius".

Lusa juga menyebutkan bahwa KKP mengidentifikasi nama-nama korban kekerasan HAM dan juga nama-nama mereka yang melakukan kekejaman itu.

Kekejaman yang digambarkan dalam laporan tersebut antara lain pembunuhan massal, kekerasan fisik, dan penculikan.

(Tr/AFP/OL-03)




© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece