|
||||||
Update
Terakhir: Jan 18th, 2006 - 12:13:07
|
|
Timor Timur
Xanana mengatakan dirinya akan menyerahkan laporan setebal lebih dari 2.000 halaman kepada Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan. Laporan tersebut disusun oleh Komisi Kebenaran dan Persahabatan (KKP). Langkah yang dilakukan Xanana itu seperti menelan ludah sendiri, karana dia pernah mengatakan kepada parlemen Timtim agar menyimpan rapat-rapat laporan itu, di mana saat itu ia mendapat kritik dari sejumlah kalangan di negaranya bahwa ia sudah terlalu "akrab" dengan pemerintah Indonesia. "Laporan itu telah memicu perdebatan hangat baik di dalam maupun luar negeri. Dengan mengumumkannya kepada publik, Saya harap semua pihak memiliki pemahaman yang jelas mengenai isinya," kata Xanana dalam sebuah keterangan tertulis, Selasa (17/1). Selama Indonesia mengelola Timtim, muncul perlawanan dari kelompok Fretilin yang menyebabkan konflik bersenjata panjang yang menelan sekitar 183.000 jiwa dari kedua belah pihak, begitu salah satu isi dalam laporan yang diperoleh kantor berita Portugal Lusa. Menurut Lusa, sekitar 70 persen dari korban yang tewas itu akibat kekerasan aparat keamanan Indonesia dan milisi yang dilatih oleh Indonesia. KKP dibentuk sebagai otoritas independen pada 2002, yang bertugas untuk menyelidiki kekerasan terhadap hak asasi manusia di Timtim selama Indonesia menduduki bekas koloni Portugal tersebut. Indonesia menduduki Timtim pada 1975 dan menjadikan Timtim sebagai provinsi ke-27. Namun pada masa pemerintah Presiden BJ Habibie, Timtim lepas dari Indonesia setelah melalui jajak pendapat pada Agustus 1999. Timtim mendapatkan kemerdekaan penuh pada Mei 2002. Kelompok milisi, yang disebut PBB dilatih dan direkrut langsung oleh militer Indonesia, melakukan banyak aksi kekerasan dan pembunuhan baik sebelum maupun setelah referendum, yang menewaskan sekitar 1.400 pendukung kemerdekaan Timtim. Sebelumnya Xanana menggambarkan rekomendasi dari KKP itu sebagai "secara realistis sangat ambisius". Lusa juga menyebutkan bahwa KKP mengidentifikasi nama-nama korban kekerasan HAM dan juga nama-nama mereka yang melakukan kekejaman itu. Kekejaman yang digambarkan dalam laporan tersebut antara lain pembunuhan massal, kekerasan fisik, dan penculikan. (Tr/AFP/OL-03) © Copyright 2003-2005 by watchPAPUA
|
|