Update Terakhir: Jan 21st, 2006 - 01:55:33
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Gerilya
Dukungan Dunia
Usaha Diplomasi
Dialog Politik
Demo/ Protes
Petisi/ Surat
Gugat Pepera 69
Penegakan Hukum
Kisah Perjuangan
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Demo/ Protes

FRONT PEPERA DAN AMP NUMBAY DESAK ANTONIS WAMANG CS DIBEBASKAN
By Mailing List Kompas
Jan 21, 2006, 01:52

 
Mailing List Kompas- Puluhan Ribu Massa Front PEPERA Papua Barat melakukan aksi massa menduduki kantor DPRP namun tidak di Ijinkan masuk. Negosiasi dilakukan sekitar 1 jam namun tidak juga di terima, massa menitipkan pernyataan sikap kepada salah seorang Polisi untuk memberikannya kepada ketua komisi I DPRP. Massa yang dipimpin Ketuan Front PEPERA Papua Barat, Hans Gebze kemudian membubarkan diri-Kompas Cetak/kolom Nusantara, 19-01-06.

Sejak pagi pukul 09.00 sejumlah aktifis dari Front PEPERA dan Aliansi Mahasiswa Papua melakukan aksi demo di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) tadi pagi, namun aksi mereka terganjal akibat sejumlah anggota polisi berjaga-jaga mengantisipasi aksi demo itu. Akibat terganjalnya aksi mereka maka sejumlah kordinator aksi bernegosiasi dengan pihak keamanan sekitar setengah jam. hasilnya pihak keamanan memberikan kesempatan kepada delapan orang perwakilan untuk bertemu dengan Ketua Komisi A membidangi bidang pemerintahan dan politik Bapak Yance Kayame.

Kedelapan perwakilan langsung mengadakan pertemuan secara tertutup di ruang Komisi A guna membicarakan nasib kedelapan warga sipil yang sementara ini ditahan di Jakarta untuk menjalani eksekusi kasus penembakan di Mile 62-63 Timika. Tuntutan Front PEPERA dan AMP tersebut adalah meminta agar pihak legislatif segera mengadakan upaya-upaya politik untuk membebaskan kedelapan tersangka tersebut karena dianggap bahwa penangkapan kedelapan warga tersebut tidak sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku di Indonesia, hanya dimanipulasi oleh orang-orang tertentu untuk mengadudomba orang papua.

Sementara itu hasil pertemuan dengan Ketua Komisi A DPRP dan kedelapan perwakilan itu sampai saat berita ini dinaikan belum ada kepastian atau kesepakatan resmi soal aspirasi ini.
***

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece