Update Terakhir: Jan 21st, 2006 - 02:12:38
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Freeport MacMoRan
LNG BP Bintuni
Kegiatan Logging
Pembangunan
Alam Berbicara
Ekologi/ Ekosistem
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Freeport MacMoRan

SERUAN AKSI PEMBEBASAN 8 TAHANAN-TUTUP FREEPORT INDONESIA DI TIMIKA PAPUA BARAT
By KP AMP Report
Jan 21, 2006, 02:04

 
SOLIDARITAS TRAGEDI FREEPORT

[ KP-AMP, DPW AMPTPI Wil Barat, WALHI, JATAM ]

Rakyat bersatu tak bisa terkalahkan.

Kawan-kawan!
Prodemokarsi dan Rekan-rekan Media Cetak/elektronik dimana Saja. Hegemonik Imperialis Amerika Serikat di dunia terbukti terus melakukan praktek pemupukan modal denga proses pengeksploitasian sumber-sumber Alam maupun manusia membuat Amerika sanagat terkenal dengan praktek invansi kepentingan ekonomi dilakukan melalui bentuk-bentuk kekerasan, pelanggaran wilayah teritori suatu negara.

Pasca penandatangan kontrak karya Freeport tahun 1967 merupakan awal kehancuran ekosistem dan mahluk hidup di Indonesia dan Papua Barat hari ini. Limbah pengolahan tambang Freeport terindikasi mematikan mahluk hidup dan mengganggu kelancraan aktivitas mahluk hidup yang ada disana.

Praktek Represif pun merupakan tragedi kekinian yang selama ini dilancarkan oleh perusahaan ini. Timur leste sejak bergabung dengan Indonesia di sinyalir ada upaya pemabntaian secara halus dilakukan oleh aparat Indonesia dengan meracuni wilayah vital yang di jadikan sumber hidup bagi rakyat Timor Leste.

Berbeda dengan Praktek genosida di Papua barat, Praktek genosida bukan saja dilakukan oleh Aparat Indonesoa, tetapi USA-Freeport terbukti melancarkan pembantaian secara sistematis.

Kasus mil 62-63 bukanlah hal baru dalam upaya pembantaian perusahaan ini terhadap penduduk sipil Papua. Penembakan dua warga negara AS disana menggetarkan dunia, tetapi praktek operasi pembantaian-pemerkosaan-pembunuhan oleh aparat Indonesia dengan dukungan logistik dari Freeport sekaligus pencemaran lingkungan akibat limbah beracun milik Freeport menyuburkan kematian yang parah dan sangat tragis.

Keanehan aparat Polisi Indonesia denga sewenang-wenang menagkap tanpa bukti apapuan dan kelewatan prosedur hukum RI sendiri demi kepentingan sebuah MNC yang bernama Freeport dan Imperialis Amerika semata. Dari 8 tahanan mil 62-63, dua diantaranya berada dibawah umur, yakni 14 tahun dimana belum ada hukum NKRI sendiri yang mengatur kewajiban hukum hanyalah diatas usia 16 tahun.

Praktek genosida di Papua Barat sudah menjadi keharusan bagi Freeport untuk melakukannya demi pengerukan emas semata. Kucuran dana yang begitu banyak kepada petinggi Militer Indonesia merupakan bukti praktek penghangusan sedang dijalankan oleh Freeport. 900 Milyar dana dari FI kepada petinggi militer Indonesia guna melancarkan praktek penghangusan orang Papua sudah dimulai sejak perusahaan ini masuk ke Papua Barat. Cuman separuh dari kerja-kerja pembantaian terbongkar dalam hitungan tahun 1998 sampai 2004, sedangkan sebelum tahun tersebut bayangkan berapa dana yang masuk kas militer Indonesia/

Seandainya dana tersebut adalah milik orang Papua, mungkin trada kelaparan di Yahukimo....

Perlawanan terhadap Freeport indonesia bukan hal baru bagi pengusiran Perusahaan milik Amerika di Indonesia, namun di negara lain juga sedang melakukan proses yang sama seperti hari ini.

Dengan kekuata penuh yang terpimpin di wilayah Jawa dan Bali untuk merespon praktek skenariosasi Freeport Indonesia berbagai masalah di Papua maka, SOLIDARITAS TRAGEDI FREEPORT ( S T F ) akan melakukan aksi massa di secara nasional di Jakarta pada:

Hari/Tanggal : Senin, 22 Januari 2005
Waktu :08.00 WIB sampai selesai

Grand Issue:
------------
Pembebasan Tanpa Syarat Pdt. Izak Onawame dan Kawan-kawannya.

PT. Freeport Indonesia-TNI/POLRI Menghentikan upaya genosida di Papua.

Hentikan Pengiriman TNI-POLRI eks Aceh ke Papua Barat.
TUTUP FREEPORT INDONESIA DI TIMIKA SEKARANG JUGA!!!
Solidaritas kawan-kawan dalam aksi ini, mendukung perubahan semesta.


Salam Perlawanan!!!

Kobarkan Semangat Juangmu Kemerdekaan Pasti Menungggu

Catatan: Happening art kekejaman Freeport Indonesia di Timika-aparat Militer Indonesia akan dilakukan dalam aksi ini.


© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece