Update Terakhir: Jan 21st, 2006 - 18:46:52
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Kekejaman Negara
Operasi Militer
Ancaman/ Terror
Militerisme
Kerjasama Militer
Terorisme Dunia
Mati Misterius
Kejahatan Milisi
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Operasi Militer

DI WAGHETE TNI MENGAMUK, SATU TEWAS DUA LAINYA SEDANG DIRAWAT DI RSUD NABIRE
By SPMNews Nabire
Jan 21, 2006, 13:20

 
Nabire SPMNews -
Di Wagethe Kabupaten Paniai penembakan yang membabi buta itu berawal dari kerusakan jalan yang hendak diperbaiki oleh warga setelah ada kesepakatan dari sopir Mobil Extrada yang mengangkut penumpang Nabire-Paniai untuk segera memperbaiki jalan yang rusak.

Dua warga yang hendak melakukan perbaikan setelah mendapat surat ijin dari Kepala Desa setempat dan harus melakukan penandatanganan oleh Koramil wagethe. Usai tanda tangan kedua warga dihadang oleh TNI 753 setempat dan merobek surat tanpa alasan yang jelas.

Kedua warga itu tiba-tiba di kagetkan dengan tembakan mengarah satu diantara mereka, yang bernama Moses Douw tertembak dan temannya Petrus Pekey kena luka tembak di pinggang.

Petrus Pekey melarikan diri setelah kena peluruh sejauh 2 km dan turun ke sungai untuk mencuci darah. Kemudian setelah dilihat oleh beberapa perempuan para perempuan tersebut membantu membasuh luka tembakan hingga peluru yang bersarangpun dikeluarkan. Setelah melihat kondisi Petrus yang lemas, mereka hendak membawa ke rumah sakit Wagethe namun tiba-tiba warga di sekitar pasar dikejutkan oleh TNI dengen dilepaskannya tembakan lagi. Kali ini Yulike Kotouki yang sedang mengantar Petrus pun kena tembakan dibagian paha kanan.

Ketiga korban dibawah langsung ke Puskesmas Enarotali . Setelah melakukan operasi di Enarotali Moses yang kena tembakan di perut menghembuskan napas terakhir dan kedua korban luka tembak lainya dilarikan di RSUD Nabire.

Hingga berita ini kami dapat dari warga yang sedang menjaga Korban, TNI terus berdatangan dan melakukan pendekatan-pendekatan persuasif.

Hingga berita ini kami laporkan keluarga korban telah membawa korban (Moses) di jalan Tempat Kejadian Perkara dan mendesak TNI 753 datang dan mengubur mayat sendiri.(Q)


© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece