Update Terakhir: Jan 21st, 2006 - 20:06:31
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Isu Kesehatan
Isu Perempuan
Isu Kesukuan
Isu Terkait
Acheh
Maluku
Timor Timur
Riau
Palu
Duka/ Belasungkawa
Isu Umum
Isu Melanesia
Isu Keagamaan
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Timor Timur

Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
By Sinar Harapan (Tutut Herlina/Emmy Kuswandari)
Jan 21, 2006, 19:31

 
Jakarta – Pemerintah Republik Demokratik Timor Leste tidak akan merekomendasikan pembentukan pengadilan hak asasi manusia HAM internasional terkait dengan laporan Komisi Penerimaan Kebenaran dan Rekonsiliasi di Timor Leste (CAVR).

“Kita tidak setuju untuk itu, tapi di laporan itu memang ada. Kita tidak bisa melarang supaya laporan itu tidak ada ganti rugi karena komisi itu independen. Kita tidak boleh campur tangan. Ini juga keinginan rakyat kita yang juga harus kita dengar,” paparnya.

Sementara itu, Markas Besar TNI melalui Kepala Dinas Penerangan Umum Pusat Penerangan Markas Besar (Kadispenum Puspen Mabes) TNI Kolonel CAJ Ahmad Yani Basuki ketika dihubungi SH secara terpisah mengatakan, TNI tidak mempunyai catatan keji seperti yang tertulis dalam laporan Komisi Kebenaran, Rekonsiliasi, dan Penerimaan di Timor Leste (CAVR) yang disampaikan ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Menurut Yani, ketika TNI bertugas di Timor Timur pada waktu itu berpandangan bahwa Timtim merupakan bagian dari NKRI yang perlu dijaga keutuhannya. Selain itu, tugas lain yang diemban TNI adalah mengamankan warga Timor Timur dari konflik beberapa faksi yang terjadi waktu itu. Masalah Timor Timur, menurut Yani, saat ini sudah menjadi masalah antarnegara dan tidak lagi menjadi tanggung jawab TNI semata.

Pada kesempatan lain, Menteri Pertahanan (Menhan) Juwono Sudarsono membantah tuduhan TNI menggunakan bom napalm di Timor Leste. Penggunaan bom napalm itu merupakan isu lama di tahun 1975 yang dilontarkan oleh berbagai kalangan (LSM) luar negeri yang tidak benar sama sekali. Isu ini berulang kali diembuskan setiap kali ada masalah di Timor Leste.
Dia mengatakan Indonesia tidak mempunyai kemampuan untuk mengimpor, apalagi membuat napalm yang merupakan jenis bom api yang digunakan tentara Amerika Serikat (AS) dalam perang Vietnam.

Tunggu Laporan CRTR

Juru Bicara (Jubir) Presiden, Dino Patti Djalal, menyatakan Indonesia masih menunggu penjelasan Pemerintah Timor Leste tentang laporan Commission for Reception, Truth, and Reconciliation (CRTR). Dino mengaku kunjungan Presiden Timor Leste Xanana Gusmao ke Indonesia belum dijadwalkan.

“Kecewa atau tidak, kita akan lihat dari pandangan Timor Leste. Itu yang kita masih tunggu sekarang. Kita lihat saja. Kalau komisi itu sendiri sebenarnya ada perasaan ‘lha kok kita mundur lagi”, kan dari dulu sudah ada komitmen dari kedua pemerintah bahwa kita akan melihat ke depan dan tidak akan membuka lembaran lagi masa lalu yang memang emosional,” ujar Dino dalam jumpa pers di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Jumat (20/1) petang.

Dino mengungkapkan fakta belum terjadi pertemuan antara Xanana dan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB). Ia mendengar pertemuan itu akan terjadi hari ini (Jumat) menurut Perwakilan Indonesia di New York.
Jubir Presiden mengaku belum mendapat dokumen Laporan CRTR tersebut sehingga tidak mau mengomentari substansinya. Dino mengaku baru membacanya dari media.

“Tapi posisi kita adalah memang dengan penyelenggaraan Jajak Pendapat 1999 tersebut, kita menutup lembaran sebelumnya dan memulai lembaran baru dengan Timtim, dengan semangat yang forward looking dan menempuh rekonsiliasi,” kata Dino.

“Jadi ini memang suatu posisi dan semangat pemerintah Indonesia semenjak Jajak Pendapat 1999. Dan sepengetahuan kita bahwa ini juga adalah posisi dan semangat dari pemerintah Timtim, yaitu lembaran lalu sudah ditutup dan kita memulai lembaran baru dengan semangat rekonsiliasi,” tambah Dino. (mega christina)

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece