Update Terakhir: Jan 23rd, 2006 - 14:04:23
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Gerilya
Dukungan Dunia
Usaha Diplomasi
Dialog Politik
Demo/ Protes
Petisi/ Surat
Gugat Pepera 69
Penegakan Hukum
Kisah Perjuangan
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Demo/ Protes

AKSI DEMO SOLIDARITAS TRAGEDI FREEPORT BERAKHIR DENGAN PEMBAKARAN BENDERA AMERIKA DI DEPAN KEDUBES
By SPMNews Jakarta
Jan 23, 2006, 12:35

 
Jakarta SPMNews -
Pada hari ini Senin 23 Januari 2006 ratusan warga dan Mahasiswa Papua se Jawa Bali menggelar aksi demonstasi di Jakarta, mereka mengawali aksi demonstrasinya di Bundaran Hotel Indonesia, yang dilanjutkan dengan melakukan aksi serupa di depan Istana Merdeka, dan Kedubes AS.


Para demonstran mengenakan berbagai macam kostum dan pakaian adat Papua, seperti koteka, Sali dan panah. Ada juga yang menggunakan rumbai-rumbai dan berbagai macam hiasan di wajah khas Papua.

Berbagai macam spanduk dan poster juga mereka gelar. Antara lain bertuliskan: "In West Papua Still Continue Genocide", "Bebaskan Delapan Tahan Sipil Tanpa Syarat", "PT Freeport Indonesia Hentikan Eksplorasi Pertambangan di Tanah Papua Segera" dan "Referendum for Papua".

Aksi mereka di Bundaran HI hanya berlangsung sekitar 15 menit yang dilanjutkan dengan long march ke Istana Merdeka. Dalam perjalanan menuju Istana Merdeka para demostran menggunakan jalur busway, akibatnya jalanan di sepanjang Jalan MH Tahmrin pun macet.

Setibanya mereka di depan Istana Merdeka, mereka melakukan orasi dan aksi teatrikal yang menggambarkan kekerasan TNI-Polri dan mempertanyakan penangkapan Pendeta Izak dan tujuh orang sipil lainnya.


Juru bicara aksi Arkilaus Boho mengatakan, kasus Nil 62-63 adalah murni kepentingan TNI-Polri. Mereka sengaja menciptakan situasi yang tidak kondusif agar dana PT Freeport mengucur ke mereka.

Tak lama kemudian Empat pleton polisi dari Polres Jakarta Pusat dan Polsek Gambir langsung menyambut mereka. Mereka lalu menggelar orasi dan aksi teatrikal yang menggambarkan penyiksaan seseorang berpakaian tentara kepada masyarakat adat dan menari-nari mengelilingi api yang mereka bakar bendera tersebut.

Mereka juga melakukan pembakaran dua bendera AS, satu bendera Freeport dan atribut tentara yang dipakai saat aksi teatrikal.

Arkilaus Boho, mengatakan, Kedubes AS memang salah satu sasaran demo yang dituju. Sebab Freeport adalah perusahaan AS. "Dan kami menuntut agar Freeport ditutup sekarang ini juga.


Anggota DPR dari Komisi XI Inya Bae asal Papua yang ikut dalam demo itu mengatakan, penangkapan terhadap 12 warga sipil di Timika, Papua, beberapa waktu lalu, salah alamat. Ada ketidakwajaran, mengingat empat dari 12 orang itu berumur 12-14 tahun.

Masih menurut Arkilaus Ketidakwajaran lainnya adalah isi magazin. Biasanya, imbuh dia, dalam satu magazin berisi 30 peluru. Namun di mobil saat penangkapan terdapat 130 peluru. "Tidak masuk akal bila Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang berada di belakang aksi tersebut," katanya.

Tepat pukul 14.00 WIB Demo diakhiri dengan doa penutup yang dipimpin oleh salah satu anggota aksi dan merekapun membubarkan diri sambil menari-nari sambil mengelilingi bendera Amerika dan dan bendera Freeport yang mereka bakar di Depan Kedubes Amerika. (ktk)
______________
CEB WPNews Group

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece