|
||||||
Update
Terakhir: Jan 24th, 2006 - 07:00:57
|
|
Kekejaman Negara
Dijelaskan Situmorang, terkait dengan materi aspirasi itu, maka perlu disikapi secara proporsional. Sehingga dalam melihat suatu peristiwa, masyarakat seyogyanya harus mampu berpikir secara rasional dan tahu menempatkan kejadian maupun segala ihwal tentang kasus itu secara proporsional. " Sejak peristiwa di Wahgete itu terjadi, pihak Kodam telah mengambil langkah-langkah awal dan signifikan yakni akan segera mengusut kasus tersebut. Bahkan pimpinan kodam telah mengeluarkan sikap yakni akan segera dan secepatnya memproses hukum anggotanya bila terbukti melakukan penembakan terhadap warga," ujar Kapendam saat dihubungi via telepon, kemarin. Menurut Situmorang, selain akan segera mengusut kasus tersebut, pihak Kodam juga telah melakukan pendekatan-pendekatan baik kepada masyarakat maupun dengan pihak keluarga. Apa yang dilakukan Kodam ini sebagai bentuk tanggung jawab. Yang pasti Kodam tidak tidak tinggal diam atas peristiwa itu, bahkan Kodam telah menurunkan tim ke lokasi kejadian untuk kepentingan investigasi. " Pada prinsipnya Kodam bisa memahami aspirasi yang disampaikan masyarakat, namun dalam menyampaikan aspirasi itu tidak dengan cara emosional," cetusnya. Disinggung tuntutan pendemo agar pasukan TNI ditarik dari Papua, Situmorang menjelaskan, keberadaan TNI di Papua ini ibarat sebuah rumah ada pagarnya sebagai pelindung. Demikian halnya berdirinya Negara, maka ada tentara yang menjaganya. Jadi Tentara itu lahir dari rakyat, untuk rakyat dibesarkan oleh rakyat yang bertugas untuk melindungi seluruh tumpah darah dari ancaman musuh negara. Sehingga tidak mungkin kalau TNI ditarik dari Papua. Juga ditegaskan Kapendam, Papua adalah bagian dari wilayah NKRI yang bertugas dan bertanggungjawab menjaga keamanan, asset negara, kekayaan daerah, tanah dan warganya. Dan hal itu sudah sangat jelas terkamtub dalam UUD. Karena itu, warga negara yang baik, pasti menginginkan agar semua hal itu dijaga dengan baik. " Saya pikir bukan tugas Kodam saja untuk menjaga keamanan di Papua, tapi menjadi seluruh komponen bangsa. Apalagi ancaman separatis di daerah ini tidak dipungkiri masih ada dan harus tetap diwaspadai, meski skalanya tidak terlalu besar," ungkapnya. Terkait dengan kasus penembakan di Wahgete lanjut Situmorang, kalaupun dalam proses investigasi atau dalam penyelidikan nanti ada oknum anggota TNI terbukti terlibat, itu bukan kehendak institusi TNI, termasuk perintah satuan maupun pimpinan. Untuk itu, pimpinan Kodam sudah sangat tegas, bila ada oknum anggota TNI terlibat, proses hukum akan segera dilakukan. " Dalam kasus ini masyarakat harus bisa berpikir jernih dan rasional, sehingga dalam menyikapi setiap peristiwa tidak semudah itu mengaitkan dengan institusi TNI. Sebab, kalaupun ada anggota TNI terbukti bersalah, ini hanyalah oknum semata dan bukan TNI," jelasnya. (mud) © Copyright 2003-2005 by watchPAPUA
|
|