Update Terakhir: Jan 24th, 2006 - 07:24:32
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Gerilya
Dukungan Dunia
Usaha Diplomasi
Dialog Politik
Demo/ Protes
Petisi/ Surat
Gugat Pepera 69
Penegakan Hukum
Kisah Perjuangan
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Demo/ Protes

Mahasiswa Papua Unjuk Rasa Tuntut Pembebasan 8 Warga Sipil
By Media Indonesia
Jan 24, 2006, 07:09

 
Makassar, Mahasiswa Papua dan Organisasi Pro Demokrasi mengadakan aksi unjuk rasa di gerbang tol reformasi Makassar, Senin.

Mereka menggelar aksi unjuk rasa untuk menuntut pembebasan tanpa syarat bagi delapan warga sipil yang ditahan pada tragedi di Timika, Papua, yang dianggap itu hanya sebagai rekayasa pemerintah Indonesia.

Elyas, koordinator lapangan aksi tersebut, mengatakan tuntutan pembebasan itu dilakukan karena mereka menganggap warga sipil yang ditangkap itu tidak tahu masalah yang sebenarnya.

"Kami melakukan aksi ini karena delapan warga sipil yang ditangkap awal Januari ini tidak mengetahui kronologis masalah sehingga mereka harus ditangkap. Selain itu dari delapan tahanan ada dua di antaranya masih di bawah umur, di mana kedua anak tersebut masih berumur 14 tahun dan dalam hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia disebutkan bahwa hukum hanyalah berlaku terhadap warga di atas usia 16 tahun," kata Elyas.

Ia juga mempertanyakan mengapa peangkapan itu baru dilakukan sekarang padahal masalah itu terjadi pada 2001 lalu.

"Kejadian ini bermula ketika terjadi penembakan terhadap dua warga Amerika Serikat yang kemudian memunculkan praktik operasi pembantaian, pemerkosaan dan pembunuhan oleh aparat Indonesia dengan dukungan logitistik dari PT Freeport, yang juga terbukti melancarkan pembantaian secara sistematis," lanjut Elyas.

Dalam aksi tersebut, para pengunjuk rasa juga membacakan pernyatakan sikap dan meminta kepada pemerintah agar menarik pasukan TNI dari tanah Papua sekarang juga, menghentikan pelanggaran

Hak Asasi Manusia (HAM) di Papua, mengutuk keras penembakan warga sipil di Wageta Kabupaten Pania Papua,

mengutuk rekayasa politik SBY-JK dalam kasus Timika, menyerukan seluruh rakyat Papua untuk menolak semua pelanggaran HAM di Papua, dan segera menutup PT Freeport Indonesia di Indonesia.

Selain melakukan aksi unjuk rasa, mereka juga berteriak-teriak sambil bernyayi dan meneriakkan kata "Hidup Papua".


© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece