Update Terakhir: Jan 24th, 2006 - 10:55:11
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Isu Kesehatan
Isu Perempuan
Isu Kesukuan
Isu Terkait
Acheh
Maluku
Timor Timur
Riau
Palu
Duka/ Belasungkawa
Isu Umum
Isu Melanesia
Isu Keagamaan
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Timor Timur

Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
By Kapanlagi.com
Jan 24, 2006, 10:01

 
Kapanlagi.com - Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didesak memutus hubungan diplomatik dengan Timor Leste terkait laporan Presiden Xanana Gusmao soal pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang dilakukan Indonesia di bekas wilayah RI itu ke PBB.

"Presiden Yudhoyono harus tegas dengan sikap Timor Leste yang tak bersahabat. Putuskan hubungan diplomatik, tarik Duta Besar dan seluruh perwakilan kita di sana," kata Ketua Umum Forum Studi Aksi Demokrasi (Fosad) Faisal Riza Rahmat di Jakarta, Senin (23/01).

Pernyataan Fosad tersebut menanggapi laporan Xanana kepada Sekjen PBB Koffi Annan, Jumat (20/1) siang waktu New York, mengenai pelanggaran HAM yang dilakukan Indonesia di negaranya.

Laporan Xanana tersebut merupakan hasil laporan Commisao de Acqhimento Verdade e Reconsiliacao (CAVR) atau Komisi Penerimaan Kebenaran dan Rekonsiliasi Timor Leste.

Dalam laporan CAVR itu disebutkan pelanggaran HAM TNI di Timor Leste selama 1975-1999 menyebabkan 84 ribu hingga 183 ribu warga sipil tewas.

Menurut Sekjen PBB, laporan tersebut memberi pijakan penting bagi upaya mencari kebenaran dan rekonsiliasi di Timor Leste.

Menurut Faisal, laporan tersebut tidak lebih dari sebuah rekayasa untuk memojokkan Indonesia di mata dunia internasional sehingga terkesan Indonesia merupakan negara pelanggar HAM.

Faisal juga menyebut laporan itu sebagai balas dendam Timor Leste pada TNI/Polri.

Lebih lanjut Faisal mengatakan, dengan tindakannya itu Xanana telah mengkhianati kesepakatan dengan Indonesia untuk membangun hubungan yang lebih baik ke depan sebagai negara bertetangga dengan tidak mengungkit-ungkit masa lalu.

Kepada pemerintah Indonesia, Fosad mendesak agar memberi advokasi maksimal kepada TNI/Polri dan mantan pejuang Indonesia yang telah berkorban untuk mempertahankan Timor-Timur (yang kini jadi negara Timor Leste) sebagai bagian dari wilayah NKRI yang mendapat tuduhan sebagai pelanggar HAM.

"Pemerintah harus memberi advokasi maksimal kepada mereka-mereka yang telah berjuang untuk mempertahankan kedaulatan negara ini di Timor Timur. Jangan sampai pemerintah ikut-ikutan memberi gelar penjahat kepada para pejuang itu," katanya. (*/lpk)

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece