Update Terakhir: Jan 26th, 2006 - 20:52:21
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Freeport MacMoRan
LNG BP Bintuni
Kegiatan Logging
Pembangunan
Alam Berbicara
Ekologi/ Ekosistem
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Freeport MacMoRan

DPR dalam waktu dekat segera membentuk Tim Khusus untuk membahas masalah PT Freeport Mc Moran
By SP Daily
Jan 26, 2006, 20:47

 
JAKARTA - DPR dalam waktu dekat segera membentuk Tim Khusus untuk membahas masalah PT Freeport Mc Moran (Freeport) di Papua. Tim itu akan memantau di Freeport dan sekitarnya. Demikian dikatakan Ketua DPR, Agung Laksono dalam seminar yang bertema, "Penegakan Hukum bagi Koruptor Sejati" di Jakarta, Selasa (24/1).

Pernyataan Agung menanggapi anjuran mantan Ketua MPR, Amien Rais, yang mengatakan, DPR sebaiknya membentuk tim kecil, sebagai tim fact finding antar fraksi dan meminta izin Freeport untuk melakukan pemantauan di pertambangan Freeport yang misterius itu. Dengan itu DPR dapat menjadi saksi mata apa yang terjadi di sana. Agung mengatakan, untuk membahas masalah Freeport harus hati-hati sebab keberadaan Freeport, termasuk perpanjangan masa kontraknya merupakan perjanjian internasional. "Kita harus hat-hati, sebab kalau tidak akan bermasalah dengan investasi ke negara kita," katanya.

Menurut Amien, tim kecil DPR itu sebaiknya disertai dengan Menteri Pertambangan dan Energi, Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten serta DPRD setempat (Papua) dan wartawan. Setelah pemantauan itu dapat diambil sikap yang jelas tentang masa depan Freeport. Bila berbagai pelanggaran hukum dan kerusakan lingkungan hidup yang ditimbulkan Freeport dapat dibedah secara jelas, Indonesia akan memperoleh banyak keuntungan. Dikatakan, Freeport telah melakukan tiga kejahatan.

Pertama, telah terjadi pembunuhan sistematik terhadap lingkungan hidup di sekitar daerah pertambangan. Di samping sebuah gunung sudah lenyap dan puncak salju di gunung tertinggi di rangkaian pegunungan JayaWijaya sudah meleleh, pembuangan tailing dan waste (ampas) pertambangan telah menyebabkan tanah sekitar 230 km2 hancur total.

Kedua, tambahnya, kejahatan penjarahan kekayaan bangsa. Pemerintah Indonesia tidak pernah tahu, berapa ribu ton volume konsentrat emas, perak, tembaga yang dijarah Freeport selama puluhan tahun. Konsentrat itu digelontorkan lewat pipa sepanjang sekitar 100 km dari pusat pertambangan di Grasberg langsung ke pelabuhan Amamapare di Laut Arafuru. Di sana kapal-kapal besar telah menunggu dan menggotong ribuan ton konsentrat itu, entah ke mana selama puluhan tahun. Jadi sekian persen royalti yang diterima Indonesia merupakan persentase jumlah yang Indonesia sendiri tidak tahu. "Apa pun kata Freeport, kita harus percaya dan menerima, titik. Lantas apa bedanya dengan zaman kolonial?" katanya.

Ketiga, Amien yakin Freeport juga melakukan penggelapan pajak. "Saya tidak punya bukti berupa fakta dan angka," katanya, seraya menambahkan, tahun 1997 ia mengkritik, ada keanehan Freeport dalam membayar pajak. Dimana pada tahun itu Freeport hanya menempati urutan belasan, jauh di bawah PT Gudang Garam. Akan tetapi tahun berikutnya Freeport langsung menjadi pembayar pajak nomor satu.

Selain itu, katanya, manfaat Freeport bagi masyarakat Papua sendiri hampir tidak ada. Kota Tembagapura adalah sebuah kota indah di pinggiran pusat pertambangan, bagaikan kota kecil di Amerika yang ditanam di Papua. Tetapi masyarakat Papua di Banti, sekitar 10 km dari Tembagapura masih hidup seperti di zaman batu. Laki-laki pakai koteka, perempuan pakai rumbai-rumbai.

"Suatu kenyataan yang menerangkan, mengapa sebagian rakyat Papua ingin berontak terhadap Jakarta," katanya.
Wakil Ketua Komisi VII DPR, Sonny Keraf mengatakan, Komisi VII telah membentuk Panitia Kerja (Panja) masalah Freeport. "Kita sudah membentuk Panja untuk masalah ini. Saya minta semua pihak mendukung langkah kami," katanya.
Dikatakan, keberadaan Freeport selain merusak lingkungan hidup dan menghabiskan kekayaan alam, juga membawa pengaruh terhadap kesehatan masyarakat serta merusak tatanan budaya masyarakat setempat. (E-8)

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece