Update Terakhir: Jan 29th, 2006 - 14:54:09
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Gerilya
Dukungan Dunia
Usaha Diplomasi
Dialog Politik
Demo/ Protes
Petisi/ Surat
Gugat Pepera 69
Penegakan Hukum
Kisah Perjuangan
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Demo/ Protes

Front Anti Militerme di Nabire Mendesak PERDA ttg De-Militerisasi dari Papua
By AMP Nabire Report
Jan 29, 2006, 12:48

 
Nabire, Hari ini Front Anti Militerisme Kasus Waghete Nabire kembali turun jalan dan melakukan long march dari Taman Gisi Nabire hingga kantor DPRD Nabire untuk meminta sejauh mana DPRD menindak lanjuti Pernyataan Sikap aksi tanggal, 23 Januari 2006 sekaligus menuntut DPRD/MRP bersama Pemda untuk segera membuat PERDA tentang De-militerisasi pos-pos Aparat NKRI yang tak bersyarat dari ketiga wilayah komando Nabire, Paniai dan Jayawijaya.






















Massa juga mendesak agar DPRD dan Pemda ketiga wilayah untuk memfasilitasi rakyat untuk mendesak DPRP /MRP segera membuat perdasus tentang demiliterisasi dari ketiga wilayah dan lebih menyeluruh untuk daerah Papua.

Ratusan warga berkumpul dan mulai bergabung diri dalam barisan ini memuat beberapa Poster diantaranya “Tolak pendekatan Persuasif Militer, bahwa kasus waghete adalah masalah Papua”.

Massa yang berkumpul di DPRD ini kemudian diterima oleh wakil DPRD Penias Pigay, S.Sos. menurutnya, pihaknya telah menindak lanjuti pernyataan sikap dengan surat desakan agar pelaku peristiwa Waghete tersebut diusut secara tuntas dan transparan hingga diberikan hukuman yang seberat-beratnya sesuai dengan tindakan dan perbuatannya.

Massa tetap menolak, dan menuntut DPRD segera membuat Perda tentang penarikan militer. Sehingga, DPRD telah memberikan waktu agar dibicarakan dengan semua pihak yang terkait.

Massa mengancam untuk memblokir kantor DPRD jika dalam waktu dekat DPRD setelah hasil investigasi tidak mengambil langka ini.

Terkait aksi ribuan masa tanggal 23 Januari 2006, pihak Polres telah melayangkan surat panggilan dengan no Pol:SPg/57/I/2006/Reskrim kepada Bapak Kobogau (nama
ditulis hanya marga oleh Polres ) sebagai saksi atas perkara pengrusakan HP yang dilakukan oleh massa.

Beliau adalah Toko adat yang berorasi polos demi Tanah air Papua Barat sehingga, surat ini benar-benar bermuatan politik, maka pihaknya menolak untuk dimintai keterangan. Malah, hal ini dinilai scenario yang dibuat oleh pihak keamanan untuk menciptakan konflik. Sebab, harga HP tak sebanding nyawa yang melayang. Panggilan ini telah dibacakan didepan aksi dan DPRD, dan DPRD setempat menyayangkan surat pemanggilan.

Sekitar pukul 12 aksi massa terus melakukan orasi-orasi. Pihak keamanan yang diturunkan dengan perlengkapan yang lengkap juga mendapat sorotan dan dikipas habis-habisan dengan amarah dan cacian oleh massa.

Masa membubarkan diri dengan sebuah komitmen untuk selanjutnya akan kembali setelah tuntutan mereka benar-benar dilakukan (^Q).


“ Bersama Kebenaran Sejarah ‘SANG’ Bintang Kejora”

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece