|
||||||
Update
Terakhir: Jan 29th, 2006 - 14:54:09
|
|
Demo/ Protes
Massa juga mendesak agar DPRD dan Pemda ketiga wilayah untuk memfasilitasi rakyat untuk mendesak DPRP /MRP segera membuat perdasus tentang demiliterisasi dari ketiga wilayah dan lebih menyeluruh untuk daerah Papua. Ratusan warga berkumpul dan mulai bergabung diri dalam barisan ini memuat beberapa Poster diantaranya “Tolak pendekatan Persuasif Militer, bahwa kasus waghete adalah masalah Papua”. Massa yang berkumpul di DPRD ini kemudian diterima oleh wakil DPRD Penias Pigay, S.Sos. menurutnya, pihaknya telah menindak lanjuti pernyataan sikap dengan surat desakan agar pelaku peristiwa Waghete tersebut diusut secara tuntas dan transparan hingga diberikan hukuman yang seberat-beratnya sesuai dengan tindakan dan perbuatannya. Massa tetap menolak, dan menuntut DPRD segera membuat Perda tentang penarikan militer. Sehingga, DPRD telah memberikan waktu agar dibicarakan dengan semua pihak yang terkait. Massa mengancam untuk memblokir kantor DPRD jika dalam waktu dekat DPRD setelah hasil investigasi tidak mengambil langka ini. Terkait aksi ribuan masa tanggal 23 Januari 2006, pihak Polres telah melayangkan surat panggilan dengan no Pol:SPg/57/I/2006/Reskrim kepada Bapak Kobogau (nama ditulis hanya marga oleh Polres ) sebagai saksi atas perkara pengrusakan HP yang dilakukan oleh massa. Beliau adalah Toko adat yang berorasi polos demi Tanah air Papua Barat sehingga, surat ini benar-benar bermuatan politik, maka pihaknya menolak untuk dimintai keterangan. Malah, hal ini dinilai scenario yang dibuat oleh pihak keamanan untuk menciptakan konflik. Sebab, harga HP tak sebanding nyawa yang melayang. Panggilan ini telah dibacakan didepan aksi dan DPRD, dan DPRD setempat menyayangkan surat pemanggilan. Sekitar pukul 12 aksi massa terus melakukan orasi-orasi. Pihak keamanan yang diturunkan dengan perlengkapan yang lengkap juga mendapat sorotan dan dikipas habis-habisan dengan amarah dan cacian oleh massa. Masa membubarkan diri dengan sebuah komitmen untuk selanjutnya akan kembali setelah tuntutan mereka benar-benar dilakukan (^Q). “ Bersama Kebenaran Sejarah ‘SANG’ Bintang Kejora” © Copyright 2003-2005 by watchPAPUA
|
|