Update Terakhir: Feb 1st, 2006 - 17:15:10
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Isu Kesehatan
Isu Perempuan
Isu Kesukuan
Isu Terkait
Duka/ Belasungkawa
Isu Umum
Isu Melanesia
Isu Keagamaan
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Isu Umum

Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
By Pembaruan/Charles Ulag
Feb 1, 2006, 16:22

 

















KONSOLIDASI NASIONAL - Ketua Umum Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdurrahman Wahid (kiri) berbincang-bincang dengan anggota Dewan Syuro PKB Tuanku Guru Tengku Muhammad Turmudzi. PKB melakukan konsolidasi nasional bersama kepala daerah dan pimpinan DPRD se-Indonesia untuk memantapkan pelaksanaan otonomi daerah, di Jakarta, Minggu (29/1).

JAKARTA - Mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengaku prihatin dengan kondisi negara yang makin hari terus menjadi bahan tertawaan pihak lain. Perlu ada keberanian untuk mengubah kondisi yang sudah parah ini.

Keprihatinan Gus Dur dikemukakan ketika membuka acara "Forum Kerjasama program Fraksi Kebangkitan Bangsa DPR dengan Kepala Daerah dan Pimpinan DPRD se-Indonesia" di Jakarta, Minggu (29/1).

Dikatakan, kebijakan mengimpor beras dan hampir semua kebutuhan pokok, termasuk garam benar-benar ironis dan memprihatinkan. Indonesia, yang 70 persen wilayahnya adalah laut, juga mengalami ironi ketika harus mengimpor garam. Persoalan lain yang memprihatinkannya adalah tidak adanya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Akibatnya, tambahnya, terjadi perebutan lahan yang kadang membuat pihak pemerintah pusat memonopoli sementara pemerintah daerah tidak memperoleh keuntungan apa pun.

Sebaliknya, ada juga pemerintah daerah yang mengambil keuntungan tanpa kendali dan membuat pemerintah pusat seperti kehilangan wibawa. Hal-hal seperti itu harus disikapi dengan komitmen yang tegas dan diperlukan kerja keras pantang menyerah.

Ketika ditanya soal putrinya, Zannuba Arifah Chafsoh (Yenni) yang menjadi staf khusus Presiden Yudhoyono, Gus Dur menjawab, tidak ada pengaruh terhadap PKB. "PKB kan bukan Yenni, jadi nggak pengaruh. PKB, akan tetap bersikap kritis kepada pemerintah, katanya.

Ketika memberi pengarahan, Gus Dur memang banyak mengkritik kebijakan pemerintah. Di antaranya ketidaktegasan sikap terhadap Timor Leste, permintaan suaka politik yang dilakukan 43 WNI asal Papua ke Australia dan penandatanganan nota kesepahaman dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). "Namanya saja sudah Gerakan Aceh Merdeka, masak diajak berunding, sekarang TNI khawatir nanti Aceh jadi negara merdeka. Sama juga dengan di Papua, saya nggak menyalahkan kalau mereka minta merdeka," katanya. (Y-3)


© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece