Update Terakhir: Feb 2nd, 2006 - 12:17:14
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Gerilya
Dukungan Dunia
Usaha Diplomasi
Dialog Politik
Demo/ Protes
Petisi/ Surat
Gugat Pepera 69
Penegakan Hukum
Kisah Perjuangan
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Penegakan Hukum

Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
By Cepos
Feb 2, 2006, 12:15

 
SENTANI-Pemeriksaan terhadap tersangka kasus pengibaran Bendera Bintang Kejora di Kantor Distrik Sentani, Yakob Ambo Mamori (25), untuk sementara dihentikan. Penghentian ini terpaksa dilakukan karena masih menunggu surat keterangan dari Rumah Sakit Jiwa yang akan menyatakan bhaw tersangka itu mengalami gangguan jiwa atau tidak.

''Kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari pihak Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Abepura tentang bagaimana kepastian kejiwaan tersangka ini. Memang ini menjadi sedikit menghambat kami dalam mengungkap orang yang dikatakan menyuruhnya mengibarkan bendera tersebut,''kata Kapolres Jayapura, AKBP Jakob Kalembang BA, kepada Cenderawasih Pos di ruang kerjanya Rabu (1/2) kemarin.

Tentang orang yang disebut sebagai penyuruh Yakob, dijelaskan oleh Kapolres bahwa orang yang dimaksud punya ciri-ciri posturnya tinggi, kurus dan tinggal di daerah Pasar Baru Sentani (Pasar Pharaa). ''Penyelidikan (Pencarian) terhadap orang ini masih terus dilakukan oleh penyidik Polres,''ujar Kapolres.

Untuk pencarian tersangka lain ini, Kapolres mengaku bahwa telah meminta bantuan dari beberapa masyarakat sekitar yang kemungkinan mengenal tersangka lain khususnya yang menyuruh Yakob. Selain itu, Polres juga punya keinginan mengajak tersangka untuk mencari orang yang disebutnya itu.

Hanya saja, tersangka masih terus menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Jiwa Abepura, sehingga mau tidak mau harus tetap menunggu keterangan dari RSJ tersebut..Tersangka sendiri, hingga kemarin masih berstatus tahanan Polres. Sekadar mengingatkan bahwa tersangka ini kesehariannya berprofesi sebagai pemungut kaleng bekas. Dia punya satu istri dan satu anak yang masih bermur 1 tahun. (ade)

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece