|
||||||
Update
Terakhir: Feb 7th, 2006 - 19:38:57
|
|
Ancaman/ Terror
JAYAPURA- Meski Kamis (2/2) lalu sebanyak 198 mantan anggota TPN/OPM telah turun gunung (menyerahkan diri) dan bergabung kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), bukan berarti kekuatan TPN/OPM sudah tidak ada lagi. Sebab bagaimanapun juga, keberadaan TPN/OPM harus tetap diwaspadai, meski jumlah atau kekuatan mereka semakin kecil (lemah). Danrem 172/PWY Kolonel Inf. Asis Wanto mengungkapkan, meski secara nyata kekuatan mereka (TPN/OPM) kecil, TNI akan tetap mengejar mereka. Sebab mereka merupakan pemberontak separatis yang sewaktu-waktu bisa mengganggu keamanan masyarakat dengan memanfaatkan celah-celah tertentu. " Yang namanya pemberontak kan kapan saja bisa melakukan penyerangan. Hanya saja, mereka itu akan melakukan aksinya bila situasi memungkinkan, seperti memanfaatkan kelengahan aparat. Namun bila diketahui mereka itu masih membawa senjata, kita akan tetap mengejarnya," kata Danrem kepada wartawan usai menerima penyerahan senjata dari mantan 'Danyon I' GSP/B Marvic Letkol TPN PB Karel Gustav Uduas. Seperti diketahui, Karel Gustav Uduas selama bergabung dengan organisasi TPN/OPM menjabat 'Danyon I' GSP/B. Wilayah operasinya mulai dari Betaf Distrik Pantai Timur hingga Bonggo dan mempunyai anggota sekitar 500 orang. Dia menyerahkan diri ke Pangkuan Ibu Pertiwi tidak terlepas dari peran Kasie Intelrem 172/PWY Letkol Kav A.H Napoleon yang ditunjuk Danrem sebagai Komandan Pelaksanaan Lapangan (Kolap) penurunan dan penyerahan diri 198 anggota eks TPN/OPM dari hutan. Lewat pengalangan bersama pimpinan eks TPN/OPM, Ondoafi Betaf dan Para Kepala Kampung se- Distrik Pantai Timur, serta dukungan Bupati Sarmi Drs. Eduard Fonataba, MM, para anggota TPN/OPM itu akhirnya bersedia keluar dari hutan untuk kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi. Selama 3 hari ditampung di Balai Pertemuan Betaf, Distrik Pantai Timur, ke 198 mantan TPN/OPM itu mendapatkan penataran mengenai bela negara. Dalam penataran itu, hadir sejumlah Muspida Sarmi diantaranya Bupati Drs. Eduard Fonataba, MM, Kapolres Kompol Mansembra, dan Ketua DPRP Andy Maay. Hal yang menarik dari pengakuan Karel Gustav Uduas, beberapa mantan anggota TNI/Polri yang ikut berperan dalam pelatihan militer selama di hutan adalah Praka Nehemia Oyaitun dari Rindam XVII/Trikora, Frengky Runtuboi dari Brimob Polda Papua, dan Frederik Henderik Ell mantan anggota Marinir TNI-AL. Menarik lagi, selain dari mantan anggota TNI/Polri yang sudah dipecat, juga ada anggota polisi yang masih aktif yakni Yance Demotouw anggota Polsek Sentani. Selama di organisasi TPN/OPM, jabatan Yance Demotouw adalah Pangdam Jaya PB dengan pangkat Kolonel. Bahkan menurut pengakuan Uduse, dia ini pernah memerintahkan kepada anggotanya untuk melakukan penyerangan Pos Satgas 515 Rajawali Tahun 2001 di SP 7 Bonggo. Sementara itu masih menurut Danrem, kendati sebelumnya mereka itu merupakan mantan anggota TPN/OPM, dirinya telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian, agar mereka itu diberikan grasi atau pengampunan dalam proses hukum. " Pokoknya bagi mereka yang secara sadar dan suka rela menyerahkan diri kembali ke pangkuan Ibu pertiwi, kami akan menerima dan memperlakukan dengan sangat baik serta menjamin keamananya. Bahkan mereka akan mendapatkan pemghidupan yang layak dan akan diperhatikan pemerintah daerah," terangnya. Danrem merasa yakin dan optimis bahwa, para anggota TPN/OPM yang masih berada di hutan secara bertahap akan menyerahkan diri. Hal ini didasarkan dengan kondisi daerah yang sudah sangat maju pembangunanya, dibandingkan di hutan yang tidak menentu kehidupannya. Bagi para anggota TPN/OPM yang telah menyerahkan diri, Danrem akan menyampaikan usulan kepada komando atas tentang program pengajaran dan pendidikan pendahuluan bela negara. Sebab mereka menjadi anggota TPN/OPM disamping faktor ketidakadilan, juga karena faktor minimnya penanaman mengenai bela negara. " Kami juga mengusulkan agar di kampung-kampung yang menjadi tempat tinggal eks TPN/OPM dapat dilaksanakan program Manunggal Bina Desa. Hal ini dilakukan agar jiwa kebangsaan Indonesia eks TPN/OPM dapat semakin kokoh," harapnya. (mud) © Copyright 2003-2005 by watchPAPUA
|
|