Update Terakhir: Feb 7th, 2006 - 19:38:57
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Kekejaman Negara
Operasi Militer
Ancaman/ Terror
Militerisme
Kerjasama Militer
Terorisme Dunia
Mati Misterius
Kejahatan Milisi
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Ancaman/ Terror

TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
By Cepos
Feb 7, 2006, 19:37

 
Danrem: Mereka Bisa Memanfaatkan Kelengahan Aparat

JAYAPURA- Meski Kamis (2/2) lalu sebanyak 198 mantan anggota TPN/OPM telah turun gunung (menyerahkan diri) dan bergabung kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), bukan berarti kekuatan TPN/OPM sudah tidak ada lagi. Sebab bagaimanapun juga, keberadaan TPN/OPM harus tetap diwaspadai, meski jumlah atau kekuatan mereka semakin kecil (lemah).

Danrem 172/PWY Kolonel Inf. Asis Wanto mengungkapkan, meski secara nyata kekuatan mereka (TPN/OPM) kecil, TNI akan tetap mengejar mereka. Sebab mereka merupakan pemberontak separatis yang sewaktu-waktu bisa mengganggu keamanan masyarakat dengan memanfaatkan celah-celah tertentu.

" Yang namanya pemberontak kan kapan saja bisa melakukan penyerangan. Hanya saja, mereka itu akan melakukan aksinya bila situasi memungkinkan, seperti memanfaatkan kelengahan aparat. Namun bila diketahui mereka itu masih membawa senjata, kita akan tetap mengejarnya," kata Danrem kepada wartawan usai menerima penyerahan senjata dari mantan 'Danyon I' GSP/B Marvic Letkol TPN PB Karel Gustav Uduas.

Seperti diketahui, Karel Gustav Uduas selama bergabung dengan organisasi TPN/OPM menjabat 'Danyon I' GSP/B. Wilayah operasinya mulai dari Betaf Distrik Pantai Timur hingga Bonggo dan mempunyai anggota sekitar 500 orang.

Dia menyerahkan diri ke Pangkuan Ibu Pertiwi tidak terlepas dari peran Kasie Intelrem 172/PWY Letkol Kav A.H Napoleon yang ditunjuk Danrem sebagai Komandan Pelaksanaan Lapangan (Kolap) penurunan dan penyerahan diri 198 anggota eks TPN/OPM dari hutan.

Lewat pengalangan bersama pimpinan eks TPN/OPM, Ondoafi Betaf dan Para Kepala Kampung se- Distrik Pantai Timur, serta dukungan Bupati Sarmi Drs. Eduard Fonataba, MM, para anggota TPN/OPM itu akhirnya bersedia keluar dari hutan untuk kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.

Selama 3 hari ditampung di Balai Pertemuan Betaf, Distrik Pantai Timur, ke 198 mantan TPN/OPM itu mendapatkan penataran mengenai bela negara. Dalam penataran itu, hadir sejumlah Muspida Sarmi diantaranya Bupati Drs. Eduard Fonataba, MM, Kapolres Kompol Mansembra, dan Ketua DPRP Andy Maay.

Hal yang menarik dari pengakuan Karel Gustav Uduas, beberapa mantan anggota TNI/Polri yang ikut berperan dalam pelatihan militer selama di hutan adalah Praka Nehemia Oyaitun dari Rindam XVII/Trikora, Frengky Runtuboi dari Brimob Polda Papua, dan Frederik Henderik Ell mantan anggota Marinir TNI-AL.

Menarik lagi, selain dari mantan anggota TNI/Polri yang sudah dipecat, juga ada anggota polisi yang masih aktif yakni Yance Demotouw anggota Polsek Sentani. Selama di organisasi TPN/OPM, jabatan Yance Demotouw adalah Pangdam Jaya PB dengan pangkat Kolonel. Bahkan menurut pengakuan Uduse, dia ini pernah memerintahkan kepada anggotanya untuk melakukan penyerangan Pos Satgas 515 Rajawali Tahun 2001 di SP 7 Bonggo.

Sementara itu masih menurut Danrem, kendati sebelumnya mereka itu merupakan mantan anggota TPN/OPM, dirinya telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian, agar mereka itu diberikan grasi atau pengampunan dalam proses hukum.

" Pokoknya bagi mereka yang secara sadar dan suka rela menyerahkan diri kembali ke pangkuan Ibu pertiwi, kami akan menerima dan memperlakukan dengan sangat baik serta menjamin keamananya. Bahkan mereka akan mendapatkan pemghidupan yang layak dan akan diperhatikan pemerintah daerah," terangnya.

Danrem merasa yakin dan optimis bahwa, para anggota TPN/OPM yang masih berada di hutan secara bertahap akan menyerahkan diri. Hal ini didasarkan dengan kondisi daerah yang sudah sangat maju pembangunanya, dibandingkan di hutan yang tidak menentu kehidupannya.

Bagi para anggota TPN/OPM yang telah menyerahkan diri, Danrem akan menyampaikan usulan kepada komando atas tentang program pengajaran dan pendidikan pendahuluan bela negara. Sebab mereka menjadi anggota TPN/OPM disamping faktor ketidakadilan, juga karena faktor minimnya penanaman mengenai bela negara.

" Kami juga mengusulkan agar di kampung-kampung yang menjadi tempat tinggal eks TPN/OPM dapat dilaksanakan program Manunggal Bina Desa. Hal ini dilakukan agar jiwa kebangsaan Indonesia eks TPN/OPM dapat semakin kokoh," harapnya. (mud)

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece