|
||||||
Update
Terakhir: Feb 7th, 2006 - 20:59:01
|
|
Ancaman/ Terror
"Saya tidak pernah terlibat dengan pelatihan militer seperti apa yang dikatakan Karel Gustav Uduas itu. Sama sekali tidak," tegas Yance saat dihubungi via handphonenya, kemarin. Seperti diberitakan, Karel Gustav Uduas, mantan pejabat TPN/OPM yang menyerahkan diri dan memilih kembali ke pangkauan Ibu Pertiwi ini, mengeluarkan pengakuan bahwa beberapa mantan anggota TNI/Polri ikut berperan dalam pelatihan militer selama di hutan. Di antaranya, Karel Gustaf menyebut nama Yance Demotouw yakni salah seorang anggota Polsek Sentani. Dalam pengakuan Karel Gustaf, selama di organisasi TPN/OPM, jabatan Yance Demotouw adalah Pangdam Jaya PB dengan pangkat kolonel. Bahkan menurut pengakuan karel Gustaf, Yance disebut pernah memerintahkan untuk melakukan penyerangan Pos Satgas 515 Rajawali yakni Tahun 2001 di SP 7 Bonggo. Terkait dengan itu, dengan tegas Yance membantah keterlibatannya di kelompok TPN/OPM tersebut. Dirinya juga mengaku tak pernah diangkat sebagai Pangdam Jaya PB dengan pangkat kolonel oleh TPN/OPM. Dia juga mengaku tidak pernah tahu pelantikan itu dan tidak pernah mengenal Karel Gustav Uduas. Apalagi mengeluarkan perintah untuk melakukan penyerangan Pos Satgas 515 Rajawali Tahun 2001 di SP 7 Bonggo. "Saya tidak pernah tahu dan tidak pernah terlibat dengan mereka. Saya ini anggota Polri yang digaji oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia dan saya tidak pernah ada urusan dengan TPN/OPM itu," sergahnya. Ditambahkan, pengakuan yang dikeluarkan oleh Gustav Eduas itu tidak benar dan dia menilai bahwa Gustav telah melakukan pembohongan publik. "Ini telah mencemarkan nama baik saya baik secara pribadi maupun kesatuan saya sebagai anggota Polri," tandasnya. Untuk itu, pihaknya akan melakukan pengusutan terus untuk mengembalikan nama baiknya. (bat) © Copyright 2003-2005 by watchPAPUA
|
|