Update Terakhir: Feb 7th, 2006 - 20:59:01
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Kekejaman Negara
Operasi Militer
Ancaman/ Terror
Militerisme
Kerjasama Militer
Terorisme Dunia
Mati Misterius
Kejahatan Milisi
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Ancaman/ Terror

Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
By Cepos
Feb 7, 2006, 20:51

 
JAYAPURA-Yance Demetouw, anggota Polsek Sentani, Jayapura membantah dengan tegas atas pengakuan Karel Gustav Uduas, mantan 'Danyon I' GSP/B yang menyebutkan bahwa dirinya sebagai anggota Polri yang aktif terlibat dalam pelatihan militer terhadap TPN/OPM di hutan (Cenderawasih Pos, Edisi Selasa, 7 Februari).

"Saya tidak pernah terlibat dengan pelatihan militer seperti apa yang dikatakan Karel Gustav Uduas itu. Sama sekali tidak," tegas Yance saat dihubungi via handphonenya, kemarin.

Seperti diberitakan, Karel Gustav Uduas, mantan pejabat TPN/OPM yang menyerahkan diri dan memilih kembali ke pangkauan Ibu Pertiwi ini, mengeluarkan pengakuan bahwa beberapa mantan anggota TNI/Polri ikut berperan dalam pelatihan militer selama di hutan. Di antaranya, Karel Gustaf menyebut nama Yance Demotouw yakni salah seorang anggota Polsek Sentani.

Dalam pengakuan Karel Gustaf, selama di organisasi TPN/OPM, jabatan Yance Demotouw adalah Pangdam Jaya PB dengan pangkat kolonel. Bahkan menurut pengakuan karel Gustaf, Yance disebut pernah memerintahkan untuk melakukan penyerangan Pos Satgas 515 Rajawali yakni Tahun 2001 di SP 7 Bonggo.

Terkait dengan itu, dengan tegas Yance membantah keterlibatannya di kelompok TPN/OPM tersebut. Dirinya juga mengaku tak pernah diangkat sebagai Pangdam Jaya PB dengan pangkat kolonel oleh TPN/OPM. Dia juga mengaku tidak pernah tahu pelantikan itu dan tidak pernah mengenal Karel Gustav Uduas. Apalagi mengeluarkan perintah untuk melakukan penyerangan Pos Satgas 515 Rajawali Tahun 2001 di SP 7 Bonggo.

"Saya tidak pernah tahu dan tidak pernah terlibat dengan mereka. Saya ini anggota Polri yang digaji oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia dan saya tidak pernah ada urusan dengan TPN/OPM itu," sergahnya.

Ditambahkan, pengakuan yang dikeluarkan oleh Gustav Eduas itu tidak benar dan dia menilai bahwa Gustav telah melakukan pembohongan publik. "Ini telah mencemarkan nama baik saya baik secara pribadi maupun kesatuan saya sebagai anggota Polri," tandasnya. Untuk itu, pihaknya akan melakukan pengusutan terus untuk mengembalikan nama baiknya. (bat)

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece