|
||||||
Update
Terakhir: Feb 11th, 2006 - 02:40:29
|
|
Ancaman/ Terror
JAYAPURA-Danrem 172/PWY Kolonel Inf Asis Wanto menegaskan, sebagai alat penjaga keutuhan dan kedaulatan negara, prajurit TNI tidak boleh takut dengan HAM (Hak Azasi Manusia). Sebab HAM itu bukan untuk ditakuti, tapi harus ditaati. Sepanjang dalam menjalankan tugasnya telah memenuhi aturan dan prosedur, maka Prajurit jangan takut pada HAM. Dikatakan Asis Wanto, kehadiran TNI di daerah-daerah khususnya daerah yang sangat terpencil dan terisolir adalah untuk membantu mengatasi kesulitan warga dan mengamankan wilayah. Sehingga salah besar kalau kehadiran TNI ditengah-tengah masyarakat itu hanya untuk menambah masalah. " Kalau masih ada anggapan bahwa kalau TNI masuk ke daerah pasti ada pemerkosaan, atau minta-minta kepada rakyat, itu hanyalah hasutan-hasutan atau propaganda-proganda yang ditanamkan para provokator yang menginginkan mereka itu lepas dari NKRI. Sebab kenyaataan setelah Satgas Bina Desa masuk ke desa-desa, masyarakat justru sangat senang tentang kehadiran TNI," ujar Danrem kepada Cenderawasih Pos (Grup Jayapura Pos) belum lama ini. Dikatakan Asis Wanto, sebab dengan kehadiran TNI itu, warga masyarakat justru bisa mengajak kerjasama untuk untuk bahu membahu membangun desanya. Bahkan kehadiran Satgas BNM itu sangat didambakan, karena bisa mengamankan dan mengayomi masyarakat. Lebih lanjut dikatakan, kenapa Anggota TNI yang bersenjata itu melakukan kurve melakukan pengecatan gedung gereja, membuat jembatan dan memperbaiki kantor desa. Sebab itu semua merupakan bagian dari pertahanan semesta yang harus dilakukan TNI untuk lebih dekat kepada rakyatnya. "Kendati TNI memiliki berbagai keterbatasan seperti Alusista ( Alat Utama Sistem Pertahanan) dan anggaran, tapi TNI tetap berkomitmen untuk terus dekat dengan rakyatnya guna membantu apa yang menjadi kesulitana yang dihadapinya," imbuhnya.(mud) © Copyright 2003-2005 by watchPAPUA
|
|