Update Terakhir: Feb 11th, 2006 - 02:40:29
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Kekejaman Negara
Operasi Militer
Ancaman/ Terror
Militerisme
Kerjasama Militer
Terorisme Dunia
Mati Misterius
Kejahatan Milisi
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Ancaman/ Terror

Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
By Jayapura Pos
Feb 11, 2006, 02:38

 


JAYAPURA-Danrem 172/PWY Kolonel Inf Asis Wanto menegaskan, sebagai alat penjaga keutuhan dan kedaulatan negara, prajurit TNI tidak boleh takut dengan HAM (Hak Azasi Manusia). Sebab HAM itu bukan untuk ditakuti, tapi harus ditaati. Sepanjang dalam menjalankan tugasnya telah memenuhi aturan dan prosedur, maka Prajurit jangan takut pada HAM.

Dikatakan Asis Wanto, kehadiran TNI di daerah-daerah khususnya daerah yang sangat terpencil dan terisolir adalah untuk membantu mengatasi kesulitan warga dan mengamankan wilayah. Sehingga salah besar kalau kehadiran TNI ditengah-tengah masyarakat itu hanya untuk menambah masalah.

" Kalau masih ada anggapan bahwa kalau TNI masuk ke daerah pasti ada pemerkosaan, atau minta-minta kepada rakyat, itu hanyalah hasutan-hasutan atau propaganda-proganda yang ditanamkan para provokator yang menginginkan mereka itu lepas dari NKRI. Sebab kenyaataan setelah Satgas Bina Desa masuk ke desa-desa, masyarakat justru sangat senang tentang kehadiran TNI," ujar Danrem kepada Cenderawasih Pos (Grup Jayapura Pos) belum lama ini.

Dikatakan Asis Wanto, sebab dengan kehadiran TNI itu, warga masyarakat justru bisa mengajak kerjasama untuk untuk bahu membahu membangun desanya. Bahkan kehadiran Satgas BNM itu sangat didambakan, karena bisa mengamankan dan mengayomi masyarakat.

Lebih lanjut dikatakan, kenapa Anggota TNI yang bersenjata itu melakukan kurve melakukan pengecatan gedung gereja, membuat jembatan dan memperbaiki kantor desa. Sebab itu semua merupakan bagian dari pertahanan semesta yang harus dilakukan TNI untuk lebih dekat kepada rakyatnya.

"Kendati TNI memiliki berbagai keterbatasan seperti Alusista ( Alat Utama Sistem Pertahanan) dan anggaran, tapi TNI tetap berkomitmen untuk terus dekat dengan rakyatnya guna membantu apa yang menjadi kesulitana yang dihadapinya," imbuhnya.(mud)

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece