Update Terakhir: Feb 11th, 2006 - 02:56:56
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Isu Kesehatan
Isu Perempuan
Isu Kesukuan
Isu Terkait
Acheh
Maluku
Timor Timur
Riau
Palu
Duka/ Belasungkawa
Isu Umum
Isu Melanesia
Isu Keagamaan
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Acheh

RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
By Kompas
Feb 11, 2006, 02:52

 
Jakarta, Antara - Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal (Pur) Tyasno Sudarto menegaskan, pemberlakuan Rancangan Undang-Undang Pemerintahan Aceh atau RUU PA akan membahayakan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia karena ada beberapa klausul yang mengarah pada federalisme.

”RUU Pemerintahan Aceh, jika diloloskan oleh DPR, akan membahayakan bagi kedaulatan NKRI. DPR harus berhati-hati dalam penggodokan RUU tersebut,” katanya menjawab Antara di Jakarta, Selasa (7/2).

Tyasno mengatakan, ada beberapa klausul atau pasal dalam RUU itu yang mengarah pada federalisme hingga dapat membahayakan kedaulatan NKRI, seperti penggunaan istilah ”pemerintahan Aceh”. ”Kenapa tidak dipakai saja istilah ’pemerintah daerah’ Aceh seperti yang berlaku di daerah lain di Indonesia,” ujar Tyasno.

Selain itu, keinginan untuk mendirikan partai lokal, pembagian kewenangan antara pemerintah pusat dan Aceh, masalah pertahanan dan penegakan HAM, seolah-olah ”lepas” dari kewenangan pemerintah pusat atau atas kendali pemerintah Aceh, ujarnya menambahkan.

Tentang kaitan RUU PA dengan nota kesepahaman damai antara pemerintah dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Tyasno menekankan, nota kesepahaman damai yang ditandatangani di Helsinki, Finlandia, memiliki kekuatan hukum lebih rendah dibandingkan konstitusi RI, yakni Undang-Undang Dasar 1945.

”Sekarang silakan pilih, MOU, NKRI bubar, atau pilih UUD 1945 sebagai landasan konstitusional RI. Yang jelas, kita harus mempertahankan kedaulatan NKRI,” ujarnya.

”Kita tidak perlu takut dengan kecaman internasional karena masalah Aceh bukan masalah internasional, namun semata persoalan dalam negeri RI yang harus diselesaikan secara internal oleh pemerintah dan masyarakat Aceh sendiri. Yang membuat masalah Aceh menginternasional siapa,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan pengamat politik Eddy Swasono yang mengatakan, pemberlakuan RUU PA akan mengarah pada eksklusivisme dan berujung pada kembalinya gerakan separatis di Bumi Rencong.

Walaupun menolak MOU RI dan GAM, Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan menyatakan tetap akan membahas RUU Pemerintahan Aceh bersama fraksi lain di DPR, sepanjang prosedurnya dipenuhi. (BUR)

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece