Update Terakhir: Feb 11th, 2006 - 03:09:23
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Otonomi Khusus
Kebijakan Penjajah
Hubungan LN
Hukum & Demokrasi
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Kebijakan Penjajah

1.000 PEJUANG POLITIK PAPUA TERIMA DANA RP5 MILIAR
By Antara
Feb 11, 2006, 03:08

 
Jayapura (ANTARA News) - Sebanyak 1.000 pejuang politik asal Papua yang berjasa mempertahankan Merah-Putih akan menerima dana Rp5 miliar dari Pemprov Papua sebagai penghargaan atas perjuangan dan jerih payahnya membela bangsa dan negara.

Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial Provinsi Papua, MA. Pogolamon di Jayapura, Selasa, mengatakan, dana tersebut bersumber dari APBD Provinsi Papua tahun anggaran 2005, namun realisasi pembayarannya tahun anggaran 2006 melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Jayapura maupun BRI cabang lainnya di Papua.

Penyerahannya secara resmi direncanakan, Rabu (8/2) dalam suatu acara khusus.

Dia mengatakan, para pejuang tersebut terlibat dalam Penentuan Pendapat Rayat (Pepera) tahun 1969, Tiga Komando Rakyat (Trikora) tahun 1965 dan Gerakan Merah-Putih (GMP) tahun 1963.

Para penerima bukan mantan anggota TNI/Polri yang kini menerima dana pensiun, tetapi mereka yang terlibat, tetapi selama ini tidak mempunyai penghasilan lainnya.

"Cukup banyak yang memasukkan persyaratan, tetapi yang berhak menerima 1.000 orang pejuang," kata Pogolamon.

Dia menegaskan, penyerahan penghargaan tersebut sama sekali tidak mempunyai kepentingan politik apa pun, melainkan pemerintah wajib menghargai jasa-jasa para pahlawannya yang dengan gigih, ulet, keringat dan air mata bahkan darah pun mempertahankan keutuhan bangsa dan negara dari Sabang sampai Merauke.

Pantauan ANTARA News, puluhan pejuang memadati Kantor Dinas Kesejahteraan Sosial Provinsi Papua di Kelurahan Tanjungria, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura untuk menanyakan kepastian pembayaran jasa-jasa mereka dari pemerintah melalui instansi tersebut.

Sementara pejuang lainnya mendatangi Kantor BRI Cabang Jayapura di Kelurahan Gurabesi, Distrik Jayapura Utara untuk melihat persyaratan yang dilengkapi untuk pengambilan uang Rabu (8/2). (*)

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece