Update Terakhir: Feb 11th, 2006 - 03:53:08
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Otonomi Khusus
Pemekaran
Kebijakan Penjajah
Hubungan LN
Hukum & Demokrasi
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Otonomi Khusus

MIMPI PEMIMPIN SEJATI BAGI RAKYAT PAPUA BARAT
By Kamilus Maby Pigay ( pigaymbi@yahoo.com )
Feb 11, 2006, 03:33

 
Sudah empat dasa warsa lebih lamanya Provinsi Papua berdiri. Mulai tahun 1963 hingga 2005. Hampir 10 Gubernur memimpin pulau negeri ini. Tidak sedikit program dicanangkan. Hasilnya pun bijaksana. Kini Pulau negeri ini akan melaksanakan PILKADA untuk memilih Pemimpin Papua.

Rakyat Papua membutuhkan seorang pemimpin idealis, spiritual, visioner dan revolusioner bagi keadilan dan kesejahteraan rakyat Papua. Mungkin akan jauh lebih baik jika diketengahkan beberapa contoh pemimpin dunia sembari mencari figure pemimpin Papua dalam bursa PILKADA ini.

Memang amat jarang dan sulit menemukan sosok pemimpin idealis dan revolusioner. Mahatma Gandhi, Martin Luther King, dan Nelson Mandela adalah sederetan nama para pemimpin politik dunia. Mereka Pemimpin sejati dan tokoh revolusioner bagi kemajuan demokrasi dan hak asasi dan martabat manusia (human dignity) bagi dunia. Theys Eluway dan Tom Wanggai juga pengikutnya, namun dihilangkan dalam kekerasan dan kebiadaban sejarah. Sedangkan Kim Dae Yung dan Bill Clinton, merupakan dua figure Pemimpin Negara yang patut menjadi teladan bagi kandidat Pemimpin di Provinsi Papua.

Berikut ini diketengahkan beberapa contoh tokoh revolusioner dan pemimpin politik dunia sebagai hikmat dan wejangan dalam pelaksanaan PILKADA yang diperuntukan bagi kelima kandidat Kepala Daerah dan wakil Kepala Daerah Propinsi Papua Periode 2005-2010 yang akan bertarung dalam bursa PILKADA untuk mencari sosok pemimpin politik di Provinsi Papua.

FIGUR PEMIMPIN POLITIK SEJATI DUNIA

Mahatma Gandhi (India), Pemimpin spiritualis nasionalisme rakyat India. Pemimpin politik perjuangan rakyat India. Ia menyelesaikan studi hukum di Inggris lalu ke India. Hijrah ke Afrika Selatan dan bertugas sebagai pengacara (lawyer) selama 18 tahun. Dengan gigih, ia memperjuangkan hak-hak kaum buruh kulit hitam dibawah pemerintahan koloni Inggris. Lalu, kembali ke India. Ia menganjurkan “perjuangan tanpa kekerasan (non-violence struggle”. Bhramana, Satyagraha dan ahimsa adalah ajaran-ajarannya. Doa dan puasa menjadi senjata. Dengan berbekal kebenaran sejati mampu menaklukan koloni Inggris. Akhirnya, rakyat India memperoleh kemerdekaan politik dari Inggris. Namun, ia tak dapat menyaksikan kemerdekaan sejati rakyat India, lantaran ditembak mati seorang kurir. Kisah Kristus sungguh terpatri di dalam jiwa dan kehidupan Mahatma Gandhi” demikian tulisan seorang penulis. Ia jadi tokoh spiritual politik rakyat India. Tokoh revolusioner demokrasi bagi dunia.

Seperti halnya, Mahatma Gandhi, Martin Luther King, Dr. Rev (As) adalah Pemimpin visioner bagi kebebasan hak rakyat Afro-Amerika. Ia pendeta Baptis New Jersey, USA. Ia memprotes dan memperjuangkan kesamaan hak dan Kebebasan rakyat Afro-Amerika. Melalui gerakan dan demontrans kulit hitam, akhirnya rakyat Afro-Amerika memperoleh pengakuan kebebasan hak politik di dalam hukum dan pemerintahan. Pada 14 Mei 1969 ia memperoleh nobel perdamaian. Namun, ia akhirnya ditembak mati oleh seorang kurir pemerintah. Akan tetapi, berkat jasa dan perjuangannya kini mimpinya tentang kebebasan rakyat Afro America dapat menjadi kenyataan. Dimana semua orang Afro-Amerika memperoleh pengakuan hak dan kebebasan seperti orang kulit putih dan kulit warna (color). Dia mengatakan Dia bermimpi bahwa "I have a dream that one day this nation will rise up and live out the true meaning of its creed: 'We hold these truths to be self-evident, that all men are created equal.'" "I have a dream that one day, on the red hills of Georgia, sons of former slaves and sons of former slave owners will sit down together at the table of brotherhood." "I have a dream that one day my four children will live in a nation where they will not be judged by the color of their skin, but by the content of their character..." Sehingga kini mimpinya menjadi kenyataan dimana orang Afro Amerika mempunyai hak dan kebebasan dan kesempatan yang sama di depan hukum dan pemerintah.

NELSON MANDELA, lengkapnya, Nelson Rolihlahlah Dahlibunga Mandela adalah pemimpin perjuangan Anti-Apartheid Afrika Selatan yang dipenjarakan selama 27 tahun dan dibebaskan dan menjadi Presiden Afrika Selatan. Ia mempelajari Ilmu Hukum di Witwatersrand University, Afsel. Dan menjadi pengacara (lawyer). Dua rumah tangganya berantakan demi perjuangan politik bagi pembebasan rakyat Afrika Selatan. Evelyn Ntokomaze (1944) dan Nomzamo Winnifred Madikisela Mandela (1958). Namun, setelah dibebaskan dari penjara 14 Februari 1990, dengan jiwa besarnya, ia mengampuni para musuh politiknya. Tak ada rasa benci dan dendam di dalam hatinya pada lawan-lawan politik yang menjebloskannya ke penjara. Ia malah mengampuninya. Lalu mendirikan sebuah negara demokrasi Afrika Selatan. Kini mimpi Nelson Mandela tentang negara yang aman, damai dan demokratis telah menjadi kenyataan. Dan kini menjadi kiblat tidak sedikit negara untuk membangun negara demokrasi. Karena kebajikan pengampunan ia dianugerahi Nobel perdamaian PBB bersama Verword, PM Afsel terakhir. Ia dikenal sebagai pemimpin Revolusioner demokrasi bagi dunia di abad dua puluh satu.

FIGUR PEMIMPIN PEMERINTAHAN DUNIA

KIM DAE YUNG (Mantan Presiden Korsel) Korea Utara merupakan salah satu negara yang secara ekonomi kini dapat memenuhi kebutuhan nasional. Berkat komitmen dan kejujuran politis sosok Kim Dae Yung, Presiden Korea Selatan, maka kini Korea Utara muncul sebagai sebuah negara yang banyak memberikan kemajuan sosial dan ekonomi rakyat Korea Utara. Salah satu upaya yang dilakukan Kim Dae Yung ialah dengan berhasilnya meminimalisir tindakan korupsi dan penyalahgunaan keuangan negara (abuse of financial). Korupsi dipangkas dengan jiwa seorang yang berpihak pada rakyat Korsel.

William Jefferson Clinton, ATAU BILL CLINTON, merupakan mantan Residen Amerika ke-42. Juga mantan Gubernur Negara Bagian Arkansas. Setelah terpilih sebagai presiden, Clinton focus pada masalah-masalah ekonomi, secara khusus   meningkatkan pertumbuhan ekonomi Amerika Dia juga  membangun Democratic Party dengan fokus mendukung middle class, men-stimulate pertumbuhan ekonomi, memberantas kejahatan hukum (law crime), menyediakan pekerjaan bagi kesejahteraan, dan kebijakan reformasi perpajakan. Pada waktu yang bersamaan, Ia tegas pada kebijakan traditional liberal goals seperti mengkoversi kebijakan militer untuk tujuan domestik, control terhadap senjata, legalisasi aborsi, perlindungan lingkungan hidup, persamaan pekerjaan dan kesempatan pendidikan, jaminan kesehatan nasional dan hak-hak kaum gay. Dalam masa kepemimpinannya, ia berhasil membangun pertumbuhan ekonomi Amerika yang cukup baik. Angka pengangguran ditekan hingga 3.8 percent.

Sedangkan Kebijakan Luar negeri, Clinton berhasil menciptakan perundingan perdamaian di Irlandia Utara antara umat Katolik dan Protestan. Pada beberapa sengketa politik ia gagal seperti di Haiti, Bosnia dan Kosovo. Ia juga gagal memobilisir dukungan genocide di Rwanda. Tetapi pada akhirnya, ia menjadi juru runding (peace maker) antara Israel dan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO). Itu keberhasilan Clinton dalam menciptakan perdamian dan keadilan dunia.

Gubernur Papua Dari Masa Ke Masa.

Eliezer Bonay (1963-1964) adalah Gubernur Pertama Provinsi Irian Barat, kini Papua. Program Prioritasnya: menanamkan semangat nasionalism. Frans Kaisepo (1964-1972), menanamkan semangat nasionalism dan meletakan Dasar Pembangunan Papua. Acub Zainal (1972-1975) mendorong percepatan pembangunan secara menyeluruh dengan mulai membangun proyek-proyek raksasa dan program pembangunan koteka (Operasi Koteka). Soetran (1975-1980) mendorong pembangunan pertanian dengan prioritas Cengkeh atau Cengkenisasi. Busiri Soryowinoto (1980-1982) menangani masalah politik, khususnya Masalah Pelintas Batas RI-PNG Repatriasi.

Izaac Hindom (1982-1988) mempercepat pembangunan Papua via 4 kebijakan Gagasan Pemekaran Irian Jaya menjadi 3 Provinsi: Gagasan Pembangunan Rel Kereta Api Trans Papua, (2) kebijakan Transmigrasi memperkuat nasionalisme, tetapi yang diterima Pusat hanya (3) Kebijakan Transmigrasi. Barnabas Suebu (1988-1993) Ada dua kebijakan: Kecamatan focus dan GERSATERA (Gerakan dengan turun ke desa untuk mendorong semangat membangun masyarakat.

Jacob Pattipi (1993-1998) Terdapat 8 Kebijakan yang dicanangkan: (1) Tipologi Kecamatan (2) Penguatan SDM dan menyediakan BEASISWA (3) Pendidikan Berpola Asrama (4) Membangun SMA Unggulan (5) Mendirikan Akademi Tekhnik Jayapura (USTJ) (6) Pembangunan Fakultas Kedokteran di UNCEN (7) PPK dan Banpres serta dan (8) Transmigrasi. Freddy Numberi (1998-2000) Penanganan politik akibat reformasi dan mendorong Papuanisasi serta Beasiswa dan Jacobus Salossa (2000-2005) Kebijakan ada 4: (1) Mendorong Papuanisasi yang diperkuat dengan visi pembangunan (2) Gagasan dan mendorong lahirnya UU OTSUS Papua berisi: empat prioritas, yaitu: Pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi dan infrastruktur (3) Pemekaran Kabupaten dan (4) Beasiswa.

Namun jika dilihat dari tingkat kemajuan Rakyat Papua, barangkali adalah benar opini publik dalam ingatan rakyat Papua. ELIEZER BONAY mematahkan semangat nasionalisme Papua, Juga FRANS KAISEPO. Tapi, ACUB ZAINAL memang membangkitkan semangat dan derajad Orang Papua. Ia canangkan operasi Koteka. SOETRAN tak Selamatkan Rakyat Papua. Ia tega membantai Rakyat Papua tak manusiawi. Apalagi, BUSIRI S Operasi Koteka digantikan Operasi Militer. IZAAC HINDOM, hanya mengutamakan kepentingan Jakarta.

Sebaliknya BAS SUEBU, lebih mengutamakan Daerah, via kegiatan TURDESnya. JACOB PATIPPI, sama sekali tak berbuat banyak untuk Rakyat Papua. Tak ada beasiswa. Juga Mimpi Pendidikan Pola Asrama. FREDDY NUMBERI mendorong nasionalisme dan Papuanisasi. Tapi, JAP SALLOSA menghancurkan nasionalisme dan Papuanisasi. Bahkan ia menciptakan Sorongnisasi. (SOS). Standard Kesehatan Masyarakat terpuruk dan pendidikan tak terurus, korupsi subur, rakyat menderita dan dibantai militer. Ia laksana pengecut. Sehingga mungkin maut pun tak segan-segan menghantarkan ia pulang ke negeri Firdaus di rumah Bapa nan abadi. Selamat Jalan Salossa.

VISI MISI PAPUA LIMA KANDIDAT

Di dalam bursa Pilkada ini ada lima Pasangan, KARMA-MOTE, WABISER-INAURI, ENEMBE-AITUARAUW, SUEBU-HESEGEM dan IBO KOSSY. Visi dan Misi kelima kandidat cukup baik. Hampir semua ingin agar RAKYAT PAPUA AMAN, DAMAI, SEJAHTERA DAN MAKMUR. Semua menghendaki jika terpilih akan membawa rakyat Papua kepada suatu keadilan, kesejahteraan dan kemakuran di tanah Papua. Yang jelas kelima kandidat ini adalah calon pemimpin sejati rakyat Papua yang dipilih oleh TUHAN untuk membangun rakyat Papua dari ketidakberdayaan menuju kepada suatu keadaan dimana semua orang dapat menikmati kesejahteraan, keadilan dan kemakmuran diatas tanah ini. Suatu Tanah yang kaya dan berlimpah ruah dengan air susu dan madunya, tetapi rakyatnya menderita laksana tikus mati dilumbung padi.

Namun pertanyaannya, “Mampukah jika kelima kandidat ini terpilih dapat mewujudkan perdamaian, keadilan, kesejahteraan dan kemakmuran bagi rakyat Papua?

MIMPI TENTANG PEMIMPIN SEJATI

Mungkin Pilkada diharapkan akan melahirkan para pemimpin sejati. Pemimpin dilahirkan sejarah, sejarah akan menentukan kehidupan yang aman dan damai. Mimpi rakyat Papua ia seorang pemimpin yang akan menuntun rakyat Papua dengan AMAN, DAMAI, SEJAHTERA DAN MAKMUR DAN BEBASDARI BELENGGU KEMISKINAN, KEBODOHAN, DAN KETERTINDASAN menuju Suatu Kehidupan Yang Bebas Dari Segala Cengkeraman Dan Penindasan.

Mimpi dan kerinduan saya, ialah melalui PILKADA yang demokratis ini – saya akan merasa berbahagia jika di suatu hari nanti tampil seorang pemimpin seperti NELSON MANDELA, yang rela dipenjarakan demi keadilan, kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Afrika Selatan. Atau seperti Mahatma Ghandi, yang rela mati seperti Kristus demi keadilan, kebenaran dan pembebasan rakyat India dari Koloni Inggris. Atau juga seperti Marten Luther King, yang memperjuangkan hak dan derajad bangsa Afro-Amerika di Amerika, kendatipun ia harus mati demi keadilan dan kesejahteraan rakyatnya. Darahnya mengalir, kini rakyat Afro Amerika memperoleh hak dan kesempatan yang sama seperti orang kulit putih.

Namun dalam kipranya, saya bermimpi, para pemimpin yang akan memipin Papua agar dapat bertindak seperti BILL CLINTON, yang berperan sebagai juru kunci ekonomi bagi perokonomian rakyat Amerika. Tetapi juga menjadi juru runding yang penuh kedamaian. Dan juga seperti Kim Dae Jung, yang mengatasi kejahatan penyalahgunaan keuangan rakyat Korsel dan membawa perubahan dan pertumbahan ekonomi yang mantap.
Demikian. (Ndolunggame)

_______________________
Penulis adalah: Pengamat Masalah Sosial-Politik Papua dan Pemerhati masalah PBB, Penulis/Novelist - Aliran Sosialisme Pembebasan karya-karya novel pembebasan. Anggota novelist Region Asia pada sebuah penerbit terkemuka di Inggris, juga berpraktek pada Law of Office Prof. DR. Andi Hamzah, SH and Partners Jakarta. Kini bekerja pada sebuah Perusahaan Investasi Valuta Asing sebagai Financial Consultant, di Jakarta.

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece