Update Terakhir: Feb 13th, 2006 - 04:12:54
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Otonomi Khusus
Kebijakan Penjajah
Hubungan LN
Hukum & Demokrasi
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Kebijakan Penjajah

John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
By Cepos
Feb 13, 2006, 04:11

 
JAYAPURA- Ketua DPD Golkar Provinsi Papua, John Ibo, MM menegaskan, Papua adalah tempat tinggal semua anak bangsa untuk hidup dan berkarya. Karena itu segala aspek- aspek yang melahirkan diskriminasi harus dihilangkan dan sebagai anak bangsa, ia mengajak agar terus memupuk rasa persatuan dan kesatuan. "Papua adalah tempat tinggal kita, bumi kita mari kita jadikan Papua sebagai rumah kita bersama," ajaknya ketika memberikan sambutannya pada acara peringatan hari Asyura 10 Muharam 1427 H oleh warga BKMT (badan kontak majelis taklim) Provinsi Papua, Ahad (12/2), kemarin. Dalam acara itu John Ibo yang juga salah satu calon gubernur provinsi Papau ini hadir bersama isteri Ny Yuliana Okoka dan sejumlah penasehat BKMT.

Ia juga mengatakan, sebagai anak bangsa dirinya menegaskan bahwa NKRI adalah awal dan akhir baginya. "Saya tegaskan bahwa saya berdiri di atas platform NKRI. Sehingga NKRI adalah awal dan akhir dalam hidup saya," tegasnya serius yang disambut aplaus. Karenanya ia mengajak semua anak bangsa untuk bersatu padu bangun Papua tak peduli siapapun dia dan dari manapun dia.

Dari posisi ia berdiri itu, John Ibo menandaskan, bahwa saat ini ia sedang menyusun untaian pengabdian yang akan bermuara pada seluruh rakyat Indonesia yang merasa hidup di negerinya sendiri.

Sebagai salah satu calon kandidat Gubernur yang akan bertanding pada Pilkada mendatang, John Ibo mengaku bukan mencari kemenangan untuk menduduki suatu jabatan, tetapi sebaliknya sebagai anak bangsa dirinya ingin membangun seluruh anak bangsa Indonesia yang ada di Papua, agar hidup lebih maju dan sehajtera. "Kalau saya ada dalam pencalonan ini, sebenarnya saya ingin mengabdi pada suatu system, memberi akuntabiliats pada suatu system untuk melindungi seluruh warga Negara Indonesia yang ada di Papua agar maju dan hidup sejahtera bersama," tandasnya.

Sementara itu, Ketua BKMT Provinsi Papua, Hj Rosma Abubakar mengemukakan bahwa terkait dengan hari Asyura 10 Muharam, hendaknya anggota BKMT menjadikannya sebagai momen untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Karena hari Asyura memiliki keistimewaan yang sangat mulia. Dimana peringatan tersebut dijadikan sebagai manifestasi aktivitas umat Islam untuk mengkaji ulang sejarah perjuangan nabi-nabi terdahulu dalam menyampaikan risalah kenabiannya guna meningkatkan kualitas iman dan taqwa dalam emnghadai perkembangan zaman.

Acara yang dihadiri ratusan anggota BKMT tersebut diawali pengajian Al Quran oleh Qori Ny Hamzah dan diakhiri dengan ucapan salam sebagai rasa syukur. Pada kesempatan itu juga John Ibo memberikan bantuannya kepada BKMT.(ta)

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece