Update Terakhir: Feb 13th, 2006 - 05:13:26
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Otonomi Khusus
Pemekaran
Kebijakan Penjajah
Hubungan LN
Hukum & Demokrasi
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Pemekaran

MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
By SP Daily
Feb 13, 2006, 05:12

 
JAKARTA - Majelis Rakyat Papua (MRP), sebagai lembaga representasi kultural dan sosial orang asli Papua, seusai UU No 21/ 2001, perlu memfasilitasi terselenggaranya rekonsiliasi rakyat Papua untuk menyelesaikan Irian Jaya Barat (Irjabar). Pemerintah pusat sebaiknya tidak mengambil peran utama, tetapi sebagai kontributor saja. Hal itu dikemukakan anggota Pokja Papua, Frans Maniagasi di Jakarta, Jumat (10/2).

"Rekonsiliasi harus melibatkan semua komponen masyarakat Papua dari Radja Ampat sampai Mappi, baik tokoh agama, perempuan dan adat terutama mereka yang saling berbeda pendapat soal Irjabar. Diharapkan dari forum rekonsiliasi yang diselenggarakan di Papua tersebut, bisa menghasilkan solusi terbaik untuk rakyat Papua secara keseluruhan," katanya.

Dikatakan, apa pun solusi masalah Irjabar harus jelas dan memihak rakyat dan melalui langkah-langkah politik yang tetap pada bingkai hukum. Solusi masalah Irjabar harus sesuai dengan amanat Pasal 73 PP No 54/2004 tentang MRP yang waktunya akan berakhir 30 April 2006, terhitung enam bulan setelah pelantikan anggota MRP dan sekaligus menghindari adanya preseden buruk di kemudian hari.

Komentar Frans itu, juga terkait dengan kedatangan Wakil Ketua MPR, Aksa Mahmud dan Tim Pemerintah Pusat yang melakukan pendekatan dengan pimpinan MRP, DPRP, dan Pemerintah Provinsi Papua ke Jayapura akhir pekan lalu berdialog dalam rangka penyelesaian masalah Irjabar.

Diingatkan, kehadiran tokoh dari Jakarta yang mendorong proses dialog menuju penyelesaian masalah Irjabar yang akan diadakan di Makassar 13-14 Februari 2006, seolah-olah masalah Irjabar mau disamakan dengan konflik di Poso atau Palu. "Orang Papua tidak pernah konflik, yang terjadi adalah perbedaan pemahaman antara tokoh-tokoh Papua tentang pemaksaan percepatan pemekaran yang tidak sesuai dengan UU Otsus, akibat kebijakan Pemerintah Pusat," katanya.

Diminta penyelesaian Irjabar tidak dijadikan proyek dengan menggunakan rumusan hitung dagang.

Frans mengusulkan agar MRP mengambil prakarsa melakukan komunikasi dengan DPRP dan DPRD Irjabar, dengan dibantu tim yang mengorganisir yang telah terlibat sejak awal dalam proses lahirnya UU Otsus.

Tim itu bisa dari Perguruan Tinggi atau lembaga independen lain yang dianggap memiliki kapabilitas dan kredibilitas di mata masyarakat Papua. Hasil pertemuan itu nantinya dijadikan dasar solusi konkret penyelesaian Irjabar sehingga bila di kemudian hari terjadi sesuatu, eksesnya menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat dan tokoh-tokoh Papua yang pernah terlibat, katanya. (M-15)


© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece