Update Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Freeport MacMoRan
LNG BP Bintuni
Kegiatan Logging
Pembangunan
Alam Berbicara
Ekologi/ Ekosistem
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Freeport MacMoRan

Ribuan Massa HTI Demo Kedubes AS
By Media Indonesia Online
Mar 7, 2006, 12:11

 
JAKARTA--MIOL: Ribuan orang yang tergabung dalam Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) melakukan unjuk rasa memprotes kediktatoran AS terhadap segala aspek yang merugikan dunia, di depan Gedung Kedutaan Besar AS Jl Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Minggu.

Aksi yang dijaga ketat oleh 1000 personil kepolisian itu dilakukan dengan mendirikan panggung besar berukuran sekitar 5X7 meter di depan gedung Kedubes AS dengan membentangkan spanduk warna hitam bertuliskan huruf arab berbunyi "Lailahailallah" sebagai latar belakang panggung.

Dalam aksi tersebut, massa HTI menyerukan kepada pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia untuk menghentikan sekulerisme dalam kehidupan masyarakat dan negara, termasuk praktik kotor seperti korupsi, kolusi, perlindungan penjualan aset strategis negara dan perizinan perusahaan seperti Freeport dan Exxon Mobil.

Menurut juru bicara HTI, Muhamamad Ismail Yusanto berbagai krisis dan bencana telah menimpa kehidupan umat manusia selama 82 tahun tanpa khilafah.Dia mengatakan, dunia Islam telah kehilangan payung kepemimpinan yang dapat menjadi penjaga dan pelindung, sehingga negara Islam bertubi-tubi didera berbagai malapetaka. "Dunia Islam yang semula terbentang luas dalam satu kesatuan, kini terpecah belah menjadi 50 lebih negara kecil yang dipimpin oleh penguasa yang tidak sepenuhnya mengabdi pada kepentingan Islam dan umatnya," katanya.

Dalam orasinya Ismail mengatakan, HTI menolak setiap upaya pemecah belahan dan kolonialisasi terhadap negeri muslim, serta penggiringan opini internasional yang digalang oleh negara barat untuk menyudutkan Islam."Saatnya khilafah memimpin dunia, AS harus segera keluar dari Irak dan Afganistan," tegas Ismail.Massa yang mengenakan busana dan ikat kepala berwarna putih bertuliskan huruf arab itu melakukan aksinya dengan tertib.

Sementara itu sekitar tiga jam kemudian ratusan massa yang menamakan diri Forum Betawi Rempug (FBR) menyusul dan bergabung dengan massa HTI yang sudah menggelar aksi unjuk rasa sekitar pukul 08.00 WIB itu untuk menyerukan tuntutan yang sama terhadap pemerintah.

Aksi tersebut juga dihadiri antara lain, Ketua MUI Pusat Kholil Ridwan, Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Munarman, dan Sekretaris Jenderal Arimatea Dicky Chandra. (Ant/OL-1)

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
LAPORKAN HASIL KONGRES NASIONAL I TPN-PB CREW SPMNews DIPECAT
SANGKUR YIKWA BUKAN ANGGOTA TPN/OPM
Polisi Usut Perusakan Monumen Mandala
Press Release Front Pepera PB : Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan James Bob Moffet Segera Tutup PT Freeport Indonesia!
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
Perang Terorisme
Senator AS Pertanyakan Keamanan Warga Papua
Terdakwa Kasus Wagete Dituntut 5 Bulan Penjara
Demo FRPAM ke DPRP Nyaris Ricuh
KUTUKAN KP- AMP ATAS INSIDEN FREEPORT DI TIMIKA PAPUA BARAT
Ruben Edoway Bantah Pernyataan GT Situmorang
Eko Terorisme
Desak, Renegosiasi Kontrak Kerja Freeport
AKSI TUJUH ELEMEN PERGERAKAN MHS DAN PRODEM TUNTUT TOLAK TDL DAN TUTUP FREEPORT
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
MRP Turunkan Tim untuk Temui Tujuh Suku
SERUAN AKSI DI TIMIKA PAPUA BARAT
Politik Indonesia
Pro-Kontra Irjabar: MRP Menyimpang dari Komitmen
Penyelesaian Politik Papua Harus Sesuai UU Otsus
Empat Kabupaten Tetap Tolak Pilkada Irjabar
Menhan: Masalah Papua Persoalan Multidimensional
MRP Sesalkan Jakarta Dorong Pilkada Irjabar
Editorial & Opini
KAPAN PAPUA MERDEKA?
PAPUA DIANTARA KONFLIK KEPENTINGAN DAN GENOCIDE
PT Freeport-Rio Tinto: Lambang Kejahatan Kemanusiaan atas Papua Barat
PESAN BURUK DARI PAPUA
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
Fokus Isu
ALLAH PAPUA BUKAN BERAGAMA TETAPI KOMUNIS
Green Piece: Di Papua tak Perlu Ada HPH
Islam, Otonomi dan Papua Merdeka
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece