Update Terakhir: Jul 4th, 2006 - 07:47:27
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Gerilya
Dukungan Dunia
Usaha Diplomasi
Dialog Politik
Demo/ Protes
Petisi/ Surat
Gugat Pepera 69
Penegakan Hukum
Kisah Perjuangan
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Kisah Perjuangan

SANGKUR YIKWA BUKAN ANGGOTA TPN/OPM
By WPNews
Jul 4, 2006, 07:43

 
Mbaliem WPNews- Harian Cenderawasih Pos pada edisi Senin 03 Juli 2006 menurunkan berita dengan judul “Di Wamena, 2 Anggota TPN/OPM Turun Gunung” adalah TIDAK BENAR karena salah satu dari dua orang yang menyerahkan diri tersebut adalah seorang pembantu pada pos Koramil di Distrik Kelela. Kabupaten Jayawijaya Papua.

Media propaganda Indonesia yang dibangun di Papua seperti Cenderawasih Pos telah menulis berita yang tidak benar dan jelas-jelas telah membodohi rakyat Papua pada umumnya. Berita bohong ini ditulis oleh seorang wartawan Cenderawasih Pos perwakilan Wamena yang berinisial Jk atau bernama Joko.

Hal ini ditegaskan oleh sumber terpercaya WPNews yang datang dari Distrik Kelela untuk melaporkan langsung kepada WPNews dari Mbaliem (Wamena), Sumber kami yang tidak mau namanya ditulis tersebut melaporkan via telephone selulernya bahwa, Sangkur Yikwa kesehariannya ia bekerja sebagai pembantu di Koramil Kelela, sedangkan Alom Pagawak adalah seorang Kepala Desa Yelonggolo yang melarikan diri ke hutan pada tahun 1999 yang lalu. Alom Pagawak melarikan diri ke hutan karena ia begitu getol dan vocal melawan Aparat Tripika dalam setiap Upacara Adat yang dilakukan di daerah tersebut, Alom dianggap orang yang sangat membahayakan stabilitas NKRI atas Papua, sehingga dia dijadikan buronan Polisi di Distrik tersebut. Demikian tegasnya sambil mengakhiri pembicaraannya bersama WPNews hari ini, Selasa 04 Juli 2006 pukul 11:25 Waktu Papua Barat.

Dari laporan ini terlihat jelas bahwa Kepolisian Polres Jayawijaya bekerjasama dengan Harian Cenderawasih Pos telah melakukan pembohongan Publik dengan membuat berita omongkosong untuk mengejar Karier dan Pangkat di Instansi masing-masing.

Dibagian lain pada hari yang sama harian Cenderawasih Pos juga menurunkan Judul berita yang begitu fantastic, ”Mantan TPN/OPM Mengaku Senang Bergabung Dengan NKRI” hal ini terlihat Media Cepos sedang digunakan oleh TNI/POLRI untuk membungkam semua aspirasi Papua Merdeka yang begitu senter dibicarakan akhir-akhir ini di luar dan dalam negeri, untuk itu diharapkan pada semua warga Papua Barat agar tidak termakan issue-issue murahan ini.

Seorang TPN/OPM sejati tidak akan pernah menyerah sebelum cita-cita dan keyakinannya terwujud, Hanya TPN/OPM Gadungan yang dipelihara TNI/POLRI yang akan menyerahkan diri untuk membuat issue murahan guna membangun opini public bahwa perjuangan Papua Barat Merdeka adalah sia-sia.*** (ktk)

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
LAPORKAN HASIL KONGRES NASIONAL I TPN-PB CREW SPMNews DIPECAT
SANGKUR YIKWA BUKAN ANGGOTA TPN/OPM
Polisi Usut Perusakan Monumen Mandala
Press Release Front Pepera PB : Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan James Bob Moffet Segera Tutup PT Freeport Indonesia!
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
Perang Terorisme
Senator AS Pertanyakan Keamanan Warga Papua
Terdakwa Kasus Wagete Dituntut 5 Bulan Penjara
Demo FRPAM ke DPRP Nyaris Ricuh
KUTUKAN KP- AMP ATAS INSIDEN FREEPORT DI TIMIKA PAPUA BARAT
Ruben Edoway Bantah Pernyataan GT Situmorang
Eko Terorisme
Desak, Renegosiasi Kontrak Kerja Freeport
AKSI TUJUH ELEMEN PERGERAKAN MHS DAN PRODEM TUNTUT TOLAK TDL DAN TUTUP FREEPORT
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
MRP Turunkan Tim untuk Temui Tujuh Suku
SERUAN AKSI DI TIMIKA PAPUA BARAT
Politik Indonesia
Pro-Kontra Irjabar: MRP Menyimpang dari Komitmen
Penyelesaian Politik Papua Harus Sesuai UU Otsus
Empat Kabupaten Tetap Tolak Pilkada Irjabar
Menhan: Masalah Papua Persoalan Multidimensional
MRP Sesalkan Jakarta Dorong Pilkada Irjabar
Editorial & Opini
KAPAN PAPUA MERDEKA?
PAPUA DIANTARA KONFLIK KEPENTINGAN DAN GENOCIDE
PT Freeport-Rio Tinto: Lambang Kejahatan Kemanusiaan atas Papua Barat
PESAN BURUK DARI PAPUA
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
Fokus Isu
ALLAH PAPUA BUKAN BERAGAMA TETAPI KOMUNIS
Green Piece: Di Papua tak Perlu Ada HPH
Islam, Otonomi dan Papua Merdeka
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece