Update Terakhir: Mar 3rd, 2005 - 19:46:02
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Freeport MacMoRan
LNG BP Bintuni
Kegiatan Logging
Pembangunan
Alam Berbicara
Ekologi/ Ekosistem
Konservasi
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Konservasi

Kearifan Tradisional di Wamena
By Cepos Alamku Online
Mar 1, 2005, 07:40

 

Perjuangan meraih sebuah pengakuan

KEARIFAN tata kelola tradisional yang ada dan masih banyak ditaati oleh masyarakat adat di Wamena adalah dalam hal tata kelola tanah dan wilayah berdasarkan zona-zona pemanfaatan lahan sesuai dengan fungsi dan kepentingannya.

Struktur kepemilikan adat, merupakan dasar dalam mengatur kepemilikan suku dalam wilayah adat (suku & Klen) yang masih berlaku dan ditaati oleh warga pada masyarakat adat Wamena, terutama pada daerah-daerah utara pegunungan Jayawijaya.

Aturan dan sistim tata kelola ini masih dimiliki, berlaku dan ditaati oleh masyarakat dalam wilayah adat. Kearifan dan tata kelola yang sudah jelas seperti zona-zona yang sudah jelas dalam memanfaatkan hutan adat. Begitu pula dari sisi pemerintahan adat, pada dasarnya masyarakat adat di Wamena, telah memiliki struktur pemerintahn adat yang jelas, struktur kepemilikan yang jelas, sistem ekonomi yang jelas dan masih berlaku hingga kini. Masalah utama dalam mengimplementasikan adalah: hilangnya pengakuan terhadap hak tanah adat-wilayah adat, dan status kepemilikan adat. Untuk mempertahankan status hutan, aturan adat dan tanah adat serta kearifan tradisional dalam usaha pengelolaan hutan, terutama pada kawasan lindung. Maka dengan sistim kemitraan, diupayakan pemetaan partisipatif multi pihak, Pengakuan sistim pengaturan masyarakat Lembah Baliem, Pemberdayaan ekonomi masyarakat .

Ada kekhawatiran masyarakat adat di Wamena terhadap keberadaan kearifan tradisional yang dimiliki dan masih berlaku ini, tidak dapat bertahan terhadap desakan perkembangan kemajuan jaman dan tekanan-tekanan budaya yang sangat kuat dari luar sehingga akan luntur. (BaST)

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece