Update Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Isu Kesehatan
Isu Perempuan
Isu Kesukuan
Isu Terkait
Duka/ Belasungkawa
Isu Umum
Isu Melanesia
Isu Keagamaan
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Isu Kesehatan

Tahun 2004 Kasus HIV/AIDS di Timika Meningkat
By Kompas
Mar 1, 2005, 07:55

 
Jayapura, Kepala Bidang P2M (Pemberantasan Penyakit Menular) Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr Suwardi Redjo, Senin (28/2) di Jayapura, mengatakan, jumlah kasus HIV/AIDS di Timika sampai 31 Desember 2004 mencapai 592 kasus, sedangkan Merauke berjumlah 657 kasus.

Peningkatan jumlah kasus HIV/AIDS di Timika meningkat pesat dalam dua tahun terakhir. Sebanyak 592 kasus di Timika rata-rata sudah masuk stadium II-III. Artinya, kondisi fisik penderita sudah sangat memprihatinkan.

Tahun 2002, tercatat ada 114 kasus di Timika, sementara di Merauke ditemukan 392 kasus pada tahun yang sama. Setahun berikutnya di Timika bertambah 127 kasus menjadi 241, sedangkan di Merauke bertambah 140 kasus. Pada tahun 2004 jumlah kasus di Timika bertambah 351 kasus sedang Merauke bertambah 125 kasus.

Redjo memperkirakan perilaku seks bebas menjadi faktor utama yang menyebabkan meningkatnya angka kasus tersebut di Timika. Di Timika terdapat ribuan pencari kerja yang tidak membawa istri.

"Di sana banyak orang bujang lokal. Mereka adalah warga dari luar Timika seperti Jawa, Manado, Makassar, Bugis, Buton, Sumatera, Kalimantan, Ambon, NTB, dan NTT. Mereka sebagian bekerja di PT Freeport Indonesia dan sebagian bekerja sebagai tukang ojek, pedagang, pengusaha warung makan, dan seterusnya.

Kawin kontrak

Menurut Redjo, mereka kemudian banyak melakukan kawin kontrak atau pergi ke lokalisasi, pusat hiburan, bar, dan diskotek setempat. Ikatan perkawinan itu bisa berlangsung satu hingga dua tahun. Pertemuan suami-istri ini hanya terjadi di akhir pekan karena para suami bekerja di ladang pertambangan. Besarnya gaji yang diterima karyawan perusahaan tersebut antara Rp 1 juta-Rp 200 juta per bulan mendorong kesenangan mencari hiburan.

Menurut Redjo, berdasarkan data per 31 Desember 2004, jumlah kasus HIV/AIDS di Papua ada sebanyak 1.749 kasus dan masih banyak kasus yang belum ditemukan.

Di sejumlah daerah ditemukan puluhan kasus yang cukup mengejutkan karena sebelumnya belum tercatat ada kasus. Misalnya, di Nabire per Januari 2005 ditemukan 20 kasus baru, di Paniai enam kasus, di Sorong 11 kasus. Penyebaran virus HIV di Papua sebanyak 90 persen karena seks bebas. Program kondomisasi belum optimal dilakukan. (kor)

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
LAPORKAN HASIL KONGRES NASIONAL I TPN-PB CREW SPMNews DIPECAT
SANGKUR YIKWA BUKAN ANGGOTA TPN/OPM
Polisi Usut Perusakan Monumen Mandala
Press Release Front Pepera PB : Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan James Bob Moffet Segera Tutup PT Freeport Indonesia!
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
Perang Terorisme
Senator AS Pertanyakan Keamanan Warga Papua
Terdakwa Kasus Wagete Dituntut 5 Bulan Penjara
Demo FRPAM ke DPRP Nyaris Ricuh
KUTUKAN KP- AMP ATAS INSIDEN FREEPORT DI TIMIKA PAPUA BARAT
Ruben Edoway Bantah Pernyataan GT Situmorang
Eko Terorisme
Desak, Renegosiasi Kontrak Kerja Freeport
AKSI TUJUH ELEMEN PERGERAKAN MHS DAN PRODEM TUNTUT TOLAK TDL DAN TUTUP FREEPORT
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
MRP Turunkan Tim untuk Temui Tujuh Suku
SERUAN AKSI DI TIMIKA PAPUA BARAT
Politik Indonesia
Pro-Kontra Irjabar: MRP Menyimpang dari Komitmen
Penyelesaian Politik Papua Harus Sesuai UU Otsus
Empat Kabupaten Tetap Tolak Pilkada Irjabar
Menhan: Masalah Papua Persoalan Multidimensional
MRP Sesalkan Jakarta Dorong Pilkada Irjabar
Editorial & Opini
KAPAN PAPUA MERDEKA?
PAPUA DIANTARA KONFLIK KEPENTINGAN DAN GENOCIDE
PT Freeport-Rio Tinto: Lambang Kejahatan Kemanusiaan atas Papua Barat
PESAN BURUK DARI PAPUA
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
Fokus Isu
ALLAH PAPUA BUKAN BERAGAMA TETAPI KOMUNIS
Green Piece: Di Papua tak Perlu Ada HPH
Islam, Otonomi dan Papua Merdeka
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece