 |
| Search |
|
|
|
|
|
|
|
 |
Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin, Rep. of Ireland |
|
|
|
|

Isu Kesukuan
Simson Fanderamos Yikwa, Terpilih sebagai Kepala Suku Masyarakat Koteka Pegungungan Tengah di Port Numbay
By Muhammad Kwilala
Mar 3, 2005, 05:13
|
|
Sejak bergulirnya Undang-Undang Nomor 21 tahun 2001 tentang Otonomi khusus bagi Daerah Papua hingga sekarang, masyarakat pegunungan tengah di Jayapura menilai belum nampak sama sekali hasil-hasil dari kekhususan yang di maksud. Justru dalam kekhususan ini yang terjadi dan dapat di baca oleh masyarakt kecil asal pegunungan tengah, yang sementara berdomisili di jayapura adalah; terjadinya pengelompokkan manusia (Manusia Papua di kotak-kotak), setelah manusianya dikotak-kotak pikiran manusia papuapun terkotak-kotak secara alamia (mungkin menurut masyarakat kampus kondisi ini ada hubungan dengan konspirasi politik individu/kelompok) tetapi begitulah penilaian masyarakat (Namanya saja orang Awam) maka, yang terjadi adalah ISME,ISME dan ISME.
Realita konkrit yang ada di Papua sekarang dan merupakan hasil Otonomi Khusus Nomor 21 tahun 2001 adalah Satu suku menguasai suku yang lain/terjadinya penjajahan internal, Neo-Kanibalisme yaitu Homo Omni Lupus dalam kaitan ini masyarakat koteka (Pegunungan tengah) adalah suku-suku yang sangat memprihatinkan nasibnya, bahkan kehidupannya dalam proses pembangunan di Negeri ini, dalam kerangka Otonomi khusus yang oleh pusat menterjemahkan hal itu sebagai Freedom untuk west papua.Namun yang nampak adalah masyarakat dimarginalkan, atau mungkin karena mereka KOTEKA ka ? jadi berfikiran begitu.
Kondisi yang terbaca oleh Masyarakat Koteka perantauan (Jayapura) atas pembangunan daerahnya adalah terjadinya proses pembodohan dan pemiskinan secara struktural dan pemerintah turut serta merta dalam menciptakan suatu alienasi. Contoh kasus dapat di simak Keadaan Kabupaten Jayawijaya sekarang yaitu terjadi Staknasi Pembangunan DPR Prov dan PEMDA Prov sekalipun sudah didatangi dan diberitahu oleh para mahasiswa, TERJADI PROSES PEMBIARAN Maka sebagai anak-anak negeri yang di primitifkan merasa perlu adanya seorang Pemimpin Besar (Kepala suku) untuk mengkomandoi anak-anak negeri koteka di Jayapura dan Mencekal bahaya Laten (OTSUS PAPUA) yang sudah menghancurkan tali persaudaraan di antara saudara-saudara kami di Pantai Utara dan kini sementara berusaha untuk mengobrak-abrik tali persaudaraan diantara sesama masyarakat Koteka di Pegunungan Tengah, maka: Pada hari Sabtu tanggal 26 februari 2005 jam 10.00 Wpb semua Toko-toko masyarakat, agama, perempuan dan Mahasiswa dari berbagi suku di Pegunungan tengah berbondong-bondong menuju Aula Stakin Sentani unutuk memilih Panitia Pemilihan Kepala suku Besar Pegunungan Tengah. Dalam pada itu saudara Simson Fanderamos Yikwa ditunjuk sebagai Ketua (Suku Lani), Sekretaris Yohanis D (Amungme), Bendahara Isyak w, (Hubula) dan pembantu-pembantu seksi.
Demikian Informasi perkembangan, kami sangat mengharapkan Bantuan saudara-saudari sekalian untuk memberi masukan baik dalam bentuk Kritik maupun saran. Perlu di ketahui bahwa maksud daripada pembentukan panitia ini bersifat sosial kemasyarakatan bukan untuk memperlebar jurang pemisah antara kita sesama bangsa Papua, bahkan bukan pula satu kekuatan Baru.***Muhammad
===============
© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA
|
|
|