Update Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Isu Kesehatan
Isu Perempuan
Isu Kesukuan
Hukum Adat
Tanah Adat
Kesenian
Isu Terkait
Duka/ Belasungkawa
Isu Umum
Isu Melanesia
Isu Keagamaan
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Isu Kesukuan

Simson Fanderamos Yikwa, Terpilih sebagai Kepala Suku Masyarakat Koteka Pegungungan Tengah di Port Numbay
By Muhammad Kwilala
Mar 3, 2005, 05:13

 
Sejak bergulirnya Undang-Undang Nomor 21 tahun 2001 tentang Otonomi khusus bagi Daerah Papua hingga sekarang, masyarakat pegunungan tengah di Jayapura menilai belum nampak sama sekali hasil-hasil dari kekhususan yang di maksud. Justru dalam kekhususan ini yang terjadi dan dapat di baca oleh masyarakt kecil asal pegunungan tengah, yang sementara berdomisili di jayapura adalah; terjadinya pengelompokkan manusia (Manusia Papua di kotak-kotak), setelah manusianya dikotak-kotak pikiran manusia papuapun terkotak-kotak secara alamia (mungkin menurut masyarakat kampus kondisi ini ada hubungan dengan konspirasi politik individu/kelompok) tetapi begitulah penilaian masyarakat (Namanya saja orang Awam) maka, yang terjadi adalah ISME,ISME dan ISME.

Realita konkrit yang ada di Papua sekarang dan merupakan hasil Otonomi Khusus Nomor 21 tahun 2001 adalah Satu suku menguasai suku yang lain/terjadinya penjajahan internal, Neo-Kanibalisme yaitu Homo Omni Lupus dalam kaitan ini masyarakat koteka (Pegunungan tengah) adalah suku-suku yang sangat memprihatinkan nasibnya, bahkan kehidupannya dalam proses pembangunan di Negeri ini, dalam kerangka Otonomi khusus yang oleh pusat menterjemahkan hal itu sebagai Freedom untuk west papua.Namun yang nampak adalah masyarakat dimarginalkan, atau mungkin karena mereka KOTEKA ka ? jadi berfikiran begitu.

Kondisi yang terbaca oleh Masyarakat Koteka perantauan (Jayapura) atas pembangunan daerahnya adalah terjadinya proses pembodohan dan pemiskinan secara struktural dan pemerintah turut serta merta dalam menciptakan suatu alienasi. Contoh kasus dapat di simak Keadaan Kabupaten Jayawijaya sekarang yaitu terjadi Staknasi Pembangunan DPR Prov dan PEMDA Prov sekalipun sudah didatangi dan diberitahu oleh para mahasiswa, TERJADI PROSES PEMBIARAN Maka sebagai anak-anak negeri yang di primitifkan merasa perlu adanya seorang Pemimpin Besar (Kepala suku) untuk mengkomandoi anak-anak negeri koteka di Jayapura dan Mencekal bahaya Laten (OTSUS PAPUA) yang sudah menghancurkan tali persaudaraan di antara saudara-saudara kami di Pantai Utara dan kini sementara berusaha untuk mengobrak-abrik tali persaudaraan diantara sesama masyarakat Koteka di Pegunungan Tengah, maka: Pada hari Sabtu tanggal 26 februari 2005 jam 10.00 Wpb semua Toko-toko masyarakat, agama, perempuan dan Mahasiswa dari berbagi suku di Pegunungan tengah berbondong-bondong menuju Aula Stakin Sentani unutuk memilih Panitia Pemilihan Kepala suku Besar Pegunungan Tengah. Dalam pada itu saudara Simson Fanderamos Yikwa ditunjuk sebagai Ketua (Suku Lani), Sekretaris Yohanis D (Amungme), Bendahara Isyak w, (Hubula) dan pembantu-pembantu seksi.

Demikian Informasi perkembangan, kami sangat mengharapkan Bantuan saudara-saudari sekalian untuk memberi masukan baik dalam bentuk Kritik maupun saran. Perlu di ketahui bahwa maksud daripada pembentukan panitia ini bersifat sosial kemasyarakatan bukan untuk memperlebar jurang pemisah antara kita sesama bangsa Papua, bahkan bukan pula satu kekuatan Baru.***Muhammad
===============

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
LAPORKAN HASIL KONGRES NASIONAL I TPN-PB CREW SPMNews DIPECAT
SANGKUR YIKWA BUKAN ANGGOTA TPN/OPM
Polisi Usut Perusakan Monumen Mandala
Press Release Front Pepera PB : Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan James Bob Moffet Segera Tutup PT Freeport Indonesia!
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
Perang Terorisme
Senator AS Pertanyakan Keamanan Warga Papua
Terdakwa Kasus Wagete Dituntut 5 Bulan Penjara
Demo FRPAM ke DPRP Nyaris Ricuh
KUTUKAN KP- AMP ATAS INSIDEN FREEPORT DI TIMIKA PAPUA BARAT
Ruben Edoway Bantah Pernyataan GT Situmorang
Eko Terorisme
Desak, Renegosiasi Kontrak Kerja Freeport
AKSI TUJUH ELEMEN PERGERAKAN MHS DAN PRODEM TUNTUT TOLAK TDL DAN TUTUP FREEPORT
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
MRP Turunkan Tim untuk Temui Tujuh Suku
SERUAN AKSI DI TIMIKA PAPUA BARAT
Politik Indonesia
Pro-Kontra Irjabar: MRP Menyimpang dari Komitmen
Penyelesaian Politik Papua Harus Sesuai UU Otsus
Empat Kabupaten Tetap Tolak Pilkada Irjabar
Menhan: Masalah Papua Persoalan Multidimensional
MRP Sesalkan Jakarta Dorong Pilkada Irjabar
Editorial & Opini
KAPAN PAPUA MERDEKA?
PAPUA DIANTARA KONFLIK KEPENTINGAN DAN GENOCIDE
PT Freeport-Rio Tinto: Lambang Kejahatan Kemanusiaan atas Papua Barat
PESAN BURUK DARI PAPUA
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
Fokus Isu
ALLAH PAPUA BUKAN BERAGAMA TETAPI KOMUNIS
Green Piece: Di Papua tak Perlu Ada HPH
Islam, Otonomi dan Papua Merdeka
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece