Update Terakhir: Mar 3rd, 2005 - 19:08:52
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Freeport MacMoRan
LNG BP Bintuni
Kegiatan Logging
Pembangunan
Alam Berbicara
Ekologi/ Ekosistem
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
LNG BP Bintuni

Proyek LNG Tangguh Dilanjutkan
By Kompas
Mar 3, 2005, 06:32

 
Jakarta, Pembangunan kilang gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) yang terletak di Provinsi Papua segera akan dimulai, setelah pemerintah menyelesaikan perundingan mengenai perpanjangan kontrak dengan perusahaan asal Inggris BP dan Principal of Agreement (PoA) Proyek LNG Tangguh.

Sesuai rencana, perpanjangan kontrak dan PoA Proyek LNG Tangguh yang terkait masalah jaminan pemerintah mengenai masalah suplai LNG, akan ditandatangani dalam satu atau dua minggu ini.

Demikian dikemukakan Dirjen Migas Iin Arifin Takhyan di Jakarta, Senin (2/3). Menurut Iin, pihak pemerintah dan BP telah mencapai kesepakatan dalam rapat yang dilakukan pada hari Senin (1/3) malam.

Penandatanganan kontrak perpanjangan antara Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Migas (BP Migas) Migas dan BP akan disaksikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Sementara penandatanganan PoA antara Kepala BP Migas dan BP akan disaksikan Menteri Keuangan.

Menurut Iin, sebenarnya Proyek LNG Tangguh sudah berjalan, tetapi kemudian terkendala masalah perpanjangan kontrak dan masalah PoA. BP sudah menunjuk kontraktor untuk Engginering Procurement and Construction (EPC). Tetapi pihak BP akan menandatangani kontrak EPC dengan pihak sub kontrak setelah perpanjakan kontrak dan PoA ditandatangani.

Vice President Tangguh LNG Lukman Mahfoedz membenarkan, PoA Proyek Tangguh akan diselesaikan dengan pemerintah dalam pekan ini. Menyinggung liability yang diminta pihak BP, adalah terkait klaim yang kemungkinan timbul jika pemerintah mengeluarkan satu kebijakan.

Sebelumnya, Lukman berharap pemerintah dapat memberikan persetujuan untuk pencapaian target Final Investment Decision proyek Tangguh pada Desember 2004 ini. Proyek Tangguh menargetkan untuk mendapatkan persetujuan investasi final dari para mitra kerjanya sehingga pekerjaan konstruksi LNG Plant dan fasilitas senilai 5 miliar dollar AS bisa segera dimulai.

Lapangan Tangguh sendiri terdiri dari tiga blok, yakni Blok Wiriagar yang masa kontraknya akan berakhir pada tahun 2023, Blok Berau yang berakhir pada tahun 2017, dan Blok Muturi yang berakhir pada tahun 2022.

Dari informasi yang diterima Kompas, pembahasan perpanjangan tersebut cukup alot dan memakan waktu cukup lama. Sebelumnya, pemerintah sempat memperkirakan penandatanganan perpanjangan kontrak Tangguh dapat dilakukan pada tanggal 12 Desember lalu. Namun, karena negosiasi belum usai, target tersebut diundur hingga tahun 2004 berakhir. (BOY)

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece