Update Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Kekejaman Negara
Terorisme Dunia
Mati Misterius
Kejahatan Milisi
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Kejahatan Milisi

Di Tanah Merah Digoel, Yusak Yaluwo Sedang Adu Suku WAMBON Dengan Suku MUYU
By SPMNews Digoel
Mar 7, 2005, 20:55

 
Tanah Merah Digoel - (SPMNews) - SAAT INI Rakyat Papua Boven Digoel sedang dipecah belah oleh Yusak Yaluwo, SH, M.Si salah satu anggota DPRD Kabupaten Adm. Boven Digoel. Pria asli Kombay-Koroway itu menebar perpecahan antara Suku Wambon (Mandobo) dengan suku Muyu, dua dari beberapa suku pribumi kabupaten tersebut.

Aktivitas wakil rakyat yang anti rakyat ini ternyata didukung oleh penuh oleh beberapa orang mahasiswa/I penjilat asal suku Wambon yang studi di Maroke maupun Port Numbay. Di Port Numbay, mereka sedang menjadikan salah satu kamar Hotel Sentani Indah di Sentani-Port Numbay sebagai basis operasional mereka.

Beberapa orang mahasiswa/I yang ditugaskan oleh Master jebolan UNSRAT - Manado ini sedang berkampanye anti suku Muyu di kalangan Mahasiswa Wambon, Kombay-Koroway dan Awyu-Jair di Port Numbay. Mereka juga selalu menelpon orang tuanya di Tanah Merah Digoel untuk menyampaikan pesan-pesan anti suku Muyu.

Mereka sibuk mengatur strategi untuk mengusir orang Muyu dari Ibu Kota kabupaten Boven Digoel - Tanah Merah.

"Orang Muyu harus pulang ke Mindiptana dan Woropko. Jangan tinggal di Tanah Merah karena ini tanah adat orang Wambon." Tegas Yusak dalam suatu kesempatan.

Berdasarkan pantauan SPMNews Digoel, provokasi pecah belah suku pribumi di tanah Papua adalah bagian dari scenario BIN untuk membentuk kabupaten-kabupaten baru berbasis suku : satu suku satu kabupaten.

Untuk kawasan Papua Selatan, pecah belah suku-suku pribumi lain dengan suku Muyu sangat gencar dilakukan oleh para pejabat : Bupati Gebze di Maroke, Wabup Maroke, dr. Benyamin Simatupang di Asmat, John Rumlus dan John Fachiri di kabupaten Mappi.


"Mereka adalah penjilat pantat penjajah dan orang pendatang karena mereka tidak pernah pecah belah orang pendatang tetapi rajin pecah belah orang pribumi Papua." Ujar seorang Tokoh Masyarakat Boven Digoel kepada SPMNews Digoel. (kongget&lanu)





© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
LAPORKAN HASIL KONGRES NASIONAL I TPN-PB CREW SPMNews DIPECAT
SANGKUR YIKWA BUKAN ANGGOTA TPN/OPM
Polisi Usut Perusakan Monumen Mandala
Press Release Front Pepera PB : Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan James Bob Moffet Segera Tutup PT Freeport Indonesia!
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
Perang Terorisme
Senator AS Pertanyakan Keamanan Warga Papua
Terdakwa Kasus Wagete Dituntut 5 Bulan Penjara
Demo FRPAM ke DPRP Nyaris Ricuh
KUTUKAN KP- AMP ATAS INSIDEN FREEPORT DI TIMIKA PAPUA BARAT
Ruben Edoway Bantah Pernyataan GT Situmorang
Eko Terorisme
Desak, Renegosiasi Kontrak Kerja Freeport
AKSI TUJUH ELEMEN PERGERAKAN MHS DAN PRODEM TUNTUT TOLAK TDL DAN TUTUP FREEPORT
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
MRP Turunkan Tim untuk Temui Tujuh Suku
SERUAN AKSI DI TIMIKA PAPUA BARAT
Politik Indonesia
Pro-Kontra Irjabar: MRP Menyimpang dari Komitmen
Penyelesaian Politik Papua Harus Sesuai UU Otsus
Empat Kabupaten Tetap Tolak Pilkada Irjabar
Menhan: Masalah Papua Persoalan Multidimensional
MRP Sesalkan Jakarta Dorong Pilkada Irjabar
Editorial & Opini
KAPAN PAPUA MERDEKA?
PAPUA DIANTARA KONFLIK KEPENTINGAN DAN GENOCIDE
PT Freeport-Rio Tinto: Lambang Kejahatan Kemanusiaan atas Papua Barat
PESAN BURUK DARI PAPUA
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
Fokus Isu
ALLAH PAPUA BUKAN BERAGAMA TETAPI KOMUNIS
Green Piece: Di Papua tak Perlu Ada HPH
Islam, Otonomi dan Papua Merdeka
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece