|
||||||
Update
Terakhir: Apr 6th, 2005 - 07:37:10
|
|
Konservasi
Keindahan Taman Nasional bisa rusak bila tidak dijaga Taman Nasional Teluk Cenderawasih (TNTC) di Kabupaten Biak Numfor, Papua, kini terancam rusak dan kondisinya semakin memprihatinkan. Pimpinan proyek TNTC, Robert Mandosir, kepada wartawan di Manokwari, Kamis (10/3), mengatakan ancaman muncul karena dalam 10 tahun terakhir sering terjadi kegiatan penangkapan ikan ilegal yang dilakukan nelayan setempat maupun pendatang. Para nelayan itu kebanyakan menangkap ikan dengan cara yang tidak ramah lingkungan, seperti menggunakan bahan peledak yang daya ledaknya cukup tinggi dan racun. "Akibatnya ekosistem laut dan ikan besar kecil ikut musnah, sedangkan populasi terumbu karang yang merupakan andalan panorama laut kawasan Teluk Cenderawasih terancam punah," kata Mandosir. Kekhawatiran itu makin besar karena masyarakat nelayan di sekitar kawasan TNTC kebanyakan masih hidup dengan tingkat ekonomi dan pengetahuan rendah, sehingga cukup sulit meyakinkan pentingnya pelestarian alam pada mereka. Menurut Mandosir, lima tahun lalu terumbu karang di TNTC dianggap sebagai yang terbaik kedua di dunia setelah Great Barrier Reef di Australia. Namun, belakangan ini peringkat itu turun menjadi kelima. "Ini karena tingkat perusakan lingkungan di TNTC makin tinggi. Kalau perusakan tidak dihentikan, sepuluh tahun ke depan wilayah ini akan rusak total," tegasnya. Adapun para nelayan makin sering menggunakan bom karena bahan tersebut mudah didapat. Menurut warga setempat, mereka bahkan menggunakan bom peninggalan perang dunia kedua yang banyak ditemukan di Biak, karena daerah itu dulu merupakan basis tentara Amerika dan Jepang. Alasan penggunaan bom adalah karena gampang dan hasilnya melimpah., Selain itu tidak ada aparat yang bertugas di wilayah tersebut sehingga pengeboman ikan itu berlangsung dengan bebas. Padahal, kawasan TNTC sejak dulu ditetapkan pemerintah pusat sebagai obyek wisata Bahari Nasional yang seharusnya tertutup dari kegiatan yang tidak sesuai dengan Undang-Undang Konservasi No.5 Tahun 1990. Taman Nasional Teluk Cenderawasih seluas 2.500 hektar yang terbentang antara Kabupaten Manokwari, Nabire, Biak Numfor, dan Yapen Waropen, kaya akan berbagai jenis biota laut. Taman ini memiliki berbagai jenis ikan. Tercatat kurang lebih 209 jenis ikan penghuni kawasan ini diantaranya butterflyfish, angelfish, damselfish, parrotfish, rabbitfish, dan anemonefish. Jenis moluska antara lain keong cowries (Cypraea spp.), keong strombidae (Lambis spp.), keong kerucut (Conus spp.), triton terompet (Charonia tritonis), dan kima raksasa (Tridacna gigas). Selain itu ada empat jenis penyu yang sering mendarat di taman nasional ini yaitu penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu hijau (Chelonia mydas), penyu lekang (Lepidochelys olivaceae), dan penyu belimbing (Dermochelys coriacea). Duyung (Dugong dugon), paus biru (Balaenoptera musculus), ketam kelapa (Birgus latro), serta berbagai jenis lumba-lumba, dan hiu sering pula terlihat di perairan Taman Nasional Teluk Cendrawasih. (Ant/dephut.go.id/wsn) © Copyright 2003-2005 by watchPAPUA
|
|