Update Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Gerilya
Dukungan Dunia
Usaha Diplomasi
Dialog Politik
Demo/ Protes
Petisi/ Surat
Gugat Pepera 69
Penegakan Hukum
Kisah Perjuangan
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Perang Gerilya

MILITER INDONESIA MENYERANG MARKAS BESAR PERTAHANAN TPN/OPM KODAP III KALI KOPI DI TIMIKA
By AMP NUMBAY Report
Mar 13, 2005, 18:54

 
TIMIKA - (SPMNews) -- OPERASI Penyerangan secara membabi buta ke Markas Besar TPN/OPM Kodap III Kali Kopi Mimika oleh aparat Militer Indonesia di Mimika, pukul 13.48 WPB, Minggu (06/03) lalu. Dalam penyerangan ini telah terjadi tembak menembak yang sengit. TNI yang datang dalam jumlah besar dengan peralatan lengkap siap tempur telah berhasil menewaskan salah seorang anggota MABES Pertahanan TPN/OPM Kodap III Kali Kopi.

Peristiwa penyerangan secara besar-besaran ke Markas Besar TPN/OPM Kodap III Kali Kopi TNI tidak berhasil menemukan Panglima Pertahanan Gen.TPN/PB Kelly Kwalik. TNI hanya bertemu dengan 7 orang anggota TPN/PB yang baru tetapi TNI kalang kabut menghadapi mereka. Penyerangan ini, TNI telah menembak seorang anggota TPN/PB Markus Stugmol. Sementara di pihak TNI ada beberapa yang kena tembak dan luka-luka berat. Sampai berita ini diturunkan situasi masih perang dan tegang di Markas Besar Pertahanan Kodap III Kali Kopi.

Pangdam XVIII Trikora dan Dandim Mimika sangat kecewa karena dalam Operasi Penyerangan besar-besaran secara membabi buta ini tidak berhasil menemukan Panglima Kodap III.

Panglima MABES TPN/OPM Kodap III Kali Kopi telah berpindah ke tempat lain dan hanya menempatkan 7 orang anggota TPN untuk tugas jaga. TNI salah menerima informasi Intelijen yang mengakibatkan susahnya menemukan keberadaan Panglima MABES TPN/OPM Kodap III Kali Kopi dalam operasi penyerangan membabi buta ini karena Tuan Panglima dan para perwira TPN/PB lain telah berpindah ke tempat.

AMP-TIMIKA berhasil bertemu dengan Gen. TPN/PB Kelly Kwalik, Panglima Kodap III TPN/OPM. Dalam pertemuan itu, Gen. Kelly Kwalik mengatakan bahwa "kami masih bertahan, saya tinggal baik-baik di Markas. Mengapa TNI datang ke rumah saya ? tanpa permisi bongkar saya punya rumah ? mereka datang sampai Jual jadi saya tetap Beli terus sampai saya akan masuk ke kota. Kami tidak mengemis ke Pemerintah Indonesia. kami tinggal bertahan di hutan rimbah tapi mereka cari apa disini ? sampai masuk ke hutan besar ini. Idonesia punya kampung dimana, Indonesia punya dusun dimana, Indonesia punya bekas kebun dimana. Perjuangan kami murni untuk pembebasan Tanah Papua dari penjajahan kolonialisme NKRI, bukan untuk cari gara-gara".

Gen. TPN/PB Kelly Kwalik, Panglima Kodap III TPN/OPM meminta kepada mahasiswa, rakyat Papua, rakyat Indonesia dan dunia internasional untuk melihat dan mempelajari peta konflik 2005 yang sedang dirancang oleh NKRI untuk dijalankan oleh TNI/POLRI di seluruh Tanah Papua. kehadiran Militer TNI/POLRI, Pemerintah Indonesia atas tanah Papua adalah sebagai upaya memusnahkan orang Papua dari tanah Papua dan sebagai tempat mencari makan untuk kenaikan pangkat, jabatan dan uang.

Pesan saya, mari kita pelajari tindak tanduk mereka, demi kemerdekaan Manusia, Binatang, Tumbuhan dan Tanah Papua tercinta!

"Salam Revolusi"

"Bersama Kebenaran Sejarah Sang Bintang Kejora"

KONSULAT AMP-NUMBAY Report

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
LAPORKAN HASIL KONGRES NASIONAL I TPN-PB CREW SPMNews DIPECAT
SANGKUR YIKWA BUKAN ANGGOTA TPN/OPM
Polisi Usut Perusakan Monumen Mandala
Press Release Front Pepera PB : Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan James Bob Moffet Segera Tutup PT Freeport Indonesia!
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
Perang Terorisme
Senator AS Pertanyakan Keamanan Warga Papua
Terdakwa Kasus Wagete Dituntut 5 Bulan Penjara
Demo FRPAM ke DPRP Nyaris Ricuh
KUTUKAN KP- AMP ATAS INSIDEN FREEPORT DI TIMIKA PAPUA BARAT
Ruben Edoway Bantah Pernyataan GT Situmorang
Eko Terorisme
Desak, Renegosiasi Kontrak Kerja Freeport
AKSI TUJUH ELEMEN PERGERAKAN MHS DAN PRODEM TUNTUT TOLAK TDL DAN TUTUP FREEPORT
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
MRP Turunkan Tim untuk Temui Tujuh Suku
SERUAN AKSI DI TIMIKA PAPUA BARAT
Politik Indonesia
Pro-Kontra Irjabar: MRP Menyimpang dari Komitmen
Penyelesaian Politik Papua Harus Sesuai UU Otsus
Empat Kabupaten Tetap Tolak Pilkada Irjabar
Menhan: Masalah Papua Persoalan Multidimensional
MRP Sesalkan Jakarta Dorong Pilkada Irjabar
Editorial & Opini
KAPAN PAPUA MERDEKA?
PAPUA DIANTARA KONFLIK KEPENTINGAN DAN GENOCIDE
PT Freeport-Rio Tinto: Lambang Kejahatan Kemanusiaan atas Papua Barat
PESAN BURUK DARI PAPUA
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
Fokus Isu
ALLAH PAPUA BUKAN BERAGAMA TETAPI KOMUNIS
Green Piece: Di Papua tak Perlu Ada HPH
Islam, Otonomi dan Papua Merdeka
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece