Update Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Freeport MacMoRan
LNG BP Bintuni
Kegiatan Logging
Pembangunan
Alam Berbicara
Banjir/ Longsor
Gempa
Kecelakaan
Hama / Penyakit
Badai/ Gelombang
Petir/ Hujan
Ekologi/ Ekosistem
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Badai/ Gelombang

Air Laut di Pulau Sumeulue Surut 300 Meter
By BANDA ACEH--MIOL
Apr 8, 2005, 21:44

 
BANDA ACEH--MIOL: Air laut di kawasan kepulauau Kabupaten Simeulue, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), dilaporkan surut hingga mencapai sekitar 300 meter dari permukaan daratan pasca bencana alam gempa bumi.

"Masyarakat di Simeulue kini masih trauma dan khawatir terjadinya bencana tsunami karena air laut sudah surut sejauh sekitar 300 meter pasca gempa bumi yang menguncang wilayah itu, akhir Maret lalu," kata Wakil Bupati Simeulue, Ibnu Aban GT Ulma, ketika di hubungi di Sinabang, ibu kota kabupaten itu, Jumat.

Ia menjelaskan karena diliputi rasa kekhawatiran terhadap isu dihembuskan orang tak bertanggung jawab yang menyebutkan bakal ada gempa susulan yang lebih keras dan tsunami, membuat puluhan ribu warga kepulauan yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia itu mengungsi ke dataran yang lebih tinggi dan pengunungan.

Ibnu Aban, menambahkan masyarakat di daerahnya kini mulai mengalami krisis air bersih menyusul keringnya sumur penduduk di kepulauan tersebut pasca bencana alam gempa bumi itu. "Untuk mendapatkan sumber air tawar yang layak konsumsi, penduduk harus menggali sumur-sumur yang lebih dalam dari biasanya," ujarnya.

Puluhan ribu warga Simeulue kini sangat membutuhkan tenda-tenda yang layak huni karena kondisi tenda yang mereka gunakan di pengungsian saat ini sangat tidak memungkinkan untuk tinggal sementara.

"Apalagi, cuaca di Pulau Simeulue saat ini sedang turun hujan, sehingga sangat mengkhawatirkan terhadap kesehatan masyarakat pengungsi," kata Wakil Bupati Simeulue.

Sementara itu, seorang warga Sinabang, Fitrah M Nasir, menjelaskan bahwa puluhan ribu warga pengungsi yang berdiam di atas bukit dan gunung sangat memprihatinkan, terutama anak-anak dan orang tua.

"Kesehatan dan logistik masyarakat pengungsi kini memprihatinkan, apalagi dengan kondisi cuaca saat ini sedang berlangsung hujan. Tenda-tenda yang mereka gunakan sebagian tidak layak huni," katanya.

Ia menyebutkan, kondisi kesehatan masyarakat Simeulu pasca gempa bumi itu kini mulai terserang penyakit, seperti gatal-gatal, malaria dan diare.

"Saya melihat banyak masyarakat yang mendatangi rumah sakit dan Puskesmas dengan keluhan sakit gatal-gatal, malaria dan diare," katanya.

Di Sinabang, tambah dia, suasana pada malam hari masih mencekam, hanya terlihat satu dua orang yang berdiam di sana meski aliran listrik sudah nyala. "Sebagian besar rumah penduduk yang rusak ringan karena gempa tidak berpenghuni termasuk di masjid-masjid, katanya. (Ant/O-1)

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
LAPORKAN HASIL KONGRES NASIONAL I TPN-PB CREW SPMNews DIPECAT
SANGKUR YIKWA BUKAN ANGGOTA TPN/OPM
Polisi Usut Perusakan Monumen Mandala
Press Release Front Pepera PB : Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan James Bob Moffet Segera Tutup PT Freeport Indonesia!
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
Perang Terorisme
Senator AS Pertanyakan Keamanan Warga Papua
Terdakwa Kasus Wagete Dituntut 5 Bulan Penjara
Demo FRPAM ke DPRP Nyaris Ricuh
KUTUKAN KP- AMP ATAS INSIDEN FREEPORT DI TIMIKA PAPUA BARAT
Ruben Edoway Bantah Pernyataan GT Situmorang
Eko Terorisme
Desak, Renegosiasi Kontrak Kerja Freeport
AKSI TUJUH ELEMEN PERGERAKAN MHS DAN PRODEM TUNTUT TOLAK TDL DAN TUTUP FREEPORT
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
MRP Turunkan Tim untuk Temui Tujuh Suku
SERUAN AKSI DI TIMIKA PAPUA BARAT
Politik Indonesia
Pro-Kontra Irjabar: MRP Menyimpang dari Komitmen
Penyelesaian Politik Papua Harus Sesuai UU Otsus
Empat Kabupaten Tetap Tolak Pilkada Irjabar
Menhan: Masalah Papua Persoalan Multidimensional
MRP Sesalkan Jakarta Dorong Pilkada Irjabar
Editorial & Opini
KAPAN PAPUA MERDEKA?
PAPUA DIANTARA KONFLIK KEPENTINGAN DAN GENOCIDE
PT Freeport-Rio Tinto: Lambang Kejahatan Kemanusiaan atas Papua Barat
PESAN BURUK DARI PAPUA
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
Fokus Isu
ALLAH PAPUA BUKAN BERAGAMA TETAPI KOMUNIS
Green Piece: Di Papua tak Perlu Ada HPH
Islam, Otonomi dan Papua Merdeka
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece