Update Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Gerilya
Dukungan Dunia
Usaha Diplomasi
Dialog Politik
Demo/ Protes
Petisi/ Surat
Gugat Pepera 69
Penegakan Hukum
Kisah Perjuangan
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Perang Gerilya

LIMA SOPIR HARDTOP YANG DIBUNUH OLEH PASUKAN TPN/OPM GOLIATH TABUNI ADALAH INTEL KOPASSUS BERPANGKAT PERWIRA
By SPMNews Ndugu-Ndugu
Apr 10, 2005, 20:41

 
MULIA - (SPMNews) -- LIMA ORANG sopir mobil Hardtop dan seorang pembantu mereka yang dibunuh oleh Pasukan TPN/OPM Pimpnan Gen. TPN/PB Goliath Tabuni pada tanggal 12 Oktober 2004 lalu ketika mereka sedang melintasi jalan trans Wamena-Mulia adalah anggota Intelijen Kopassus berpangkat perwira. Mereka dibunuh berkat informasi penyamaran mereka itu dibongkar oleh Intelijen Indonesia sendiri di Wamena Kota yang menjual informasi itu kepada pihak TPN/OPM.

Pasukan Ge. Goliath Tabuni yang mengetahui informasi itu langsung menghadang mereka, dan setelah diselidiki, ternyata mereka adalah Anggota Kopassus berpangkat Perwira yang sedang melakukan penyamaran. Pasukan TPN/OPM menemukan Kartu Anggota, Senjata dan ribuan butir peluru serta Bahan Makanan yang mereka bawa dari Wamena sebagai logistik bagi Satgas Ban II Kopassus yang bermarkas di Mulia, Puncak Jaya.

Utusan Gen. Goliath Tabuni yang ditemui SPMNews Crew di Ilaga beberapa hari lalu sangat terkejut ketika SPMNews menyodorkan Lembaran Berita yang di Copy dari Website Departemen Pertahanan Rep. Indonesia (http://www.dephan.go.id), yang menyebutkan bahwa mereka yang dibunuh itu adalah Warga Sipil.

"Kami punya bukti! Kartu Anggota mereka ada ditangan kami! Pada saat digeledah, ternyata mereka membawa senjata, peluru dan Bahan Makanan untuk Satgas Ban II Kopassus yang ada di Mulia. Rusli, Deni, Djafar, Triyono dan Ali itu hanya nama samaran yang diberikan oleh TNI/POLRI dan Pemda Puncak Jaya kepada mayat-mayat Kopassus itu dan disebarluaskan kepada publik melalui Pers." Jelas utusan itu dengan nada marah.

Sampai berita ini diturunkan, situasi di Puncak Jaya masih mencekam karena kejahatan dan kebuasan TNI/POLRI terhadap warga sipil sulit dibendung. Ribuan warga sipil yang mengungsi karena dikejar oleh TNI/POLRI masih tersebar di hutan-hutan dan gunung-gunung. Mereka menderita karena kelaparan, keletihan dan sakit karena diserang berbagai penyakit.

Selakipun demikian, Tim Investigasi Puncak Jaya yang dibentuk untuk menyelidiki kasus tersebut di lapangan belum mengumumkan hasil investigasi. Menurut mereka, hasil itu tidak perlu diumumkan karena Gen. Goliath Tabuni adalah sosok kanibal yang telah melanggar HAM Warga Non Papua yang ingin hidup aman di atas Tanah Papua dengan membunuh warga sipil Non Papua, yakni 5 Orang Sopir Hardtop dan 1 Orang pelayan mereka.

Dari pantauan SPMNews Crew, Tim Investigasi Puncak Jaya menyebar isu ini berdasarkan petunjuk TNI/POLRI. Mereka juga sengaja mengelabui publik karena Dana Investigasi sebesar Rp. 20 Juta sudah ludes ditangan Dorrus Wakum dari Kontras Papua, Ferry Marisan dari Elsham Papua dan Henny Arobaya, Anggota DPRD Provinsi Papua.

Elsham Papua secara lembaga membela dan melindungi Ferry Marisan dari manipulasi Dana Investigasi dengan membesar-besarkan penghargaan berupa Human Rights Awards dari Forum Pasifik Selatan yang diterima Lembaga itu beberapa waktu lalu. Direkturnya, Aloysius Renwarin, SH sempat tampil di Program Lensa Papua yang disiarkan oleh TVRI ketika debat tentang penggelapan dana investigasi semakin gencar di internet yang membuat dirinya berang dan hampir memukul Jefrry Pagawak. Wawancaranya di TVRI ternyata sangat ampuh karena publik di Tanah Papua berhasil dikelabui oleh Elsham Papua. Rakyat Papua ramai membicarakan Award yang diterima Elsham sedangkan kejahatannya dalam membela dan melindungi Aktivisnya yang terbukti mencuri maupun tindakan berkarakter militeristik yang didemonstrasikan secara langsung oleh Direktur-nya dilupakan begitu saja. (KaOnAk)



© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
LAPORKAN HASIL KONGRES NASIONAL I TPN-PB CREW SPMNews DIPECAT
SANGKUR YIKWA BUKAN ANGGOTA TPN/OPM
Polisi Usut Perusakan Monumen Mandala
Press Release Front Pepera PB : Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan James Bob Moffet Segera Tutup PT Freeport Indonesia!
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
Perang Terorisme
Senator AS Pertanyakan Keamanan Warga Papua
Terdakwa Kasus Wagete Dituntut 5 Bulan Penjara
Demo FRPAM ke DPRP Nyaris Ricuh
KUTUKAN KP- AMP ATAS INSIDEN FREEPORT DI TIMIKA PAPUA BARAT
Ruben Edoway Bantah Pernyataan GT Situmorang
Eko Terorisme
Desak, Renegosiasi Kontrak Kerja Freeport
AKSI TUJUH ELEMEN PERGERAKAN MHS DAN PRODEM TUNTUT TOLAK TDL DAN TUTUP FREEPORT
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
MRP Turunkan Tim untuk Temui Tujuh Suku
SERUAN AKSI DI TIMIKA PAPUA BARAT
Politik Indonesia
Pro-Kontra Irjabar: MRP Menyimpang dari Komitmen
Penyelesaian Politik Papua Harus Sesuai UU Otsus
Empat Kabupaten Tetap Tolak Pilkada Irjabar
Menhan: Masalah Papua Persoalan Multidimensional
MRP Sesalkan Jakarta Dorong Pilkada Irjabar
Editorial & Opini
KAPAN PAPUA MERDEKA?
PAPUA DIANTARA KONFLIK KEPENTINGAN DAN GENOCIDE
PT Freeport-Rio Tinto: Lambang Kejahatan Kemanusiaan atas Papua Barat
PESAN BURUK DARI PAPUA
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
Fokus Isu
ALLAH PAPUA BUKAN BERAGAMA TETAPI KOMUNIS
Green Piece: Di Papua tak Perlu Ada HPH
Islam, Otonomi dan Papua Merdeka
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece