Update Terakhir: Apr 20th, 2005 - 13:44:03
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Kekejaman Negara
Terorisme Dunia
Mati Misterius
Kejahatan Milisi
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Kejahatan Milisi

Mgr. LEO LABA LADJAR, OFM SEDANG SOSIALISASI PP NO 54 TAHUN 2004 TENTANG MRP DALAM GEREJA KATOLIK DI PORT NUMBAY
By SPMNews Headquarters
Apr 10, 2005, 23:03

 
Uskup Jayapura Asli Flores Itu Sedang Tunggangi Kaum Katolik Penjilat Pantat Penjajah di ICAKAP dan PMKRI Santo Efrem Jayapura.

Port Numbay - (SPMNews) -- SAAT INI Gereja Katolik Keuskupan Jayapura sedang gencar mensosialisasikan PP No. 54 Tahun 2004 tentang MRP dengan cara menunggangi beberapa pentolan Ikatan Cendekiawan Awam Katolik Papua (ICAKAP) dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Santo Efrem Jayapura yang dikenal oleh Rakyat Papua dan publik secara umum sebagai penjilat pantat penjajah. Mereka menggunakan hari-hari besar keagamaan untuk membujuk Orang Papua yang beragama Katolik agar mendukung PP 54 Tahun 2004 Tentang MRP.

Mereka yang ditunggangi oleh Mgr. Leo Laba Ladjar, OFM adalah Vitalis Yumte, S.Pd dan Dra. Bernadetha Mahuze. Dua orang ini adalah orang-orang kunci di ICAKAP. ICAKAP kemudian memegang beberapa Mahasiswa dan Aktivis dalam tubuh PMKRI, seperti Richardus Faroka dan Vitalis Dambi, SH.

Kegiatan Sosialisasi MRP dalam Gereja Katolik di lingkungan Keuskupan Jayapura pertama kali dilaksanakan pada hari Senin (28/3) lalu di Gereja Katolik Kristus Terang Dunia Waena ketika mereka berhasil merekayasa Pesta Paskah Versi Papua dengan menjebak banyak Masyarakat Papua maupun Mahasiswa Papua yang beragama Katolik. Menurut rencana, kegiatan sosialisasi secara besar-besaran akan dilaksanakan di Gereja Katedral Dok V pada hari Kamis (5/4) ketika memperingati Hari Kenaikan Yesus Kristus yang juga akan dirayakan versi Papua.

Kegiatan sosialisasi MRP ini juga ditunggangi oleh Josh I. Renjaan, SH, mantan Wakil Wali Kota Jayapura untuk membujuk Orang Papua yang beragama Katolik agar memilih dirinya dalam Pilkada Kota Jayapura periode 2005-2009 yang akan dilaksanakan dalam tahun ini. Renjaan sempat diberi kesempatan untuk berkampanye selama 35 menit dalam Perayaan paskah Versi Papua itu.

Dra. Bernadetha Mahuze yang adalah Aktivis Perempuan Papua juga menunggangi kegiatan ini untuk membujuk Rakyat agar memilih dirinya sebagai Wakil Perempuan Papua atau Wakil Agama Katolik dalam Keanggotaan MRP. Untuk melengkapi kampanyenya, opini tentang ambisi pribadinya banyak disosialisasikan lewat Tabloid Perempuan Papua (E-Mail : perempuan_papua@yahoo.com).

Dari pantauan SPMNews Crew, kegiatan sosialisasi MRP melalui Gereka Katolik ini dilakukan setelah Uskup Jayapura Mgr. Leo Laba Ladjar, OFM melakukan pertemuan tertutup dengan para pentolan ICAKAP dan PMKRI Santo Efrem Jayapura awal Februari 2005, bertempat di STFT Fajar Timur Abepura. Dalam kesempatan itu Mgr. Leo yang adalah anggota Tim Perumus UU No. 21 tahun 2001 Tentang OTSUS Untuk Papua dan Anggota Tim Perancang PP No. 54 Tahun 2004 Tentang MRP mengajak ICAKAP dan PMKRI untuk merumuskan strategi untuk menggolkan wakil-wakil Katolik yang akan duduk dalam MRP.

Menurut informan SPMNews yang menyusup dan mengikuti pertemuan tersebut, Uskup Asli Flores itu meminta kepada ICAKAP dan PMKRI agar mendukung rencana Gereja Katolik dalam kampanye MRP. Menurut Uskup Leo, Gereja harus difungsikan untuk menggolkan MRP karena Orang Papua hanya akan menerima segala kebijakan penguasa kalau kebijakan itu, sekalipun merugikan mereka, disampaikan oleh para Tokoh Agama dalam Gereja atau di lapangan terbuka pada saat KKR.

Kegiatan jebakan terhadap Rakyat Papua melalui Gereja Katolik ini berhasil dikutuk oleh Badan Pengurus Rumpun Pelajar & Mahasiswa/I Muyu (BP RPMM) Se-Jayapura (Ph. 081344180283, E-Mail : bprpmm_jpr@yahoo.ca) melalui Press Release-nya yang dikeluarkan pada tanggal 2 April 2005 lalu. Press Release tersebut telah mendapat tanggapan positif dari Rakyat Papua tetapi membuat pentolan ICAKAP dan PMKRI, Josh I. Renjaan, SH, Keuskupan Jayapura dan Drs. Benny Oweng, suami Dra. Bernadetha Mahuze marah berat. Mereka menuntut Organisasi BP RPMM untuk segera mengklarifikasikan isi Press Release tersebut pada hari Minggu tanggal 10 April 2005, pukul 15.00 WPB, bertempat di tempat tersembunyi, yakni Rumah Bina Katolik Kompleks SMU Katolik Teruna Bakti Waena. (WeNdAnAk)

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
UN Expert Says Action Needed to Prevent Genocide in Several African Countries
Interview du réalisateur Stéphane Breton
The hellish truth behind Papua's paradise
LAPORAN PERTEMUAN DI KANTOR PBB
Pemeriksaan Tersangka Bintang Kejora Dihentikan
Perang Terorisme
Dandrem Asiswanto: Prajurit TNI jangan takut HAM
Yance Demetouw Bantah Latih TPN/OPM
TPN/OPM Masih Perlu Diwaspadai
Warga Papua Mengaku Disiksa
Danrem: Untuk Pastikan Penembak Moses Douw Perlu Uji Balestik
Eko Terorisme
TEMUAN SPESIES BARU DI PAPUA MENDAPAT PERHATIAN DI AS
PAPUA DAN IRJA BARAT MILIKI 56 DAERAH KONSERVASI SDA
LIPI UMUMKAN SPESIES BARU DARI MEMBRAMO PAPUA
Wapres Inginkan Bagi Hasil Freeport 300%
Wamang Mengaku Menembak Dengan Senjata SS1 dan M16, Pelurunya Dibeli dari Jakarta Seharga Rp 6 Juta
Politik Indonesia
MRP Perlu Fasilitasi Rekonsiliasi Papua Soal Irjabar
Otsus di Luar Aceh dan Papua Ancaman bagi NKRI
Agus Alua: MRP Dilematis,Ibarat Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Singa
BAP Penembakan di Wagete Sudah Dilimpahkan ke Odmil
John Ibo: NKRI Adalah Awal dan Akhir
Editorial & Opini
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
2006: Tahun Papua dan Sulawesi Tengah
2006: Aceh Damai, Papua Cemas
2006, Suhu Politik di Papua Diprediksi Memanas!
Pemimpin Papua Barat, Belajarlah dari Evo Morales
Fokus Isu
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Pemerintah Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan Timor Leste
Pelanggaran HAM Timor Leste RI Tak Direkomendasi ke Pengadilan Internasional
Xanana Akan Bawa Laporan Soal Kekejaman Indonesia ke PBB
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece