|
||||||
Update
Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
|
|
Kejahatan Milisi
Port Numbay - (SPMNews) -- SAAT INI Gereja Katolik Keuskupan Jayapura sedang gencar mensosialisasikan PP No. 54 Tahun 2004 tentang MRP dengan cara menunggangi beberapa pentolan Ikatan Cendekiawan Awam Katolik Papua (ICAKAP) dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Santo Efrem Jayapura yang dikenal oleh Rakyat Papua dan publik secara umum sebagai penjilat pantat penjajah. Mereka menggunakan hari-hari besar keagamaan untuk membujuk Orang Papua yang beragama Katolik agar mendukung PP 54 Tahun 2004 Tentang MRP. Mereka yang ditunggangi oleh Mgr. Leo Laba Ladjar, OFM adalah Vitalis Yumte, S.Pd dan Dra. Bernadetha Mahuze. Dua orang ini adalah orang-orang kunci di ICAKAP. ICAKAP kemudian memegang beberapa Mahasiswa dan Aktivis dalam tubuh PMKRI, seperti Richardus Faroka dan Vitalis Dambi, SH. Kegiatan Sosialisasi MRP dalam Gereja Katolik di lingkungan Keuskupan Jayapura pertama kali dilaksanakan pada hari Senin (28/3) lalu di Gereja Katolik Kristus Terang Dunia Waena ketika mereka berhasil merekayasa Pesta Paskah Versi Papua dengan menjebak banyak Masyarakat Papua maupun Mahasiswa Papua yang beragama Katolik. Menurut rencana, kegiatan sosialisasi secara besar-besaran akan dilaksanakan di Gereja Katedral Dok V pada hari Kamis (5/4) ketika memperingati Hari Kenaikan Yesus Kristus yang juga akan dirayakan versi Papua. Kegiatan sosialisasi MRP ini juga ditunggangi oleh Josh I. Renjaan, SH, mantan Wakil Wali Kota Jayapura untuk membujuk Orang Papua yang beragama Katolik agar memilih dirinya dalam Pilkada Kota Jayapura periode 2005-2009 yang akan dilaksanakan dalam tahun ini. Renjaan sempat diberi kesempatan untuk berkampanye selama 35 menit dalam Perayaan paskah Versi Papua itu. Dra. Bernadetha Mahuze yang adalah Aktivis Perempuan Papua juga menunggangi kegiatan ini untuk membujuk Rakyat agar memilih dirinya sebagai Wakil Perempuan Papua atau Wakil Agama Katolik dalam Keanggotaan MRP. Untuk melengkapi kampanyenya, opini tentang ambisi pribadinya banyak disosialisasikan lewat Tabloid Perempuan Papua (E-Mail : perempuan_papua@yahoo.com). Dari pantauan SPMNews Crew, kegiatan sosialisasi MRP melalui Gereka Katolik ini dilakukan setelah Uskup Jayapura Mgr. Leo Laba Ladjar, OFM melakukan pertemuan tertutup dengan para pentolan ICAKAP dan PMKRI Santo Efrem Jayapura awal Februari 2005, bertempat di STFT Fajar Timur Abepura. Dalam kesempatan itu Mgr. Leo yang adalah anggota Tim Perumus UU No. 21 tahun 2001 Tentang OTSUS Untuk Papua dan Anggota Tim Perancang PP No. 54 Tahun 2004 Tentang MRP mengajak ICAKAP dan PMKRI untuk merumuskan strategi untuk menggolkan wakil-wakil Katolik yang akan duduk dalam MRP. Menurut informan SPMNews yang menyusup dan mengikuti pertemuan tersebut, Uskup Asli Flores itu meminta kepada ICAKAP dan PMKRI agar mendukung rencana Gereja Katolik dalam kampanye MRP. Menurut Uskup Leo, Gereja harus difungsikan untuk menggolkan MRP karena Orang Papua hanya akan menerima segala kebijakan penguasa kalau kebijakan itu, sekalipun merugikan mereka, disampaikan oleh para Tokoh Agama dalam Gereja atau di lapangan terbuka pada saat KKR. Kegiatan jebakan terhadap Rakyat Papua melalui Gereja Katolik ini berhasil dikutuk oleh Badan Pengurus Rumpun Pelajar & Mahasiswa/I Muyu (BP RPMM) Se-Jayapura (Ph. 081344180283, E-Mail : bprpmm_jpr@yahoo.ca) melalui Press Release-nya yang dikeluarkan pada tanggal 2 April 2005 lalu. Press Release tersebut telah mendapat tanggapan positif dari Rakyat Papua tetapi membuat pentolan ICAKAP dan PMKRI, Josh I. Renjaan, SH, Keuskupan Jayapura dan Drs. Benny Oweng, suami Dra. Bernadetha Mahuze marah berat. Mereka menuntut Organisasi BP RPMM untuk segera mengklarifikasikan isi Press Release tersebut pada hari Minggu tanggal 10 April 2005, pukul 15.00 WPB, bertempat di tempat tersembunyi, yakni Rumah Bina Katolik Kompleks SMU Katolik Teruna Bakti Waena. (WeNdAnAk) © Copyright 2003-2005 by watchPAPUA
|
|