Update Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Terorisme
Kekejaman Negara
Terorisme Dunia
Mati Misterius
Kejahatan Milisi
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Kejahatan Milisi

Mgr. LEO LABA LADJAR, OFM SEDANG SOSIALISASI PP NO 54 TAHUN 2004 TENTANG MRP DALAM GEREJA KATOLIK DI PORT NUMBAY
By SPMNews Headquarters
Apr 10, 2005, 23:03

 
Uskup Jayapura Asli Flores Itu Sedang Tunggangi Kaum Katolik Penjilat Pantat Penjajah di ICAKAP dan PMKRI Santo Efrem Jayapura.

Port Numbay - (SPMNews) -- SAAT INI Gereja Katolik Keuskupan Jayapura sedang gencar mensosialisasikan PP No. 54 Tahun 2004 tentang MRP dengan cara menunggangi beberapa pentolan Ikatan Cendekiawan Awam Katolik Papua (ICAKAP) dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Santo Efrem Jayapura yang dikenal oleh Rakyat Papua dan publik secara umum sebagai penjilat pantat penjajah. Mereka menggunakan hari-hari besar keagamaan untuk membujuk Orang Papua yang beragama Katolik agar mendukung PP 54 Tahun 2004 Tentang MRP.

Mereka yang ditunggangi oleh Mgr. Leo Laba Ladjar, OFM adalah Vitalis Yumte, S.Pd dan Dra. Bernadetha Mahuze. Dua orang ini adalah orang-orang kunci di ICAKAP. ICAKAP kemudian memegang beberapa Mahasiswa dan Aktivis dalam tubuh PMKRI, seperti Richardus Faroka dan Vitalis Dambi, SH.

Kegiatan Sosialisasi MRP dalam Gereja Katolik di lingkungan Keuskupan Jayapura pertama kali dilaksanakan pada hari Senin (28/3) lalu di Gereja Katolik Kristus Terang Dunia Waena ketika mereka berhasil merekayasa Pesta Paskah Versi Papua dengan menjebak banyak Masyarakat Papua maupun Mahasiswa Papua yang beragama Katolik. Menurut rencana, kegiatan sosialisasi secara besar-besaran akan dilaksanakan di Gereja Katedral Dok V pada hari Kamis (5/4) ketika memperingati Hari Kenaikan Yesus Kristus yang juga akan dirayakan versi Papua.

Kegiatan sosialisasi MRP ini juga ditunggangi oleh Josh I. Renjaan, SH, mantan Wakil Wali Kota Jayapura untuk membujuk Orang Papua yang beragama Katolik agar memilih dirinya dalam Pilkada Kota Jayapura periode 2005-2009 yang akan dilaksanakan dalam tahun ini. Renjaan sempat diberi kesempatan untuk berkampanye selama 35 menit dalam Perayaan paskah Versi Papua itu.

Dra. Bernadetha Mahuze yang adalah Aktivis Perempuan Papua juga menunggangi kegiatan ini untuk membujuk Rakyat agar memilih dirinya sebagai Wakil Perempuan Papua atau Wakil Agama Katolik dalam Keanggotaan MRP. Untuk melengkapi kampanyenya, opini tentang ambisi pribadinya banyak disosialisasikan lewat Tabloid Perempuan Papua (E-Mail : perempuan_papua@yahoo.com).

Dari pantauan SPMNews Crew, kegiatan sosialisasi MRP melalui Gereka Katolik ini dilakukan setelah Uskup Jayapura Mgr. Leo Laba Ladjar, OFM melakukan pertemuan tertutup dengan para pentolan ICAKAP dan PMKRI Santo Efrem Jayapura awal Februari 2005, bertempat di STFT Fajar Timur Abepura. Dalam kesempatan itu Mgr. Leo yang adalah anggota Tim Perumus UU No. 21 tahun 2001 Tentang OTSUS Untuk Papua dan Anggota Tim Perancang PP No. 54 Tahun 2004 Tentang MRP mengajak ICAKAP dan PMKRI untuk merumuskan strategi untuk menggolkan wakil-wakil Katolik yang akan duduk dalam MRP.

Menurut informan SPMNews yang menyusup dan mengikuti pertemuan tersebut, Uskup Asli Flores itu meminta kepada ICAKAP dan PMKRI agar mendukung rencana Gereja Katolik dalam kampanye MRP. Menurut Uskup Leo, Gereja harus difungsikan untuk menggolkan MRP karena Orang Papua hanya akan menerima segala kebijakan penguasa kalau kebijakan itu, sekalipun merugikan mereka, disampaikan oleh para Tokoh Agama dalam Gereja atau di lapangan terbuka pada saat KKR.

Kegiatan jebakan terhadap Rakyat Papua melalui Gereja Katolik ini berhasil dikutuk oleh Badan Pengurus Rumpun Pelajar & Mahasiswa/I Muyu (BP RPMM) Se-Jayapura (Ph. 081344180283, E-Mail : bprpmm_jpr@yahoo.ca) melalui Press Release-nya yang dikeluarkan pada tanggal 2 April 2005 lalu. Press Release tersebut telah mendapat tanggapan positif dari Rakyat Papua tetapi membuat pentolan ICAKAP dan PMKRI, Josh I. Renjaan, SH, Keuskupan Jayapura dan Drs. Benny Oweng, suami Dra. Bernadetha Mahuze marah berat. Mereka menuntut Organisasi BP RPMM untuk segera mengklarifikasikan isi Press Release tersebut pada hari Minggu tanggal 10 April 2005, pukul 15.00 WPB, bertempat di tempat tersembunyi, yakni Rumah Bina Katolik Kompleks SMU Katolik Teruna Bakti Waena. (WeNdAnAk)

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
LAPORKAN HASIL KONGRES NASIONAL I TPN-PB CREW SPMNews DIPECAT
SANGKUR YIKWA BUKAN ANGGOTA TPN/OPM
Polisi Usut Perusakan Monumen Mandala
Press Release Front Pepera PB : Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan James Bob Moffet Segera Tutup PT Freeport Indonesia!
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
Perang Terorisme
Senator AS Pertanyakan Keamanan Warga Papua
Terdakwa Kasus Wagete Dituntut 5 Bulan Penjara
Demo FRPAM ke DPRP Nyaris Ricuh
KUTUKAN KP- AMP ATAS INSIDEN FREEPORT DI TIMIKA PAPUA BARAT
Ruben Edoway Bantah Pernyataan GT Situmorang
Eko Terorisme
Desak, Renegosiasi Kontrak Kerja Freeport
AKSI TUJUH ELEMEN PERGERAKAN MHS DAN PRODEM TUNTUT TOLAK TDL DAN TUTUP FREEPORT
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
MRP Turunkan Tim untuk Temui Tujuh Suku
SERUAN AKSI DI TIMIKA PAPUA BARAT
Politik Indonesia
Pro-Kontra Irjabar: MRP Menyimpang dari Komitmen
Penyelesaian Politik Papua Harus Sesuai UU Otsus
Empat Kabupaten Tetap Tolak Pilkada Irjabar
Menhan: Masalah Papua Persoalan Multidimensional
MRP Sesalkan Jakarta Dorong Pilkada Irjabar
Editorial & Opini
KAPAN PAPUA MERDEKA?
PAPUA DIANTARA KONFLIK KEPENTINGAN DAN GENOCIDE
PT Freeport-Rio Tinto: Lambang Kejahatan Kemanusiaan atas Papua Barat
PESAN BURUK DARI PAPUA
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
Fokus Isu
ALLAH PAPUA BUKAN BERAGAMA TETAPI KOMUNIS
Green Piece: Di Papua tak Perlu Ada HPH
Islam, Otonomi dan Papua Merdeka
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece