Update Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Gerilya
Dukungan Dunia
Usaha Diplomasi
Dialog Politik
Demo/ Protes
Petisi/ Surat
Gugat Pepera 69
Penegakan Hukum
Kisah Perjuangan
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Perang Gerilya

8 TPN Masih Diperiksa - Mereka Diduga Terlibat Pembunuhan 6 Warga Sipil Tahun Lalu
By Cepos
Apr 12, 2005, 15:41

 
JAYAPURA- Delapan dari Sembilan anggota TPN/OPM kelompok Guliat Tabuni yang ditangkap Tim Reskrim Polres Persiapan Puncak Jaya dan Brimob BKO Polda Papua di sekitar Kampung Uyupi Distrik Mulia Kabupaten Puncak Jaya Minggu (10/4), hingga kini masih menjalani pemeriksaan intensif. Mereka diperiksa sehubungan dugaan tindak pidana pembunuhan terhadap 6 warga sipil yang dibunuh tahun lalu di Mulia. Bahkan mereka masih ditahan di Rutan Polres Persiapan Puncak Jaya.

Sementara itu, terkait penangkapan itu, pihak Polda Papua langsung memberikan respon positif. Menyusul dikirimkannya sebuah Tim Penyidik yang dipimpin langsung oleh Direktur Intelkam Polda Papua Kombes Pol. Drs, Slamet Sopandi. Tim ini berangkat secara bertahap mulai Senin (11/4) kemarin.

Di sisi lain, 2 anggota TPN/OPM yang berhasil kabur saat penyergapan sekitar pukul 05.30 WIT itu sampai saat ini masih terus dikejar. Keduanya diperkirakan kabur dengan membawa senjata yang diidentifikasi jenis laras panjang.

" Kita sudah kirim tim ke Mulia. Saya sudah tunjuk Dir Intel untuk pimpim tim ke sana. Tadi pagi sudah berangkat," ungkap Kapolda Papua Irjen Pol. Drs. D. Sumantyawan HS, SH yang dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Senin (11/4) kemarin. Ditambahkan, tim ini ditugasi untuk memback up tugas penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan oleh Polres Persiapan Puncak Jaya.

" Karena cuaca buruk, tadi baru 2 anggota yang berhasil ke sana dengan pesawat reguler. Terpaksa saya carter pesawat dan tadi tambah lagi sekitar 5 anggota. Mungkin besok ada yang berangkat lagi," ujarnya yang dihubungi via ponselnya semalam.

Selain tugas penyelidikan dan penyidikan. Tim ini juga menurut Kapolda berfungsi melakukan pengamanan internal. Meski diakui sejauh ini belum perlu dilakukan pergeseran pasukan (serpas) ke Mulia.

"Kondisi di sana masih aman dan terkendali. Kita back up saja penyidikannya dan upaya pengamanan ke dalam," tuturnya.

Menariknya, rumor yang berkembang di Mulia saat ini mengenai ditangkapnya para anggota TPN/OPM itu bahwa mereka ditemukan berada di salah satu honay milik seorang anggota Koramil setempat bernama Serka Natius Enumbi. Namun kabar itu ditampik oleh kapolda. Menurutnya, pihaknya tengah melakukan pengecekan dan klarifikasi tentang romor tersebut. " Itu tidak benar, kita sudah cek. Dan ternyata lokasi penangkapan mereka jauh di luar seperti yang dikatakan," bantahnya.

Seperti telah diberitakan, dari operasi penyergapan itu, polisi berhasil menangkap 8 orang yang diduga merupakan anggota TPN/OPM. Kedelapan anggota TPN/OPM pimpinan Dinggin Wonda yang masuk dalam kelompok Guliat Tabuni dan Warunggai itu masing-masing Yuleme Tabuni, Wuwekme Telenggen, Dinggin Enumbi, Kotianus Telenggen, Yomiron Wonorengga, Bikir Wonda, Tekius Enumbi, Dekius Enumbi dan Tolino Iban Gire.

Sayangnya, salah satu dari mereka yaitu Tolino Iban Gire akhirnya tewas setelah tertembus peluru aparat lantaran berusaha melarikan diri.(sh)

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
LAPORKAN HASIL KONGRES NASIONAL I TPN-PB CREW SPMNews DIPECAT
SANGKUR YIKWA BUKAN ANGGOTA TPN/OPM
Polisi Usut Perusakan Monumen Mandala
Press Release Front Pepera PB : Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan James Bob Moffet Segera Tutup PT Freeport Indonesia!
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
Perang Terorisme
Senator AS Pertanyakan Keamanan Warga Papua
Terdakwa Kasus Wagete Dituntut 5 Bulan Penjara
Demo FRPAM ke DPRP Nyaris Ricuh
KUTUKAN KP- AMP ATAS INSIDEN FREEPORT DI TIMIKA PAPUA BARAT
Ruben Edoway Bantah Pernyataan GT Situmorang
Eko Terorisme
Desak, Renegosiasi Kontrak Kerja Freeport
AKSI TUJUH ELEMEN PERGERAKAN MHS DAN PRODEM TUNTUT TOLAK TDL DAN TUTUP FREEPORT
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
MRP Turunkan Tim untuk Temui Tujuh Suku
SERUAN AKSI DI TIMIKA PAPUA BARAT
Politik Indonesia
Pro-Kontra Irjabar: MRP Menyimpang dari Komitmen
Penyelesaian Politik Papua Harus Sesuai UU Otsus
Empat Kabupaten Tetap Tolak Pilkada Irjabar
Menhan: Masalah Papua Persoalan Multidimensional
MRP Sesalkan Jakarta Dorong Pilkada Irjabar
Editorial & Opini
KAPAN PAPUA MERDEKA?
PAPUA DIANTARA KONFLIK KEPENTINGAN DAN GENOCIDE
PT Freeport-Rio Tinto: Lambang Kejahatan Kemanusiaan atas Papua Barat
PESAN BURUK DARI PAPUA
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
Fokus Isu
ALLAH PAPUA BUKAN BERAGAMA TETAPI KOMUNIS
Green Piece: Di Papua tak Perlu Ada HPH
Islam, Otonomi dan Papua Merdeka
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece