|
||||||
Update
Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
|
|
Perang Gerilya
Penyelidikan kasus tersebut dilakukan dengan mengirim Tim penyelidik, penyidik dan sekaligus Pengamanan internal (Provost) ke Mulia. Tim ini terdiri dari 5 satuan fungsi terdiri dari Reskrim, Intelkam, Brimob, Bid Dokkes dan Propam (Provost). Ketua Tim yang dibentuk Polda Papua Kombes Pol Drs. Slamet Sopandi kepada Cenderawasih Pos, Selasa (12/4) kemarin, mengakui tim ini telah diberangkatkan secara bertahap. Saat ini sudah 8 orang yang sudah dikirimkan ke Polres Persiapan Puncak Jaya di Mulia. "Kita upayakan tim ini sudah bisa bekerja, hanya saja kita kesulitan transportasi, karena penerbangan ke Mulia cukup sulit, selain cuaca yang buruk, juga kita tak punya pesawat. Tapi mudah-mudahan tim yang sudah tiba bisa langsung bekerja memback up Polres di sana," jelasnya. Tugas tim ini kata Slamet selain memback up dalam penyelidikan kasus tersebut, juga proses penyidikan serta pengamanan internal, termasuk upaya penyelidikan atas tewasnya 1 anggota TPN/OPM yang dikabarkan meninggal akibat ditembak petugas saat penyergapan. "Kita juga kirim dokter ke sana untuk lakukan pemeriksaan. Ini semua merupakan prosedur agar jangan sampai timbul opini yang macam-macam, makanya semua satuan fungsi dikirimkan untuk memastikan semuanya sudah sesuai prosedur. Kalau ada penyimpangan tentu ada petugas Propam yang akan melakukan pemeriksaan," paparnya panjang lebar. Secara terpisah, Kapolda Papua melalui Pelaksana Harian Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. BPH Sitompul saat ditemui wartawan koran ini mengaku masih menunggu hasil tim yang dikirimkan ke Mulia. Namun hingga saat ini, kondisi kamtibmas di Mulai pasca penangkapan 9 anggota TPN/OPM tersebut masih aman dan terkendali. " Di sana masih ada 1 Satuan Setingkat Kompi (SST) Brimob yang di BKOkan sebelumnya sehingga belum perlu ada penambahan pasukan. Lagipula kegiatan penangkapan itu sudah merupakan tugas kepolisian di sana sehubungan tugas menjaga keamanan dan ketertiban," terangnya. Di singgung soal isu adanya rencana penyerangan dari pihak TPN/OPM pimpinan Guliat Tabuni ke Kota Mulia atas penangkapan tersebut, ia membantah isu tersebut. Pasalnya hingga sekarang belum ada laporan intelijen soal rencana tersebut. "Wah, saya belum tahu soal isu itu, tapi yang jelas sampai detik ini tidak ada informas itu," tandasnya.(sh) © Copyright 2003-2005 by watchPAPUA
|
|