Update Terakhir: Mar 8th, 2006 - 22:29:48
SPM Berandah 
Papua Merdeka
Perang Gerilya
Dukungan Dunia
Usaha Diplomasi
Dialog Politik
Demo/ Protes
Petisi/ Surat
Gugat Pepera 69
Penegakan Hukum
Kisah Perjuangan
Perang Terorisme
Eko Terorisme
Politik Indonesia
Editorial & Opini
Fokus Isu
Publikasi



WPNews Versi Iinggris
Kabar VFWPA, Port Vila
Kirim Artikel Lewat Email
Baca Article di-Email
Kabar WPPRO Port Vila

Pilih/ Lihat Polling
Daftar/Lihat Buku Tamu


Alamat Surat:
euroPress Desk
c/o 54 Evora Park, Howth, Dublin,
Rep. of Ireland
     
Perang Gerilya

Tewasnya 1 TPN Ikut Diselidiki - Polda Kirim 5 Satuan Fungsi Termasuk Provost ke Mulia
By Cepos
Apr 13, 2005, 15:43

 
JAYAPURA-Meskipun penangkapan 9 anggota TPN/OPM di Kampung Uyupi Distrik Mulia Kabupaten Puncak Jaya Minggu (10/4) lalu dinilai sebagai sebuah keberhasilan, nampaknya Polda Papua tak mau gegabah. Mereka tetap ingin memastikan bahwa semua prosedur penangkapan, penahanan hingga penyidikannya sudah sesuai ketentuan. Bahkan tewasnya 1 anggota TPN/OPM atas nama Tolino Iban Gire dalam operasi penyergapan itu kini mulai diselidiki.

Penyelidikan kasus tersebut dilakukan dengan mengirim Tim penyelidik, penyidik dan sekaligus Pengamanan internal (Provost) ke Mulia. Tim ini terdiri dari 5 satuan fungsi terdiri dari Reskrim, Intelkam, Brimob, Bid Dokkes dan Propam (Provost).

Ketua Tim yang dibentuk Polda Papua Kombes Pol Drs. Slamet Sopandi kepada Cenderawasih Pos, Selasa (12/4) kemarin, mengakui tim ini telah diberangkatkan secara bertahap. Saat ini sudah 8 orang yang sudah dikirimkan ke Polres Persiapan Puncak Jaya di Mulia. "Kita upayakan tim ini sudah bisa bekerja, hanya saja kita kesulitan transportasi, karena penerbangan ke Mulia cukup sulit, selain cuaca yang buruk, juga kita tak punya pesawat. Tapi mudah-mudahan tim yang sudah tiba bisa langsung bekerja memback up Polres di sana," jelasnya.

Tugas tim ini kata Slamet selain memback up dalam penyelidikan kasus tersebut, juga proses penyidikan serta pengamanan internal, termasuk upaya penyelidikan atas tewasnya 1 anggota TPN/OPM yang dikabarkan meninggal akibat ditembak petugas saat penyergapan. "Kita juga kirim dokter ke sana untuk lakukan pemeriksaan. Ini semua merupakan prosedur agar jangan sampai timbul opini yang macam-macam, makanya semua satuan fungsi dikirimkan untuk memastikan semuanya sudah sesuai prosedur. Kalau ada penyimpangan tentu ada petugas Propam yang akan melakukan pemeriksaan," paparnya panjang lebar.

Secara terpisah, Kapolda Papua melalui Pelaksana Harian Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. BPH Sitompul saat ditemui wartawan koran ini mengaku masih menunggu hasil tim yang dikirimkan ke Mulia. Namun hingga saat ini, kondisi kamtibmas di Mulai pasca penangkapan 9 anggota TPN/OPM tersebut masih aman dan terkendali.

" Di sana masih ada 1 Satuan Setingkat Kompi (SST) Brimob yang di BKOkan sebelumnya sehingga belum perlu ada penambahan pasukan. Lagipula kegiatan penangkapan itu sudah merupakan tugas kepolisian di sana sehubungan tugas menjaga keamanan dan ketertiban," terangnya.

Di singgung soal isu adanya rencana penyerangan dari pihak TPN/OPM pimpinan Guliat Tabuni ke Kota Mulia atas penangkapan tersebut, ia membantah isu tersebut. Pasalnya hingga sekarang belum ada laporan intelijen soal rencana tersebut. "Wah, saya belum tahu soal isu itu, tapi yang jelas sampai detik ini tidak ada informas itu," tandasnya.(sh)

© Copyright 2003-2005 by watchPAPUA

Top of Page Email this article 
Printer friendly page

 

     
Latest Headlines
Papua Merdeka
LAPORKAN HASIL KONGRES NASIONAL I TPN-PB CREW SPMNews DIPECAT
SANGKUR YIKWA BUKAN ANGGOTA TPN/OPM
Polisi Usut Perusakan Monumen Mandala
Press Release Front Pepera PB : Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan James Bob Moffet Segera Tutup PT Freeport Indonesia!
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
Perang Terorisme
Senator AS Pertanyakan Keamanan Warga Papua
Terdakwa Kasus Wagete Dituntut 5 Bulan Penjara
Demo FRPAM ke DPRP Nyaris Ricuh
KUTUKAN KP- AMP ATAS INSIDEN FREEPORT DI TIMIKA PAPUA BARAT
Ruben Edoway Bantah Pernyataan GT Situmorang
Eko Terorisme
Desak, Renegosiasi Kontrak Kerja Freeport
AKSI TUJUH ELEMEN PERGERAKAN MHS DAN PRODEM TUNTUT TOLAK TDL DAN TUTUP FREEPORT
PERNYATAAN SIKAP TUJUH SUKU DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA
MRP Turunkan Tim untuk Temui Tujuh Suku
SERUAN AKSI DI TIMIKA PAPUA BARAT
Politik Indonesia
Pro-Kontra Irjabar: MRP Menyimpang dari Komitmen
Penyelesaian Politik Papua Harus Sesuai UU Otsus
Empat Kabupaten Tetap Tolak Pilkada Irjabar
Menhan: Masalah Papua Persoalan Multidimensional
MRP Sesalkan Jakarta Dorong Pilkada Irjabar
Editorial & Opini
KAPAN PAPUA MERDEKA?
PAPUA DIANTARA KONFLIK KEPENTINGAN DAN GENOCIDE
PT Freeport-Rio Tinto: Lambang Kejahatan Kemanusiaan atas Papua Barat
PESAN BURUK DARI PAPUA
SURAT DARI OPM MALMO KEPADA JHON IBO DI TANAH PAPUA BARAT
Fokus Isu
ALLAH PAPUA BUKAN BERAGAMA TETAPI KOMUNIS
Green Piece: Di Papua tak Perlu Ada HPH
Islam, Otonomi dan Papua Merdeka
RUU PA Dinilai Bahayakan NKRI
Gus Dur: Negara Kita Sudah Jadi Tertawaan Orang
Publikasi
TERJEMAHAN SINGKAT BUKU P. J DROOGLEVER
BUKU BARU: BERBURU KEADILAN DI PAPUA
Laporan Khusus: Luka Setelah Pepera
Buku Drogleever Sebatas Kebutuhan Akademis ?
Temuan Prof Drooglever: Pepera 1969, Satu ”Manipulasi Sejarah”


Content Management System

   2003-2005 watchPAPUA. All rights reserved. WPNews Group of the Diary of Online Papua Mouthpiece